
Di saat semua panik dengan keadaan Bulan saat ini, Ello juga harus memikirkan dimana putra kedua nya itu bersembunyi hingga saat ini belum juga di temukan.
Perasaan Ello semakin tak karuan saat ini kala melihat Rembulan nya bangun dan mencari putra mereka.
" Ssstt...Jangan menangis sweetbuu, Aku akan mencari Davio oke. Tenangkan diri kamu. "
" Tapi Davio dimana El ? Ini sudah malam..." Bulan semakin menangis aat ini.
Dia mencemaskan anak kedua nya itu.
" Iya tenangkan diri kamu, aku akan mencari nya untuk kamu. " Ello semakin menenangkan kekasih hati nya itu.
" Cari Davio El, Dia pasti ketakutan saat ini. " Bulan masih menangis.
" Jika kamu masih menangis bagaimana bisa aku mencari Davio sayang ??"
" Cari Davio El, Cari Davio..."
Ceklek...
Pintu kamar Ello terbuka, Dan ternyata itu Damian yang masuk bersama Anak kecil yang di cari mereka.
" Davio...." Pekik Bulan hendak turun dari tempat tidur nya.
Tapi saat melihat wajah datar Daniel membuat Bulan mengurungkan niat nya untuk menghampiri anak nya.
" Apa yang terjadi Dane ? " Tanya Ello pelan saat melihat Daniel membawa Davio ke tempat tidur nya dan menyelimuti Tubuh anak itu.
Daniel belum menjawab nya, Dia masih melakukan tugas nya dengan baik.
Hingga saat sudah selesai, dia kembali di tanya Ello dengan pertanyaan yang sama.
" Kau Papi mereka ! Seharus nya kau tau dimana dia bersembunyi. "
" Apa maksud mu Dane ?" Tanya Ello lagi.
" Anak mu bersembunyi di loteng. Tempat dimana dulu kau sering bersembunyi !" Jawab Daniel dan dia kembali keluar dari ruangan itu.
Sementara Bulan hanya bisa bernafas lega saat melihat wajah putra nya yang tertidur pulas.
" Tidur lah disini, malam ini. Aku akan tidur di kamar Tamu saja. "
" Disini saja, aku rasa ini muat untuk kita dan anak anak. " Ucap Bulan lagi.
Ello mengangguk.
" Vio, Vian sudah memaafkan Vio, Jangan bersembunyi lagi. Kasihan Mami..." Ucap Davian sambil menangis melihat wajah damai Davio yang tertidur.
" Ayo anak anak tidur...Sudah gosok gigi ?" Tanya Ello lagi.
Kedua anak nya yang belum tertidur itu mengangguk dan segera naik ke tempat tidur mewah sang Papi dan ikut memejamkan mata nya saat sang Papi dan Sang Mami membelai kepala mereka.
__ADS_1
Bertapa bahagia nya hati Bulan saat ini, dia kembali meneteskan air mata nya saat bisa berada di saat seperti ini.
Mimpi nya terwujud, bisa memiliki keluarga yang lengkap untuk anak anak nya dan itu terjadi.
" Kenapa menangis Buu ?" Ello bangun dari tidur nya.
Menatap wajah sendu itu kembali berlinang air mata.
" Terima kasih telah menerima anak anak, terima kasih karena telah memberi mereka keluarga yang selalu di ceritakan mereka. " Betapa sakit nya hati Ello.
Anak anak nya sampai mendamba sebuah keluarga, dia yang bersalah disini.
Dia tidak benar benar mencari kekasih hati nya itu, Rembulan Sanjaya nya.
" Maafkan aku sayang, Maafkan aku...aku yang bersalah disini. Jika saja berusaha untuk mencari mu dan tidak larut dalam kebencian ku, ana anak tidak akan begini. "
" Jangan menangis lagi Buu, Ku mohon sayang..." Ello sedikit kesusahan menghapus air mata Bulan karena terhalang anak anak mereka.
" Sekarang sudah malam, Tidur sayang..." Ucap Ello lagi.
Bulan mengangguk dia ikut merebahkan diri di samping anak anak nya.
Dan malam ini di lalui mereka dengan malam yang hangat penuh kasih sayang, Bagaimana Ello terus berusaha untuk memeluk mereka berempat.
Bulan nya dan anak anak nya.
...🥀🥀🥀...
Hembusan angin malam yang berselimut rindu berlapis kan langit menangis, Hati Daniel benar benar hampa saat ini.
Menatap pada sosok cantik dengan wajah polos nya...
