Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Indonesia


__ADS_3

Hari Hari triple DSG sangat membosan kan.


Terlebih lagi Davio dan Davian yang terus menunggu balasan dari Papi nya.


Namun seperti nya Ello sang Papi tidak aktiv di Akun media sosial, Bahkan Akun mereka saja belum di Follback.


Dan hal itu membuat k dua nya uring uringan sepanjang hari dan hal itu pula yang membuat Dave sebagai sulung dari Triple DSG heran.


" Kalian kenapa ? Kenapa lesu sekali ? Apa kalian sakit ?" Walau terkenal dengan sikap dingin dan datar nya.


David tetap lah saudara sedarah dan sedaging dengan Davio dan Davian bukan ?


Maka dia juga bisa merasakan kehampaan dan kekecewaan yang di rasakan kedua saudara nya itu.


" Sudah ku katakan bukan ? Jangan terlalu berharap yang kita saja tidak tau kepastian nya. " Kedua nya saling melirik.


Dave memang sangat dingin, Tapi dia adalah orang yang paling hangat jika m nyangkut mereka berdua dan Mami nya mereka.


" Maafkan kami kak..." Sesal kedua nya menatap sendu ke arah David.


David hanya bisa menghela nafas nya berat.


Inilah yang selalu di beratkan nya, Bukan dia tidak merindukan seorang Papi, Tapi dia terlalu takut di kecewakan jika mendengar kebenaran nya nanti.


Ketiga nya kaget saat sang Mami masuk ke kamar mereka dengan tergesa gesa dan wajah sendu yang menghiasi wajah cantik nya.


" Mam ? Kenapa ?" Tanya David mendekat ke arah Mami nya yang masih sibuk mengatur nafas nya.


" Ayo bersiap anak anak, Kita akan ke Indonesia, Opa, Opa kalian masuk rumah sakit karena terjatuh saat sedang olahraga. " Air mata Bulan sudah jatuh.


Davio dan Davian mengerjakan mata mereka.


Apakah ini jalan dari Tuhan untuk mereka agar bertemu dengan Papi ?


Mau bersorak tapi Mami mereka sedang bersedih hati.


" Oke Mam..." Sahut ketiga nya.


Davio dan Davian lah yang paling semangat dan hal itu pula tak luput dari pandangan Dave sang sulung.


" Jangga terlalu berharap banyak. Belum tentu Pria itu mau mengakui kita. "


Deg !


Jantung Davio dan Davian seakan berhenti berdetak kala mendengar ucapan dari kakak mereka.


" Iya kak, Kami paham..." David hanya mengangguk saja.


Bagaimana pun dia harus bisa memberikan contoh terbaik untuk adik adik nya nanti.


Tak lama Bulan kembali masuk ke kamar ketiga putra nya yang sudah siap dengan koper mereka masing masing.


Sementara dia juga bersiap, Entah kapan mereka akan kembali, Tapi rasa nya untuk kembali menginjakan kaki nya di Negara kelahiran nya sangat sulit.


Rasa nya banyak batu yang menghimpit dada nya, Seakan menghambat pasokan udara ke paru paru nya.


" Everything is oke Mam, Trust Me..." David menggenggam erat tangan Bulan.


Bulan mengangguk dengan semua ucapan penuh dengan kekuatan dari putra sulung nya itu.


" Ayo anak anak. Kita harus ke bandara. Jangan sampai kita ketinggalan pesawat." Ketiga anak nya mengangguk.


Mereka langsung masuk ke mobil Bulan yang kini di bawa oleh Supir pribadi nya selama di Guarda.

__ADS_1


Sesekali saja Bulan membawa mobil untuk melakukan Q time bersama anak anak nya.


Sepanjang perjalanan, Bulan tak henti henti nya memikirkan Keadaan Papi Sanjaya, Bagaimana pun Papi nya itu adalah pria terhebat nya.


" Kami mencintai Mami, Mami jangan bersedih. " Ketiga anak nya langsung memeluk tubuh nya dengan sangat erat


Bulan semakin meluncurkan air mata nya, Hal kedua yang di takut kan nya adalah Ello, Bagaimana jika dia bertemu Ello dan ketiga anak anak nya ?


Bagaimana Jika Ello mengambil ketiga anak anak nya, Tida Ello, tidak Bulan tidak mau itu terjadi.


Setelah menempuh perjalanan panjang nya, Akhir nya mereka sampai di Negara kelahiran sang Mami.


Mereka bertiga terlihat sangat antusias, Tapi entah mengapa tiba tiba Dave tidak suka saat banyak mata yang memandang ke arah mereka bertiga.



" Disini panas Mam, Kita salah kostum..." Keluh Davian saat melihat Out fit mereka saat ini.


Mantel bulu yang tebal, Sepatu Bots, Syal dan topi musim dingin dan juga sarung tangan.


Karena memang di Swiss masih musim dingin kan.


" Buka saja sayang, Sini biar Mami pegang. "


" No Mam, Kami bisa sendiri. " Cegah Davio.


Akhir nya mereka membuka atribut musim dingin yang mereka kenakan dan kini hanya memakai kaos dalam nya saja.


Mereka sudah sampai di mobil yang memang menjemput mereka di bandara.


" Pak Imam, Apa kabar ? " Bulan menyapa supir kesayangan keluarga mereka.


" Saya baik Non, Ahh..Aden Aden sudah besar rupa nya. Ayo kita pulang. Tuan besar berada dirumah. Tidak mau di rawat. " Jelas Pak Imam.


