Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Single


__ADS_3

Hari hari yang di lalui Bulan berjalan lancar ya walau berat bagi nya.


Sat ini, Bulan tengah menikmati hari hari nya bersama ketiga anak anak tampan nya yang semain hari semakin tumbuh besar dan menggemaskan.


Seperti saat ini, Bula tengah menangis di Rerumputan di halaman rumah mereka yang berada di Desa Guarda.


Ya, Bulan sama sekali tidak ingin Privasi nya dan Privasi anak ana nya di ganggu oleh orang luar.


Bulan tidak ingin hal itu terjadi.


Di saat dia sedang meratapi dan menangisi nasib nya.


Tiba tiba datang seorang wanita cantik mendekat ke arah nya dan duduk di samping nya.


Bahkan wanita itu sudah mengajak nya bicara.


" Hai, Hallo, Apa kamu bisa bahasa Inggris ?" Tanya Lila tiba disana dalam berbahasa Inggris.


" Lila...Jangan sembarangan. " Ucap Brian mengejar Lila.


Wanita itu menyipit dan melihat ke arah Lila dan Brian.


" Aku bisa bahasa Indonesia. "


" Ahhh...Syukur lah. Hy, Aku Lila, Eh, Maksud ku Daniella Wilton Grey dan sekarang menjadi Daniella Thominshon Jade. Kau siapa ?"


Deg !


Jantung Bulan berdegup kencang, Daniella Wilton Grey, Ingatan nya tertuju pada Sosok Pria yang merebut hati nya hingga saat ini.


" Maaf, Aku harus pergi. " Bulan meninggal kan Lila dan Brian dengan perasaan aneh.


Kenapa dia bisa bertemu dengan saudara nya pria yang masih sangat di cinta nya hingga kini ?


Kenapa ?


Kenapa Tuhan ???


Setelah kepergian nya Bulan, Wanita yang bernama Daniella itu masih terus menatap nya dengan dahi berkerut.


Dimana dia pernah menemukan wajah itu ya ?


Seakan wajah itu tidak Asing bagi nya.


Dimana dia pernah melihat nya ?


Tapi yasudah lah, Mungkin dia salah orang.


Saat kembali kerumah nya, Ketiga anak nya sudah bangun, Anak anak nya sudah tumbuh menjadi anak yang sangat menggemaskan .

__ADS_1


Usia mereka saat ini hampir memasuki 4 tahun, Dan selama itu pula dia tidak pernah menjawab dengan Benar jika ketiga anak anak nya bertanya tentang Papi mereka.


" Mi, Papi dimana ? Dimana Papi ? Kenapa Papi tidak pernah datang ?" Davio selalu saja bertanya dimana Papi nya.


Bulan kembali merasakan sakit hati nya saat anak nya kembali bertanya dimana Papi mereka.


Melihat Mami nya bersedih, David langsung memarahi adik nya.


" Davio, Jangan terus bertanya dimana Papi, Kita tidka butuh Papi, Cukup dengan Mami saja. Ada bibi Jesline, Ada Bibi Matilda, Ada Bibi Anushka, Itu sudah cukup. " Seru David sih sulung triple DSG.


" Tapi Kak, Marcel punya Daddy, Bianca punya Daddy, Lalu kita tidak ada Papi ? Kenapa ?" Tanya Davian menimpali.


Bulan hanya bisa memejamkan kedua mata nya menahan sesak di dada nya.


Semetara David sudah emosi dengan adik adik nya. Dia lah sulung disini, Berarti dia harus bisa melindungi mereka semua bukan ?


" Stop Davio, Davian, Jika kalian terus membuat Mami menangis, Aku tidak akan segan segan menghancurkan semua mainan kalian ! " Ancaman David sukses membuat kdua saudara kembar nya diam dan meurut.


" Maafkan kami Mami..." Sesal kedua bersaudara itu.


Sementara David memeluk Mami nya dengan erat di susul lagi degan Davio dan Juga Davian.


Bulan semakin meluncurkan air mata nya saat merasakan ketulusan ketiga anak anak nya.


Dia semakin menangis, Terakhir dia tau kabar tentang Ello, Pria itu sudah lulus 2 tahun yang lalu, Bahkan Pria itu sudah menyelesaikan S2 nya dengan nilai sempurna dan Bulan bangga akan hal itu.


" Maaf kan Mami anak anak, Mami gak bisa jadi Mami yang baik untuk kalian, Maafkan Mami..." Bulan terus saja meminta maaf pada anak anak nya.


Sampai pelukan itu terlepas dan mereka mula tenang.


