
Sudah 10 hari Bulan di rawat dirumah sakit, Keadaan nya juga semakin membaik.
Dan hari ini, Dia ingin menemui Papi nya yang memang berada dirumah sakit yang sama.
" El, Plis...antar aku ke ruangan Papi, Aku ingin melihat Papi. " Ya, Sudah hampir sebulan juga Papi nya di rawat dirumah sakit pasca menjalani Operasi pencangkokan Jantung.
Entah lah, Bulan tidak terlalu mengerti tentang hal itu, Tapi selama itu juga Papi nya di rawat dengan sangat intens.
Ruangan harus steril dan banyak hal hal lain nya lagi.
Entah, Bulan juga tidak terlalu paham. Bahkan Dokter juga menyarankan nya untuk melakukan serangkaian pengobatan lagi.
Dan dokter merujuk nya ke salah satu rumah sakit terbesar di Singapore.
Ello menyanggupi nya, Tapi Bulan masih menimbang lagi, Bagaimana jika dia pergi? Anak anak bagaimana ?
Tidak tau kah Bulan ? Selama 10 hari ini pula Kediaman megah keluarga Grey di ramaikan dengan tingkah absurd Triple DSG nya Ello.
Sungguh, Jery sampai harus memakai koyo di kedua sisi kening nya karena merasa pusing dengan ulah cucu cucu nya.
" Danello !!!!!" Teriak Jery merasa pusing dengan semua yang di hadapi nya saat ini.
Plak !!.
" Pa !!" Seru Jery tak terima kepala nya di pukul oleh Papa nya.
Sejak dulu hingga saat ini, Pria asli Jerman itu suka sekali memukul kepala nya.
" Biar otak mu waras sedikit !" Setelah mengatakan hal itu Opa Buyut pergi begitu saja meninggalkan Opa Bule yang masih gagah di usia matang nya.
Huhhhh...Hot Daddy dan Hot Opa banget tak 🤣🤣
" Sayang..." Jery hendak mengadu pada istri Sunset nya tapi Langsung di tinggalkan begitu saja.
" Aku rasa ini Karma Mas !" Jery kembali mengusap dada nya dengan apa yang di dengar nya saat ini.
Sedih sekali rasa nya 😭😭
" Ma..." Jery kembali mengadu pada Mama nya.
Namun dia juga tidak mendapatkan balasan yang di inginkan nya. Tapi setidak nya sang Mama lebih baik.
Wanita turunan Finlandia itu cukup membuat hati nya tenang.
" Sabar sayang, Begitu lah yang kami rasakan saat menghadapi kenakalan mu dulu. Yang suka membuat --"
" Jery paham Ma..." Jery tidak ingin membuka kembali luka hati Mama nya yang kehilangan Glenka adik perempuan nya Jery.
Kembali ke situasi rumah sakit, Ternyata Papi Sanjaya sudah di bawa pulang kerumah.
Dan hal itu juga yang membuat Bulan ingin segera pulang kerumah nya juga.
" El, Plis...Sudah....aku,---aaahhhh...." Bulan kembali meledak Kala Ello berhasil membuat nya puas.
" Bantu aku sayang...Tolong ..Aku harus menyelesaikan ini..." Ello membawa tangan mungil nan lembut milik Bulan untuk menyentuh senjata perang milik nya yang sudah mengeras sempurna.
" Aaahh...Buu...Lagi sayang ..Ohh...Lebih cepat Buu..." Bulan benar benar melakukan nya.
Dia melakukan apa yang di perintahkan Ello.
__ADS_1
Entah lah, Mereka kembali melakukan hal itu, Tapi bukan dengan hubungan badan. Hanya sekedar pelepasan saja.
Itu juga salah Ello yang terus membantu Bulan mandi dan bersiap.
" Aaahh.. Yes...begitu sayang...Ouuhhh...pijat dengan lembut sayang...Ahh...Lebih cepat Buu...,"
" Ouhh...Buu...Aaaahhhhh....."
💦💦💦
Bagian depan dada Bulan habis terkena semprotan hangat yang keluar dari senjata perang milik Ello...
Amis, bau dan yahh...lengket...
" Ayo bersihkan diri kamu sayang..." Ello langsung membantu Bulan mandi dan bersiap...
Dia juga mandi di kamar mandi yang sama dnegan Bulan.
Bulan sudah terbiasa lagi dengan hal itu, Ello benar benar mampu dan selalu bisa membawa nya terbang melayang.
Setelah bersiap, Mereka benar benar pergi dari rumah sakit, Karena Memang Bulan ingin pulang.
Ini untuk kedua kali nya Ello datang kerumah ini, Dan mengantar Bulan kali ini.
" Kamu yakin ? Aku tidak perlu turun ? Aku ingin bicara dengan Papi kamu. "
" El, Jangan sekarang, Kita harus sama sama memikirkan bagaimana cara nya agar Papi tida marah. " Ello hanya bisa menghela nafas nya kasar.
Dia harus segara datang bersama keluarga nya untuk melamar kekasih nya.
Ibu dari ketiga anak anak nya.
" Tolong, Hubungi keluarga kamu, Suruh mereka mengantarkan Anak anak, aku tidak ingin---"
Ello membuka kaca jendela mobil mewah nya dan menatap pada para penjaga yang berbaris di sisi mobil nya.
" Ada apa pak ?" Tanya Bulan sedikit terbata.
