
" Ma, Kenapa disini ? Bisa bisa laki laki Tua itu akan mengamuk nanti. " Sela Jery saat Mama nya memilih duduk di sofa mengamati sesuatu dari ponsel nya.
" Papa sedang Rapat, Mama akan kesana sepuluh menit lagi, " Melihat ke arah jam tangan mahal nya.
Mama Claire adalah wanita high Class. Semua yang di kenakan nya tak jatuh dari 500 juta.
Mama Claire sudah biasa hidup mewah sejak kecil, Tapi semasa remaja dan dewasa dia biasa bekerja hingga bisa bertemu Papa Jack yang sok angkuh dan sombong.
Padahal ya Eror !
" Kamu habis kan Makanan nya ya sayang, Mama pergi dulu. Mama harus bekerja agar bisa mendapatkan tas kulit buaya itu. Harga nya 2,5 M kalau gak salah. "
" Kemarin ada yang sold out dengan nama Gale Thominshon Jade, Untuk istri nya di lelang. "
" Iya Ma, Dia orang hebat. " Puji Jery.
" Sudah lah, Mama harus pergi. Kakek Tua itu bisa mengomel nanti nya. " Akhir nya sang Mama Keluar.
Tapi saat keluar, Dia melihat suster membawa surat dan Sebutir pil yang di kenali nya di dalam wadah plastik.
" Apa itu milik Nyonya Senja ? " Tanya Mama Claire melihat Suster itu gugup.
" Iya , Nyonya. Tapi beliau berpesan untuk memberikan nya langsung. " Mama Claire mengangguk.
" Aku akan memanggil Putra ku, Dan saat aku keluar kau bisa masuk dan memberikan itu langsung pada nya. " Suster tadi mengangguk.
Mama Claire kembali ke dalam kamar Senja dan memanggil Jery.
" Jer, Temani Mama sampai ke parkiran ya. Mama sedikit canggung dengan rumah sakit. " Beralasan. Tapi Jery langsung menuruti sang Mama .
" Aku antar Mama sebentar ya sayang, Kamu baik baik ya. Aku akan panggil Suster untuk menemani kamu. " Senja mengangguk dan Jery keluar .
Pas sekali, Saat Jery hendak keluar, Ada suster disana dan langsung meminta nya untuk menemani Senja.
" Ini Nyonya. " Suster tadi langsung menyerahkan hasil nya setelah Jery pergi.
Senja membuka dan membaca surat yang tertera disana hasil dari lab rumah sakit ini.
Disana tercetak dengan jelas nama obat apa yang sedang di periksa.
Benzodiazepine adalah salah satu tipe obat penenang atau dalam bahasa Inggris disebut dengan tranquilizers. Beberapa nama yang sering beredar misalnya Valium dan Xanax. Benzodiazepine bekerja di saraf pusat, memberikan efek ketenangan dan membuat otot-otot lebih lemas dan santai. Obat ini juga akan meredakan kecemasan dan ketakutan yang berlebih. Dalam arti besar pasien yang sedang mengonsumsi nya tidak dalam keadaan baik baik saja..
Berarti obat yang di konsumsi Renatta selama ini adalah obat penenang ? Atau bisa di bilang Renatta mengalami Gangguan Mental ?
Senja kaget bukan main, Dia benar benar tidak percaya ini semua.
__ADS_1
Bagaimana cara dia menyampaikan nya pada Jery ? apa dia akan percaya ?
Jika soal Mama dan Papa mungkin mereka akan percaya. Tapi Jery ?
Senja harus apa ? Aahh...Tiba tiba rasa pusing kembali menyerang nya.
Tenang, Senja. Tenang. Jangan takut, Jangan panik.
Jery akan semakin panik jika melihat keadaan mu. Begitu lah dia menyemangati diri nya sendiri sebelum Jery kembali.
" Terima kasih, Hm aku hanya memiliki ini. Terima kasih telah membantu ku. " Senja mengambil beberapa lembar uang 100 dari dompet suami nya yang tergeletak begitu saja di meja.
" Sama sama Nyonya. Sama Pamit. " Saat Suster itu keluar Saat ini juga Jery sampai di kamar Senja.
Tepat saat Senja masih memegang dompet milik nya.
Jery menatap heran ke arah Senja yang sedang memegang dompet nya.
" Maaf Mas, Tadi aku ambil uang kamu 300 ribu buat suster tadi. Dia udah bantu pijat kaki aku sebentar. Tidak Papa kan Mas ?"
Maaf Mas, Aku harus bohong.
" Oh iya. Tidak Papa. Lalu kaki nya sudah baikan ? atau mau aku pijat lagi ?" Lanjut nya sambil menerima dompet nya yang di sodorkan Senja.