" Let's go......" Pekik heboh Davio dan Davian.


Mereka sudah membayangkan bagaimana jika mereka berkesempatan bertemu dengan Papi mereka.


Sepanjang perjalanan, Mereka menatap kagum pada bangunan bangunan tinggi yang mereka lewati dan itu membuat mereka sangat antusias.


Terlebih saat ini, Pandangan ketiga anak itu tertuju pada bangunan tinggi yang bertuliskan Grey Company Group TBK.


" Apa kau melihat nya Vian ? Apa Pai berada disana ?" Tanya Davio mengirim pesan pada Ponsel Davian.


" Ya, Kita akan kesana jika ada waktu. Setelah kita memastikan segala nya. "


" Jangan mimpi ! Atau akau akan mengadukan pada Mami. " Tiba tiba pesan masuk di ponsel Davio dan tersangka nya adalah David.


" Sayang, Apa yang kalian lihat ?" Tanya Bulan saat melihat ketiga putra nya terus menatap keluar jendela, bahkan kaca nya pun sudah di buka setengah oleh mereka.


" Nothing Mam..." Sahut ketiga nya serempak.


Bulan hanya mengangguk saja.


Sampai mereka melihat pengendara mobil lain nya, Mereka ingat wajah wanita itu.


Itu wajah wanita Bule yang menjadi saudara Papi mereka.


Entah kebetulan atau apa ? Wanita itu juga melihat ke arah mereka .


" Kak, Lihat, Anak anak itu, Mereka seperti ku juga. Mereka Triplet juga seperti ku kak..." Ya, Wanita itu adalah Lila.


Dia terus menatap ke arah 3 bocah itu, Mereka juga tersenyum, Tapi kenapa yang satu wajah nya terlihat sangat datar ?

__ADS_1


Lampu sudah hijau, mobil mereka berpisah jalur.


" Jangan macam macam. " Ancam David lagi pada adik adik nya.


Kedua adik nya mengangguk karena takut dengan David.


Kini mobil yang membawa mereka memasuki perumahan kelas atas.


Sepanjang menuju rumah sang Mami, Mereka banyak melihat rumah rumah mewah berjejer rapi.


Sampai Mereka di depan sebuah gerbang dan rumah mewah yang terlihat berwarna putih mendominasi.



" Wuahh ..Rumah Mami bagus sekali...Apa kami memiliki kamar sendiri disini ?" Tanya Davio yang memang terlalu cerewet .


Bulan hanya tersenyum saja menanggapi anak kedua nya.


" Opa...Oma...Davio datang ..Opa...Oma..." Teriakan Davio mengabaikan semua pelayan yang bekerja dirumah besar itu.


Saat memasuki rumah besar ini, Mata Davian menyusuri setiap detail nya.


Sangat mewah menurut nya .


" Davio, Jaga sikap mu !" Ucap David memperingatkan adik adik nya.


Mereka langsung di bawa ke kamar masing masing oleh pelayan yang berkerja dirumah ini.


Bulan langsung ke kamar Mami dan Papi nya.


Sementara di kediaman keluarga Grey saat ini tengah terjadi perdebatan sengit, Dimana Mereka berdebat soal baju yang akan di kenakan saat pesta pertunangan Ello nanti dengan wanita yang baru di ketahui Lila nama nya adalah Hannie Kim.


Anak pengusaha Perhiasan terbesar di Daerah XX.


" Dad, Aku tidak setuju dengan pertunangan Ello, Karena aku yakin bahwa Ello memiliki anak dari mantan mantan pacar nya. "


" Lila ! Stop it ! Apa yang kau bicarakan ?" Sentak Ello yang sudah pusing dengan semua ini.


" Aku melihat ketiga anak mirip dengan wajah mu saat kami berada di lampu merah tadi. Bukan hanya aku, Kak Brian juga melihat nya. yakan kak ?" Lila meminta pembelaan pada suami nya dan di angguki oleh Brian .


" Dek, Kalau pun mantan gue hamil dan punya anak, Mereka akan cari gue buat tanggung jawab. "


" Gimana kalau wanita itu gak mau ? Dan ada sesuatu yang di sembunyikan nya ? Kasih aku waktu 1 bulan untuk mencari anak anak itu. Jika aku tidak dapat, Maka pertunangan ini boleh di lanjutkan. "


" Dek, Plis...stop. "


" Diem Ell...Aku itu bantu kamu dari wanita jadi jadian itu. Apaan ? Belum jadi istri aja udah manja begitu. Geli tau Ell...Malu sama muka Lo yang bule itu kalau Lo nurut banget. "


" Dek, Udah ..gue capek." Keluh Ello lagi


" Dan jika suatu saat gue nemuin ketiga anak itu. Dan gue tau elo yang salah. Habis Lo. " Lila langsung menarik lengan suami nya untuk masuk ke kemar mereka.


Sementara Keluarga nya kini manatap Ello dengan tatapan sengit nya.


" Terserah kalian !" Ello juga bangkit dari duduk nya dan menuju taman belakang untuk duduk di ayunan mereka.


Tempat dimana dia selalu merindukan Kekasih nya.


" Buu, I miiss you..." Ucap Ello dengan lirih saat melihat Foto bulan yang menjadi foto di ponsel nya.


Foto dimana Bulan masih Naked berbalut selimut putih di atas tempat tidur .


__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2