Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Menemui


__ADS_3

Jery langsung panik dan berpikir yang tidak tidak. Apa selama ini dia terlalu acuh dengan sekitar nya ?


Ya mungkin saja. karena selama ini Jery selalu sibuk dengan pekerjaan nya dan segala pola tingkah Renatta yang selalu minta ini dan itu dan sial nya dia selalu menuruti nya tanpa merasa ada kejanggalan sedikit pun.


Bahkan dia kembali memutar penggalan penggalan kisah nya dengan Renatta namun dia tidak dapat mengingat apa pun selain kecelakaan waktu di Munich 7 tahun yang lalu yang hampir merenggut nyawa nya.


Ternyata Tuhan masih menyayangi nyam Yang di ingat nya sebelum kecelakaan itu, Dia menerima Telepon dari Renatta dengan suara berurai air mata seakan sedang merasakan kesakitan yang luar biasa.


Bukan sakit Fisik, Tapi sakit batin nya. dan tiba tiba kepalanya merasa sakit.


" Aaahhhkkk...." Teriak Jery meremmas rambut nya.


Senja langsung panik saat melihat suami nya kesakitan seperti itu.


" Mas, Mas, Kamu kenapa ? Mas ?" Senja begitu panik saat melihat Jery seperti itu .


Bahkan saat ini air mata nya juga sudah mengalir dari mata indah nya .


" Mas, Kamu kenapa ???" Senja mensejajarkan tubuh nya pada Jery yabg terduduk di lantai.


Dengan perut buncit nya Senja memeluk Jery yang masih kesakitan.


Jery yang merasakan bahu nya basah pun perlahan mulai tenang dengan pelukan hangat istri nya itu.


" Aku tidak apa apa Senja...Jangan menangis sayang... " Jery tidak tahan saat melihat wanita sunset itu menangis.


" Kamu gak papa kan Mas ? Kamu baik baik aja kan ?"


" Iya aku baik baik saja Senja. Hanya sedikit pusing saja.Mungkin terlalu lama di bawah sinar matahari. " Dusta nya.


Senja pun juga mulai ikut tenang disana saat melihat wajah Jery sudah baik baik saja.


" Mas harus berangkat ke Belanda Sayang. Ada kerjaan mendadak disana. Kamu disini saja ya..." Senja mengangguk tapi sedetik kemudian dia sadar.


Bahwa meninggalkan Senja bersama mertua nya disini tidak benar karena ada Kumbang Terong yang siap siaga merayu dan mendekati wanita sunset nya.


Tidak !


Itu tidak akan di biarkan oleh Jery !


" Oh, Tidak ! Kita harus pulang. Aku lebih tenang jika kamu di rumah Mama dan Papa. Jika terjadi sesuatu segala nya dekat. Jika disini hanya untuk Klinik saja sulit. "


" Tapi aku masih mau disini Mas. Kata bapak besok mau liat kebun Teh baru kita yang kamu beli."


" Senja tolong ! Untuk kali ini saja jangan membantah ku. Aku hanya mengkhawatirkan mu dan anak anak saja. " Jelas Jery lagi.


" Untuk besok saja Mas. Setelah dari kebun aku langsung pulang Ya Mas. "


" Senja...."


" Mas...Aku mohon..." Pinta Senja dengan mata indah nya.


Jery kalah. Benar benar kalah. Dia kalah dengan mata indah itu.

__ADS_1


Sial ! Mengapa dia menjadi selemah ini jika melihat mata indah itu ?


Oke ! Baik lah pikir nya.


" Oke untuk besok saja. Setelah makan siang kamu harus pulang ke rumah Mama dan Papa. Disana kamu akan aman dan nyaman. Ingat jangan nakal !"


Senja mengangguk dengan antusias bahwa Jery mengijinkan nya untuk kembali menginap satu hari saja.


" Oke. Aku antar kamu ke ladang bapak dan ibu sekalian pamit. Aku harus segera berangkat hari ini juga. "


Oke, Mereka langsung menuju ladang ibuk dan bapak nya Senja.


Jery kembali menggerutu saat melihat jalan tanah yang becek serta batu batu itu. Dia jadi menyesal disana. Istri nya merasa tidak nyaman.


Padahal mah Senja biasa saja. Jery nya saja yang berlebihan. Malah Senja tidak merasakan Guncangan yang berlebihan karena mobil mahal itu.