" Embun..." Ucap nya dengan lirih.
Dia benar benar merindukan sosok itu.
Sosok yang selalu bersama nya kala mereka sekolah, sejak SD,SMP bahkan sampai SMA pun mereka selalu bersama.
Dan menjadi Partner belajar yang sangat baik.
Daniel mencintai anak seorang satpam sekolahan mereka.
Tidak ada yang menentang nya, Tapi saat dia ingin berjuang, Hati nya di patahkan saat mengetahui bahwa wanita itu sudah di lamar dan menikah.
Di saat itulah perjuangan Daniel yang belum di mulai hancur sudah.
" Kenapa tidak menunggu ku Embun, Setidak nya kau harus tau perasaan ku dulu. " Ucap nya lagi dengan lirih.
" Bagaimana aku bisa menata hati ku, Saat aku melihat wajah mu selalu mendung dan memendam sesuatu ?" Ucap nya lagi.
__ADS_1
Ya, Daniel pernah mengejar cinta nya hingga ke Austria sana, demi bisa melihat wajah wanita yang di cintai nya.
Namun apa yang di dapat nya ? Wanita itu terlihat tidak baik baik saja.
Wanita itu termenung menatap danau, Tapi pandangan nya kosong.
" Jika saja kau meminta ku untuk membawa mu, Aku akan membawa mu Embun, Sekali saja minta pada ku untuk membawa mu, Maka aku benar benar akan membawa mu. " Ucap nya lagi penuh dengan keyakinan.
" Dane..."
" Mom ? Kenapa disini ? Ayo masuk..." Daniel membawa Mommy Sunset nya ke dalam kamar nya dan mereka duduk di tempat tidur Daniel.
" Kenapa di luar ? Masih hujan, Nanti kamu sakit. " Bukan nya menjawab Pertanyaan Daniel, Senja malah kembali bertanya pada anak sulung nya.
" Mom..."
" Apa kamu akan terus memendam nya sendiri ? Tidak kah ingin bercerita dengan Mommy ?" Tanya Senja lagi.
Dia tau bahwa Daniel selalu berusaha bahwa dia baik baik saja walau tidak sedang dalam keadaan baik baik saja.
Daniel selalu menutupi apa yang di rasakan nya, Demi melihat keluarga nya baik baik saja.
Daniel rela menekan diri nya, sendiri demi keluarga nya.
Terutama Daddy nya yang bersikeras, Untuk mewariskan segala urusan kantor untuk nya dan Daniel menerima itu semua tanpa bantahan.
Dia ingin adik adik nya menggapai cita cita nya dan biarkan dia yang mengalah untuk itu semua.
" Berhenti untuk terlihat baik baik saja Dane, Mommy tau kamu itu rapuh..." Perlahan pandangan Daniel menatap Mommy sunset nya.
" Mom, Dane baik baik saja. Dane sehat bukan ?"
" Apa hati mu juga ? Perasaan mu ? Cinta mu juga ?" Tanya Senja beruntun.
Hal itu membuat Daniel menghela nafas nya.
Mommy nya sudah bicara, Dan dia bisa apa ?
" Dane mencintai Embun Mom, Tapi Embun sudah menikah, Tapi Dane yakin bahwa Embun tidak bahagia dengan pernikahan nya. "
" Apa kamu yakin bahwa Embun tidak bahagia ? Terkadang rumah tangga itu tidak semudah yang terlihat Dane, Semua ada kendala nya, Dan mungkin yang kamu lihat itu salah satu nya yang terjadi. "
" Tapi Dane yakin, Bahwa Embun tidak bahagia Mom, Wajah nya memendam sesuatu, Sekali saja Mom, Sekali saja jika dia meminta Dane untuk membawa nya, Dane akan membawa nya Mom, Dane akan membawa nya bersama Dane. Dane akan menghadapi segala nya, Demi dia Mom, Dane benar benar mencintai nya. "
" Jika saja saat itu dia bilang pada Dane, Apa yang terjadi. Dane akan datang Mom, Dane akan datang untuk nya. Tapi kenapa dia memilih jalan ini ? Menerima pinangan orang lain ? Demi keluarga nya ? Apa Dane tidak mampu membahagiakan nya Mom ? Apa dia tidak percaya pada Dane ? Apa Dia tidak merasakan apapun yang Dane rasakan pada nya ? Selama 12 tahun kami bersama ?"
Deg !
Ternyata kisah Cinta Dane lebih menyakitkan di bandingkan Ello.
Dan hal itu membuat Hati Senja meringis sakit.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...