
" Sekarang ayo kita pulang, Kita makan dirumah saja ya...Atau mau makan di luar ? Ayo..." Jery menggendong Senja di hadapan semua orang.
Bahkan dia sudah tidak perduli lagi Image nya di luar sana yang beristri kan dua. Yang terpenting dia bisa adil bukan ? Itu lah di pikir kan Jery saat ini.
Jery juga memasangkan sabut pengaman milik Senja dan setelah memastikan istri nya duduk dengan Nyaman di dalam mobil, Baru Jery melajukan mobil nya.
Di dalam mobil Senja masih gelisah, Tapi Jery berpikir lain.
" Maaf aku membawa mu di mobil yang ku tumpangi bersama Renatta. Aku begitu panik saat mendengar kau hampir jatuh di kamar mandi. "
" Iya " Jawab Senja.
Iya ? Hanya iya ? Apa Senja masih marah atau apa ? Jery memang harus benar benar mulai belajar dan bersabar untuk memahami istri muda nya itu.
" Maaf kan aku Sayang...Maaf kan aku. " Jery terus meminta maaf di sepanjang perjalanan pulang.
" Iya Mas. Mau makan bakso ya...Boleh gak ?" Senja menatap penuh harap pada Jery.
Bahkan Kedua mata nya memancarkan keinginan yang sangat.
Jery kalah, Mau tidak mau dia harus menuruti permintaan istri nya yang sedang mengandung itu kan ?
Begitu lah yang dia pelajari selama mengikuti kelas ibu hamil, Tapi ini isi nya Laki laki yang ingin memahami para ibu hamil. Dan Jery memanggil khusus guru nya ke Kantor di jam makan siang nya.
Semua itu di lakukan nya demi Senja dan ketiga calon anak anak nya yang tumbuh di dalam diri Senja.
Soal jenis kelamin dia tidak akan menuntut pada Tuhan. Karena Tuhan sudah begitu berbaik hati pada nya dengan memberi ketiga malaikat Cinta nya dengan Senja.
Cinta ? Apa Bang Jery udah yakin cinta sama Madu yang bernama Senja ? Wanita Afternoon nya Papa Bule dan Menantu nya Sunset nya Mama Bule.
" Oke ! Kita lihat dulu tempat nya seperti apa. " Jery mengiyakan setelah kalah dengan mata indah milik Senja.
Jery memutari Kota malam ini demi Semangkok bakso yang di ingin kan istri nya.
Tapi apa yakin hanya satu mangkok ? Kalau ibuk sih gak yakin sih.
Secara Senja jadi Manusia Hero sekarang 😂😂😂
" Itu Mas. Itu...Itu tukang bakso nya...Ada sate juga mas...ayo kita kesana...Ayo Mas. " Jery menghentikan laju mobil nya saat Senja meminta nya.
Di dalam mobil dia masih memandangi lengan nya yang di tarik tarik oleh Senja.
Baru kali ini Jery melihat ekspresi manja dari Senja dan itu sangat lucu di mata Jery.
" Ayo Mas kita turun..Nanti keburu habis. " Rengek Senja lagi semakin manja.
Sadar Jery tidak merespon nya Senja melihat Jery dan sadar dia sudah bersikap manja dan menarik lengan Jery.
__ADS_1
" Maaf Mas. " Senja mencoba kembali bersikap biasa saja.
" Beri kau satu ciuman Kerena telah menuruti permintaan mu. " Goda Jery.
" Ayo kita pulang saja. Gak jadi kalau gak ikhlas. " Senja sudah mulai merajuk.
Cup
Jery mencium bibir Senja sekilas dan tersenyum bahagia saat berhasil mencuri ciuman dari Senja melihat wajah kesal yang di tunjukan Senja pada nya.
" Ayo keluar, Kata nya mau makan bakso nya. Ayo sate nya juga enak mungkin. " Jery mengulurkan tangan nya saat sudah di luar, Dan di dekat pintu Senja.
" Janji dulu boleh makan semua nya. " Senja memberi jari kelingking nya.
" Iya Janji. " Senja menuntun Senja ke warung bakso itu.
Sebenar nya berat dia mengabulkan keinginan Senja jika melihat Warung bertenda ini di pinggir jalan dan di penuhi oleh orang orang.
Jery yang tidak terlalu suka keramaian mencoba menyesuaikan diri walau sebenar nya dia berat.
" Pesan apa Mas Bule dan Mbak Cantik nya ?" Tanya sang pelayan.
" Jangan menyebut istri ku cantik !" Jery tidak suka jika ada yang menatap Senja dengan tatapan kagum nya.
" Lah, Emang sih mbak nya Cantik Mas Bule, Emang mau saya bilang sih mbak nya Jelek ? Kan Mas bule yang rugi juga. " Jery baru akan menyahut tapi Senja lebih dulu menyela nya.