Dia sudah gugup setengah mati, Belum juga mereka masuk ke gerbang utama rumah ini.
Tapi kini mereka sudah seperti akan di hakimi karena ketahuan telah berbuat mesum.
" Tuan Besar sudah menunggu anda berdua Nyonya, Tuan..." Ucap ramah pria berambut gondrong itu.
Walau sapaan nya terdengar ramah, Tapi tidak dengan raut wajah nya.
Wajah nya tetap datar dan sangar.
" Pa-papi tau ??" Pria itu kembali mengangguk.
" Ayo kita temui Papi kamu. Aku rasa calon mertua ku sudah lama menunggu kehadiranku. " Ello bersiap mengemudikan kembali mobil nya.
Saat masuk ke halaman dalam rumah Bulan, Dia kembali melongo dan kaget.
Kenapa ada mobil yang sangat di kenali nya ??
Itu seperti mobil ???
Ello bergegas keluar dari mobil bersama Bulan, dan benar dugaan nya.
__ADS_1
Saat sampai di raung keluarga yang megah itu, Ello melihat wajah wajah yang sangat di kenali nya.
Dia memejamkan mata nya sejenak, Lalu berjalan dengan menggandeng tangan lembut Bulan.
" Selamat Siang---"
Bugh...
" Ell...."
" Papi "
" Danello !!" Pekikan ketiga wanita berwajah Asia terdengar jelas disana.
Sementara wanita Lanjut Usia dengan wajah Bule nya hanya bisa bersembunyi di lengan kekar suami nya.
Semua orang tidak dapat mencegah hal itu saat Ello mendapatkan hadiah dan salam perkenalan dari calon mertua nya.
Pukulan nya cukup kuat, Itu baru selesai operasi, Bagaimana jika Pria Asia itu sehat ??
Habislah dia dan wajah tampan nya.
" Kau !!!" Tunjuk Papi Sanjaya pada Ello yang masih di bantu Bulan untuk berdiri. Walau sebenar nya dia bisa sendiri.
" Kau !! Kau telah berani dan lancang karena telah menghamili putri kesayangan ku, Lalu dimana kau saat dia sedang mengandung??" Ello diam saja karena masih mencerna semua ucapan dari calon mertua nya.
" Aku memang salah karena telah memisahkan calon anak dan ayah nya. Tapi apa yang kau lakukan ? Sedikit pun tidak ku lihat niat dan keseriusan mu dalam mencintai putri ku ! Ku lihat kau baik baik saja tanpa putri ku. Kau tidak datang untuk hanya sekedar mencari nya. Awal nya aku merasa sangat bersalah dengan kesedihan putri ku, Lalu aku kembali mengeraskan hati ku saat tidak ku lihat sedikit pun perjuangan mu untuk mencari dimana putri ku. !" Papi Sanjaya menghela nafas nya secara kasar.
Bahkan Mami Regina terus saja mengusap dada suami nya dan terus menggunakan kata sabar untuk sang suami.
Tapi seperti nya tidak berhasil.
" Kau ! Kau dan keluarga mu bukan orang susah yang tidak bisa mencari informasi di mana putri ku ! Tapi apa ?? Kau hidung dengan baik baik saja. Kau hidup dengan sangat mewah dan menghamburkan uang uang mu untuk pesta Alkohol di club' setiap malam nya dan mengencani banyak wanita ,! Bahkan kau tidak segan sega bercumbu dengan wanita wanita seksi saat berada di Sebuah kapal pesiar. Kau terlihat sangat bahagia, Sementara putri ku hidup susah ! Dia bahkan tidak ingin menerima bantuan dari Ku sebagai Papi nya. Dia hanya menerima uang ku untuk cucu cucu ku. Dia sampai harus bekerja hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup nya sendiri. Lalu kau ??? Dimana kau ???" Ello hanya bisa tertunduk lesu.
Calon mertua nya ini sedang mengabsen semua dosa dosa nya. Dosa dosa yang di sesali nya.
" Bahkan aku tidak yakin jika kau tidak meniduri mereka !"
Deg !..
Jantung Bulan berdetak tak karuan. Dia kembali mengingat foto foto Ello di media sosial nya para wanita yang berkencan dengan nya dulu hingga kini.
Perlahan Bulan melepaskan genggaman tangan nya.
Tapi Ello menggeleng dan semakin menguatkan genggaman tangan nya.
" Pikirkan lagi Buu, Kau ingin menikahi Pria seperti ini. Papi tidak akan ikut campur. Permisi !" Papi Sanjaya meninggalkan ruangan itu yang masih di hadiri tamu tamu nya.
Semua orang tidak bisa berkata kata lagi.
Terutama Ello.
Dia begitu menyesali segala perbuatan nya dulu.
" Maaf semua nya. Saya akan bicara dengan suami saya. Dia memang seorang ayah yang sangat emosional mengenai putri kesayangan nya. Saya mohon pengertian nya. " Mami Regina meminta maaf atas sikap suami nya.
Hal itu di sambut baik oleh keluarga calon besan nya.
__ADS_1
" Saya mengerti Nyonya Sanjaya. Saya sebagai Orang tua dan Opa dari Danello mengerti atas sikap Emosional Tuan Sanjaya, Karena dia ingin yang terbaik untuk putri nya. Terima kasih. Kami pamit. "
...❤️❤️❤️...