" Oh, Oke. Nanti aku minta orang rumah bawa ponsel kamu ya. " Jery langsung melakukan panggilan telepon pada nomor bapak, Namun tidak di angkat dan mencoba menghubungi nomor Guntur adik nya Senja.
" Hallo Kak, " Sapa Guntur saat sambungan Vidio Call di lakukan.
" Hallo, Guntur, Ibuk sama bapak kemana dek ?" Tanya Senja.
" Ibuk sama bapak lagi ke ladang kak. Hari ini mereka panen cabe,Jagung manis dan ketimun Kak. Bapak juga lagi coba nanem semangka, Kali aja berhasil kata nya. " Cerita Guntur adik nya Senja yang masih SMP kelas 3.
" Oh iya Kak, Kakak dimana ? Kok kayak dirumah sakit gitu. "
" Kakak capek Dek, Maka nya di bawa kerumah sakit."
" Lagian juga hamil itu satu aja kali kak. Ngapain sekali 3 coba ?"
" Kamu ini dek. mana kakak tau. Udah deh, Salam ke bapak ibuk ya dek. Sekolah yang bener kamu tuh. "
" Libur kali kak. Sekolah lagi ada rapat untuk anak anak ujian semester. Yaudah aku susul bapak dulu ya. Mau bantu angkat Sayuran nya ke Mobil. "
" Eh Mobil ? Gayaan banget punya mobil. " Ejek Senja.
Dia sama sekali tidak tau apa yang sudah di berikan suami nya pada keluarga nya .
__ADS_1
" Bang Jery yang kasihin kak, Mobil Pick Up untuk angkat sayur dan gabah padi Kak. Mobil untuk jalan jalan juga ada. Kata orang yang antar itu dari Bang Jery. " Cerita Guntur lagi.
Senja menatap Jery dengan intens, Kenapa tidak bicara pada nya dulu soal Keluarga nya ?
Jery sebenar nya merasa aneh di panggil abang oleh Guntur.
Masak iya tampang nya yang bule itu di panggil abang. Guntur kira dia jualan Rujak keliling apa ? Atau tukang bakso pangkalan ?
" Guntur juga punya motor baru kak. Keren kan ? Ponsel Guntur juga Apel separoh kak camera nya juga ada 3. Kayak yang di tv tv itu. Ponsel Galuh anak nya kepala sekolah aja kalah sama ponsel aku. " Guntur mengarahkan kamera ponsel nya pada Motor Sport warna hitam yang sangat keren.
Dan Senja tau itu harga nya mahal.
" Lihat, Itu juga mobil kita disini kak. " Guntur juga memberi tahu mobil Alphard warna Putih mengkilap untuk keluarga nya Senja.
" Kamu udah bilang makasih ke suami kakak ?" tanya Senja merasa tidak enak pada suami nya.
" Udah Kak. Bang Jery bilang nanti mau ajak aku keliling Desa kalau udah kesini. Tapi kata abang Gak boleh naik motor Gede dulu. Kan aku baru bisa bawa motor Matic nya bapak. Bapak juga gak bolehin sebelum aku masuk SMA nanti. " Jelas Guntur lagi
" Yaudah. Kakak Tutup ya. Kamu baik baik disana. Jangan nakal. Bantuin ibuk bapak di ladang. Kamu tuh anak cowok. "
" Iya Kak. Cerewet banget sih matahari tenggelam ini. " Cibir Guntur lagi.
Jery hanya bisa tersenyum saja melihat interaksi kakak beradik itu. Dia sama sekali tidak terganggu dengan itu.
Dia masih sibuk mengelus perut Buncit istri nya itu.
" Kamu kasih semua itu ke keluarga aku tapi gak bilang ke aku Mas ?" Tanya Senja saat panggilan telepon nya sudah terputus
" Aku rasa itu bukan hal yang penting. Aku ingin memberi apa yang memang harus aku beri untuk keluarga kamu. Dan mereka juga keluarga aku. Kami tau betapa bahagianya Guntur saat dapet ponsel itu ? " Senja menggeleng.
" Dia berjanji akan mendapat kan peringkat satu di Ujian akhir nanti. Dia ingin membuat Aku bangga kata nya. " Senja begitu terharu dengan ini semua .
Dia juga tau bahwa adik nya memang selalu juara, Dan semoga Guntur bisa sukses kedepan nya nanti.
" Dan aku juga baru tau kalau julukan kamu itu banyak ya. " Senja tidak paham dengan kata kata Jery
" Wanita hamil, Menantu Sunset, Wanita Afternoon, Dan sekarang matahari tenggelam. Tapi seharus nya kan matahari terbenam ya ?" Goda Jery lagi.
" Ih...sakit sayang...Auuhh..." Jery mengaduh saat Senja mencubit lengan nya dengan kesal karena sudah mengejek nya.
...🥰🥰...
Apel separoh gaes kata Guntur Mah 😂😂
Yuk, Kuy Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️
__ADS_1