
Setelah kepergian Papa Jack, Mama Claire hanya bisa mengembang kan senyuman indah nya kala melihat interaksi antara Jery dan Senja yang begitu Mesra itu.
Bahkan Mama Bule juga merasa, Baik Jery mau pun Senja, Mereka sudah sama sama saling mencintai luar dan dalam nya pasangan mereka.
Terlebih Senja, Dia mulai berani menunjukan sikap manja nya pada sang Suami.
Bahkan Senja tidak segan segan menangis demi sesuatu yang di inginkan nya.
" Sudah, Sarapan dulu Senja..."
" Iya Ma..." Menantu Sunset itu tersenyum tulus membalas perlakuan Mama mertua bule itu.
Mama Claire meninggalkan Jery dan Senja di meja makan dan menyusul sang Suami Bule nya.
" Aku Suapi ya...Boleh ?" Senja mengangguk saat suami nya ingin menyuapi nya.
" Lagi Mas..." Jery sudah menyuapi Senja begitu banyak tapi masih kurang, Maklum Senja makan untuk 4 orang.
Jery hanya tersenyum melihat tingkah manja istri nya yang sekarang sudah tidak malu malu lagi, Namun saat sedang menikmati makanan Senja Renatta datang.
" Honey...Aku ingin bicara !"
Deg !
Jantung Senja kembali merasakan sakit saat melihat Istri pertama suami nya datang.
Senja langsung murung saat melihat Renatta datang. Tapi tunggu, Kenapa suami nya biasa saja ?
Bahkan terkesan tidak perduli dan tidak melihat dan juga tidak mendengar.
" Jer, Aku ingin kita bicara. " Ucap Renatta lagi dan sudah berdiri di dekat Jery dan Senja.
Namun sekali lagi Jery tidak merespon nya. Amarah dan kecewa nya masih sama dan belum berkurang sedikit pun.
Bahkan dia tidak berniat mengurangi nya juga.
" Sayang, Ini lagi makan nya. Kamu bilang mau lagi. Mau apa ? Pakai apa sayang ? Heum ?" Tanya Jery sambil terus mengelus perut buncit milik Senja.
Renatta meradang, Emosi nya langsung memuncak disana. Dia sudah langsung terbang ke Indonesia untuk bicara pada Jery.
" Mas, Aku kenyang..." Tolak Senja menjauh kan sendok yang sudah terisi oleh Nasi dan lauk nya.
" Loh kok kenyang sih Yank ? Ayo makan lagi, Anak anak kita masih lapar. Nanti mereka kelaparan. " Sergah Jery lagi.
Lagi dan Lagi, Senja merasa serba salah disini dengan keadaan rumah tangga suami nya dan istri pertama suami nya itu .
" Mas, Aku ke kamar aja ya, Eh aku nyusul Mama Papa aja ya ke Taman, Mau makan coklat yang kami beli dari Luar Negeri. " Tanpa menunggu respon dan jawaban dari Jery, Senja langsung pergi dari suasana menegangkan itu.
__ADS_1
Setelah pergi nya Senja, Jery langsung meletakan Makanan Senja tadi di Meja dsn hendak bangkit juga.
Namun sayang, Belum Jery bangkit Renatta sudah mencegah nya dan memegang lengan Jery.
Jery meradang disana, Di tepis nya dengan kasar tangan Renatta yang memegang lengan nya.
" Jer, Kita harus bicara. " Jery hanya menatap Renatta dengan tajam.
" Semua nya sudah selesai sejak aku tau. siapa yang berada di dalam pusaran indah itu. " Ada kegetiran disana. Jika memang itu Renitta, Dia ingin datang kembali kesana suatu saat nanti jika hati nya sudah baik baik saja.
Dia merasa menjadi Pria yang paling bodoh disini, Selama bertahun tahun dia di tipu bertahun tahun oleh keluarga Renatta.
Dan apa alasan nya ? Kenapa mereka tega ? Apa salah Jery ?
Jery begitu tulus mencintai Renatta yang di kenal nya dan yang sebenar nya adalah Renitta, Wanita lembut dengan tutur kata dan bahasa tubuh nya.
Jery begitu kagum dengan sosok yang selalu memberi nya semangat dan bersabar menghadapai sikap kerasa kepala nya .
" Jer, Kita harus bicara. Aku memang bersalah telah menipu mu. Tapi aku benar benar mencintai mu. Aku melakukan ini semua demi pesan terakhir nya Renitta, Dan dia selalu memakai nama ku yang aku sendiri tidak tau apa maksud nya. "
" Semua sudah selesai Ree. SE LE SA I ! Game Over !"
Apa maksud Jery ? Game over ? Apa pernikahan ini mainan untuk Jery ?