" Aku akan memperbaiki jalan kampung mu ini. Menyebalkan sekali. Apa Pemerintah tidak mengakses jalan ini ? Ck, "


" Jangan mulai lagi Mas. "


" Diam Senja. Aku tidak ingin saat kembali lagi kesini jalanan ini menganggu istri dan anak anak ku. Dan lagi, Aku akan memasang peredam suara di kamar kita. Aku tidak ingin kembali menjadi tersangka di rumah mertua ku sendiri. Rasa nya aku ingin menenggelam kan kepala ku di lubang semut saja. " Gerutu nya lagi.


Senja hanya bisa menghela nafas nya berat. sifat arrogant suami nya ini kembali muncul.


Oh jangan lupakan jiwa sombong nya hasil turunan dari Papa Mertua Bule nya itu. Tapi Senja menyayangi mereka.


Mereka sudah sampai di ladang ibu dan bapak Senja yang sedang penen Jagung itu. Disana Juga Jery melihat banyak pekerja yang sedang memetik cabe,tomat dan sayur sayuran lain nya.


Karena Mertua nya terlihat bersungguh sungguh mengelola perkebunan mereka itu.


" Senja...Nak Jery..." Bapak nya langsung mendekat menghampiri Anak dan menantu nya.


" Pak, Saya mau pamit. Ada kerjaan di Belanda. Dan saya harus berangkat hari ini juga. Senja tidak ikut dan dia meminta untuk menginap satu hati lagi. Dia ingin melihat kebun Teh dan kebun lain nya. " Jelas sang menantu Bule kaya itu.


Para pekerja kebun melihat ke arah Jery saat ini yang memang benar benar Bule dan tampan. Cocok untuk Senja pikir mereka.


Mereka tidak menyangka bahwa Senja bisa hidup bahagia dengan suami nya yang kaya raya itu.


Jery kesal saat banyak mata yang menatap nya dengan tatapan entah lah !


" Yaudah, Mas berangkat gih... nanti ketinggalan pesawat. "


What ? Ketinggalan pesawat kata wanita hamil itu ?


Dia bisa berangkat sesuka hati nya dan kapan pun dia mau dengan burung besi milik nya sendiri. Walau hanya memiliki satu tapi itu cukup bukan ?


" Kau tidak berpikir aku miskin kan Senja ?" Senja heran apa maksud suami nya ?


" Aku kaya Sayang...Kaya. Uang ku banyak. Aku juga punya pesawat pribadi. "


" Is...Buang buang uang saja. "


" Iya sudah aku berangkat. Cepat kembali kerumah disini panas. "

__ADS_1


" Iya bentar lagi mas. "


" Aku pamit pak buk. "


" Hati hati nak. " Jery langsung berjalan menuju mobil nya dia harus segera sampai ke Jakarta dan langsung ke bandara.


Senja heran saat Jery kembali lagi saat sudah hendak masuk ke dalam mobil.


Cup


" Gustiiii....Senja...." Teriak para pekerja kebun bapak dan ibuk nya.


Senja menjadi malu disana. Jery mencium kening nya dengan sayang sebelum pergi.


" Aku pergi ya...Ingat jangan nakal. "


Belum sempat Senja menjawab Jery kembali berulah.


Cup


" Eta Senjaaaa....!!!! Akang Buleee....." Lagi lagi Senja semakin malu kala suami nya mengecup bibir nya dengan tak tai malu nya.


" Mas .."


"Aku pergi..." Jery tidak perduli lagi dengan jeritan para pekerja mertua nya yang menjerit histeris melihat aksi suami Bule nya Senja.


Akhir nya Jery benar benar pergi dari sana untuk kembali ke Kota.


Setelah Jery pergi Senja langsung turun ke ladang untuk melihat apa saja disana.


" Atuh Senja...Jangan kesini. Kamu di pondok saja. Disini panas. " Teriak Buk Marni tetangga mereka.


" Senja mau makan Semangka Buk, Kayak nya enak. "


" Sebentar Nak, Biar bapak ambil kan. " Bapak Senja langsung mencari semangka nya.


Senja duduk di Rerumputan ladang itu. Dulu ladang itu adalah milik orang. Yang Selalu Senja lewati saat hendak pergi bekerja sebagai pemetik daun teh milik Pak Haryo. Dan sekarang Dia lah pemilik seluruh kebun Pak Haryo berkat suami Bule nya.


Dan Jery ? selama perjalanan menuju Kota, Dia terus memikirkan Renatta Dan Renatta. Dia juga belum mendapat kabar selanjut nya lagi.


...❤️❤️❤️...


Maaf semalam gak Up 🙏 Ibuk lagi bleng dan badmood !


Bapak Negara lagi ngambek 😂😂


Alhasil Ibuk harus kerja Rodi tadi malam ekwkwkwk 🤣🤣🤣


Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 🍓



Jangan Lupa baca Brian juga ❤️

__ADS_1


__ADS_2