" Ayo, Sekarang kalian tidur siang, Mami buat kan susu untuk kalian. "


" Yes Mam..." Sahut ketiga nya serentak.


Setelah Bulan meninggalkan mereka dengan segelas susu di masing masing, Bukan nya tidur mereka malah membuka laptop nya.


" Kak, Dave, Pliss...ini demi Mami juga. Pasti ada yang alah disini . Ayo kita cari Papi, Setelah kita mengetahui nya aku dan Vian tidak akan bertanya apapun lagi tentang Papi. " David masih menatap kedua adik nya yang kini menatap pada nya.


" Baik ! Jangan lagi bertanya apapun pada Mami. " Kedua adik nya mengangguk.


Mereka langsung mengunci pintu kamar nya dan Davian lah yang memulai nya karena memang dia ahli nya di bidang komputer dan David ahli dalam obat obatan, Dan Davio ? Dia bisa apa ?


Dia adalah mekanik hebat, Bahkan di usia nya yang masih belum 4 tahun dia sudah bisa membenarkan aliran listrik yang konslet.


Davian mulai mengetikan sesuatu, Kata kunci dari nama mereka.


keluarga grey


Agak lelet memang, Tapi akhir nya keluar lah seluruh anggota keluarga Grey disana.

__ADS_1


Dari yang paling Tua ada Jackson Grey, Lalu istri nya bernama Claire Anastasia Wilton Grey.


" Apa itu Opa dan Oma buyut kita Vian ?" Tanya Davio penasaran.


" Mungkin ?" Jawab nya acuh.


Lalu keluar lagi Pria bule bernama Jeremy Wilton Grey dan Alira Senja Wilana.


" Dan ini Mungkin Oma dan Opa kita Vio. " Davian memberi tahu tentang pria Seusia Opa Sanjaya dan Oma Regina.


" Wah, Mereka memiliki 3 anak kembar juga, Apa salah satu dari mereka adalah Papi ? " David masih menatap 3 orang dalam sebuah foto, Diman Disana ada Pria berwajah Asia mirip dengan Wanita bernama Senja tadi.


Lalu Wanita berambut pirang dengan mata inda mirip Pria Bule bernama Jeremy lalu...


Deg !


" Hey, Guys, Ini Papi kita, Ini pasti Papi kita, Lihat...Mata nya mirip David, Rambut nya juga mirip dengan Kita, oh God, Apa dia Papi kita ?" Seru Davio heboh.


Sementara David masih menatap Pria bule di layar laptop milik Davian saat ini.



" Kak, Dave, Dia Papi kita, Nama nya Danello Wilton Grey, Dia pasti Papi kita...Lihat seluruh nya mirip dengan mu kak Dave. " Namun tidak bagi David.


Pasti ada yang salah disini , Apa yang salah ?


" Ck, Tapi kenapa di biodata nya saat ini Papi Single ? Dan siapa wanita wanita ini ? Apa mereka kekasih Papi ? " Tanya Davio lagi.


" Sudah ! Tutup Laptop nya dan ayo tidur siang. Nanti Mami marah. "


" Tapi kak, Mai sering mengigau, Maafkan aku Ell, Maafkan aku , Apa Ell itu panggilan Mami ke Papi ? Danello ? Apa Mami memanggil nya Ello ? Ell ? Cocok bukan ?" Davian terus mengklik semua informasi tentang Papi nya dan semakin lama dia semakin penasaran.


" Indonesia ? Keluarga Papi di Indonesia ? Kita harus menjalankan rencana kita Vio,. " Davian berbisik pada Davio.


Jika mereka menceritakan semua nya pada David sang Kakak, Maka di pastikan Saudara mereka yang bermuka datar itu pasti tidak akan setuju.


" Iya Vian, Kita harus memulai Rencana nya. Kita buat Akun Media Sosial dulu, Nama samaran, Lalu kita Follow akun Papi. Baru kita jalankan rencana selanjut nya oke. " Davio mengangguk membenarkan ucapan saudara kembar nya sih bungsu Triple DSG.


" Tapi kita harus memiliki Foto Mami dulu, Yang cantik, Apa Papi akan mengingat Mami atau tidak. " Davio kembali mengangguk.


" Davio, Davian, Tidur siang..." Ucapan datar David mengehentikan bisik berbisik mereka.


" Iya Kak. " Mereka menutup laptop Davian dan besok mereka akan menjalankan rencana awal mereka untuk mengambil foto sang Mami.


...❤️❤️❤️...


Salam kenal dari Triple DSG ❤️


__ADS_1


__ADS_2