" Saya Bakso Urat nya pake telor dua, Balso Besar nya 2, Kasih Ceker nya juga ya Mas. Es Teh nya satu. sama air meneral aja. " Ucap Senja.
" Cepat lakukan ." Jery mengusir pelayan tadi.
" Mau kemana mas ?" Tanya Senja saat Jery berdiri dari kursi nya.
" Sebentar ya. Aku ke sana bentar. " Kelakuan manis Jery mengundang decak kagum dari semua orang di dalam warung itu yang kebanyakan anak anak muda yang sekarang cemewewan alias pacaran.
" Eh mas Bule mau nambah apa ?" Tanya Pelayan tadi. Semua orang di dapur menatap kagum sekaligus heran disana.
" Istri ku sedang hamil ketiga anak kembar ku, Tolong pastikan semua nya bersih, Jangan tambahkan bumbu penyedap. Tambahkan saja sayuran nya. Aku akan membayar lebih untuk itu. " Ternyata Jery mendatangi Dapur demi memastikan semua nya bersih dan layak untuk di makan Istri nya dan juga anak anak nya.
" Baik Mas Bule. " Dan mereka menyiapkan apa yang di ingin kan Sih Mbak Cantik yang sedang hamil kembar 3 itu.
Jery kembali ke meja nya bersama Senja dan melihat bagaimana Istri nya menatap lapar ke arah semangkuk besar Bakso di hadapan nya. Jery kaget, Bukan kah itu banyak ? Apa istri nya sanggup ?
" Kamu gak makan mas ?" Tanya Senja yang mulai menyantap bakso nya.
" Loh ? Rasa nya beda Mas. " Keluh Senja.
" Kamu hamil sayang, Kasihan anak anak jika mengonsumsi Penyedap rasa. Jadi bisa mengerti kan ?" Senja mengangguk dan menerima saran suami nya.
__ADS_1
" Sini aku suapi Mas, Ini bakso nya enak. " Jery pun membuka mulut nya merasakan bakso itu dan ternyata enak.
" Kita pesan buat Orang rumah boleh Mas ? Bakso nya enak. " Jery mengangguk dan mereka memesan banyak bakso. Mereka memesan 24 porsi bakso untuk para pekerja rumah.
Satu Porsi bakso nya seharga 15 ribu, Jadi Jery harus membayar sebanyak 15x24 bungkus.
Dan yang di makan Senja di gratiskan oleh pemilik warung karena dia baru pertama kali melihat langsung wanita yang hamil bayi kembar 3.
Mereka sudah kembali dari makan malam di pinggir jalan, Dan sampai dirumah Jery makan bakso nya di temani Senja.
Tak lama Papa dan Mama Bule serta Renatta pulang.
" Pa, Ma, Mau bakso ? Mbak Renatta juga mau coba gak ?" Tanya Senja.
" Aku ngantuk. Ree pamit Ma , Pa. " Renatta langsung pamit ke kamar nya bersama Jery.
" Boleh, Kelihatan nya enak. " Senja hendak bangkit dari duduk nya namun di cegah Mama Bule.
" Biar mama Aja. " Mama Bule kaget saat melihat dapur.
Dimana di sana para pekerja rumah besar ini sedang duduk di lantai memakan bakso ramai ramai.
" Maaf Nyonya Besar, Maaf. " Ucap mereka takut.
" Lanjut kan saja. Aku hanya ingin mengambil mangkuk saja. Kelihatan nya enak. "
" Enak Nyonya. Nona Senja yang memberi kami. Bahkan para satpam juga makan. "
" Oke Lanjutkan!"
Mereka sudah menyelesaikan makan bakso nya malam ini dan Jery sudah berada bersama Senja di kamat nya, Jery bersiap untuk tidur bersama Senja.
" Mas, gak apapa kamu tidur sama aku ? Mbak Renatta gimana ?"
" Nanti aku juga melihat nya setelah kamu tidur. Sekarang ayo pejam kan mata mu. Aku disini. " Perlahan Senja mulai terpejam saat merasakan kenyamanan dari usapan tangan Jery di perut nya.
Setelah cukup lama Jery menidur kan Senja, Jery bersiap keluar untuk melihat Renatta di kamar nya.
" Jangan Nakal Baby, Daddy sayang kalian, " Jery mencium perut Senja dan juga kening Senja.
...🥰🥰🥰...
Nah kan ? Udah mulai luluh Wanita Afternoon nya Papa Jack, Dan Menantu Sunset nya Mama Bule ❤️
__ADS_1
Mampir yuk, Di Sugar Uncle atau Paman Tepung nya Chacha ❤️
Follow juga ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️