" Kau yang memulai permainan ini bukan ? Maka kali ini aku membebas kan mu dari permainan yang kau dan keluarga mu buat. "
Belum sempat Jery bicara ternyata Papa Bule sudah lebih dulu menyela mereka.
" Kau bilang apa tadi ? Kami Gila ? Dan apa tadi ? Wanita sialan ? Siapa yang kau sebut wanita sial ? " Geram Papa Jack menghampiri Jery dan Renatta.
Ya, Papa Jack memang datang saat melihat Senja ke taman dengan wajah Sendu, Pasti ada yang tidak beres.
" Ku tanya sekali lagi, Siapa yang kau sebut gila dsn kau sebut Wanita sial ?" Berang Papa Jack.
Entah lah, Dia sudah terlalu sayang dengan wanita Hamil dan Menantu Sunset itu. Dengan semua yang ada lada diri Menantu kedua nya itu.
" Apakah dia ? " Tunjuk Papa Jack pada Senja.
Senja yang sejak tadi berdiri di Ujung sana lalu mendekat, Dia sama sekali tidak bisa berpikir apa apa.
Dia hanya ingin minta maaf, Dan tidak tau apa yabg terjadi sebenar nya.
Ya Walau dia mendengar sekilas suami nya menyebut nama Renitta yang pernah di dengar nya dari Renatta Sendiri.
" Wanita sial yang kau sebut itu juga menantu ku. Aku tidak pernah salah dalam menilai seseorang. dan itu benar, Itu kenapa aku tidak menyukai mu, Dan kenapa aku bisa menyukai Wanita yang kau sebut sial itu karena dia tulus. Dia tidak serakah dan tidak tamak seperti mu !!!" Teriak Papa Jack.
" Pa, Sudah...jangan begini..." Mama Claire menenang kan suami nya.
__ADS_1
Sementara Senja semakin mendekat ke arah Renatta dan Jery.
" Nyonya, Saya tau saya salah, Dan saya minta maaf, Saya juga mengaku salah, Karena saya sudah mencintai suami Nyonya, Saya mohon maaf kan saya. Jika anak anak ini lahir saya janji saya akan pergi. Tapi tolong jangan benci anak anak saya. "
" Sayang..." Lirih Jery.
Dia sudah ketakutan saat Senja bilang akan pergi meninggalkan nya. Kenapa Senja tidak percaya pada nya ?
Apa segini saja rasa cinta nya untuk Jery ??
" Sekali lagi maaf kan saya Nyonya..." Senja semakin mendekat ke arah Renatta bermaksud untuk meminta maaf tadi apa yang di dapat nya ?
Sebuah dorongan keras dari Renatta yang mampu membuat Senja menubruk Meja makan mewah itu.
" Senja !!!!!" Teriak semua orang disana...
" Ssshhh...." Senja hanya memegang perut bagian bawah nya saat dia menghantam meja makan di bagian depan perut nya.
Rasa mulas datang seketika dan berubah menjadi rasa sakit dan nyeri hebat.
" Apa yang kau lakukan pada Senja ???!!! " Teriak Jery sambil menopang badan Senja.
Mata Mama Claire membulat sempurna, Dia melihat cairan merah keluar dari kedua paha Senja dan langsung menjerit...
" Senja....!!!! Kau berdarah nak...." Mama Claire sudah menangis disana saat melihat aliran darah keluar dari selangkanggan menantu nya.
Senja juga melihat ke arah kaki nya dan langsung tak sadar kan diri disana.
" Senja...Sayang...Buka mata mu sayang...Senjaa....Hey !!! Jangan menakuti ku. " Jery berusaha membangunkan Senja namun nihil !!
Tidak ada pergerakan dari istri nya.
" Bawa dia kerumah sakit bodoh !!!! " Teriak Papa Jack, Jery panik langsung membawa Senja ke rumah sakit menggunakan mobil.
Senja sudah di dudukan di bangku belakang bersama Mama Claire yang memangku nya.
Sepanjang perjalanan Jery terus berdoa untuk keselamatan Ke empat orang tercinta nya. Tak jarang dia juga mengumpat kesal pada salah satu pengendara dan pengguna jalan lain nya.
" Minggir brengsekk !!! Istri ku sedang kritis...!!!" Teriak nya dari kaca mobil nya yang sengaja di buka nya.
Mama Claire juga membuka kaca mobil nya dengan terapan memohon pada pengguna jalan lain nya, Dan syukur ada polisi lalu lintas yang menjaga dan langsung mengawal dan memberi mereka jalan untuk sampai ke rumah sakit.
...😭😭😭...
Maaf, Tadi udah siap ngetik, Tapi lupaan mau Up nya 😭
Jangan Lupa Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️
__ADS_1