
...Daniel Wilton Grey...
Di sebuah danau di sebuah kota romantis di Austria, Tepat nya di Kota Wina, Duduk lah sepasang anak manusia yang kini terdiam dengan hembusan angin yang cukup menusuk ke tulang mereka.
Musin Semi Tahun Lalu.
" Pulang lah Dane, Tempat kamu bukan disini. " Pria yang di sebut nama nya langsung melihat ke arah sang wanita.
" Tolong Bun, Setidak nya tolong, Sekali saja minta pada ku untuk membawa mu, Maka aku akan membawa mu, Aku akan membawa mu jauh dari sini. "
Tes...
Air mata itu keluar dari sudut mata wanita cantik di samping nya itu.
Daniel merasakan juga kesakitan nya saat melihat mata indah itu berair.
" Jangan menangis Embun ku, Jangan..." Daniel ingin menghapus air mata nya.
Namun Embun lebih dulu menghapus air mata nya.
Dia tidak ingin Daniel di cap buruk karena dekat dengan nya.
" Cukup Dane, Kita berbeda. Aku dan kamu berbeda Dane, Aku bukan lagi Embun yang dulu. "
" Kamu tetap Embun ku, Cahaya Embun ku..."
" Dane, Tolong jangan begini, Aku tidak ingin terus tersiksa dengan rasa bersalah ku, Kita sudah berbeda Dane, Aku wanita bersuami. "
" Suami mana yang tega memukul istri nya ? Suami mana yang tega membawa ****** ke dalam rumah nya, Dimana disana ada istri nya ? Katakan embun, Suami macam apa ??"
" Dane Cukup !! Sadari batasan mu !" Embun marah.
Dia bahkan sudah bangkit dari duduk nya.
Air mata nya kian merembes keluar dari mata nya,
Sakit sekali berada dalam lingkaran kehidupan ini.
" Pulang lah Dane, Tempat mu bukan disini. sadari batasan mu. Aku wanita bersuami ! Kamu pria hebat, Kamu berhak mendapatkan wanita yang lebih baik segala nya dari aku. "
" Tapi aku menginginkan mu ! Bukan wanita lain nya. "..
" Aku rasa pertemuan kita cukup sampai disini saja. Maaf tidak menyambut mu dengan baik. Hati hati saat dalam perjalanan pulang. " Embun sudah pergi dari sana, Namun saat Jarak mereka lumayan jauh, Dane langsung mengejar nya.
Bahkan kini dia juga sudah memeluk Embun nya.
__ADS_1
" Tolong, Minta pada ku untuk membawa mu, Tolong katakan kau juga memiliki rasa yang sama dengan ku, Tolong embun..."
" Maaf Dane..." Embun melepas kan rengkuhan tangan Daniel di pinggang nya dan berlalu begitu saja dari sana.
Daniel masih diam di tempat nya, Andai saja Embun cerita pada nya dulu, Andai saja Embun datang pada nya dulu, Meminta bantuan nya, Mungkin saat ini mereka saat ini sudah bersama seperti pasangan pada umum nya.
❄️
❄️
❄️
" Dari mana saja kau hah ? Istri macam apa kau ini ? Kelayapan sesuka mu. " Baru embun membuka pintu rumah mereka, dia sudah di sambut teriakan dan kemarahan suami nya.
" Maaf suami ku, Aku tadi habis keluar, Belanja keperluan rumah. " Embun memperlihatkan kantung belanjaan nya pada Wilson suami nya.
" Babe, Aku lapar sayang..." Embun dan Wilson melihat ke arah tangga dimana seorang wanita seksi baru turun dari lantai atas dengan memakai pakaian haram berlapis jubah nya.
Embun kembali memejamkan mata nya kala melihat pemandangan ini.
Ini sudah sering terjadi pada nya, Bahkan dia seperti pembantu disini, Dirumah nya sendiri.
" Kau dengan Anna bilang apa bukan ? Masakan makanan untuk kami. Aku sudah lapar. " Betapa sakit nya hati Embun.
Inilah yang selalu terjadi, Bulan menjadi pembantu, Bahkan kamar utama, Dimana seharus nya dia berada, Kamar itu di jadikan arena pertarungan nafsu bejat mereka.
Pasangan tidak halal !
" Baik suami ku. " Embun langsung membawa kantung belanjaan nya ke dapur dan bersiap untuk memasak makanan untuk suami nya.
" Ck, Menjijikan. " Embun tetap diam saat wanita selingkuhan suami nya menatap rendah bahkan terlihat jijik dengan kehadiran nya.
" Jika aku jadi kau, Aku sudah pergi dari pada bertahan dengan pria yang tidak mencintai ku sama sekali. Menyedihkan sekali hidup mu !" Kata kata pedas itu selalu di dengar Embun.
Setiap saat !
Bahkan dirumah ini dia menjadi pelayan untuk wanita selingkuhan suami nya sendiri.
Terbuat dari apa hati mu Embun ? Hingga kau kuat seperti itu.
Bertahan setegar dan sekuat batu karang, Walau di hantam gelombang besar bahkan tsunami sekali pun kau tetap kuat dan berdiri tegak.
Walau batu karang tidak rata dan banyak cacat nya terkikis oleh air garam, tapi kekuatan nya tetap luar biasa.
" Aku bertahan karena bapak dan ibu, Mereka kekuatan ku, Ada Audrey juga yang membutuhkan banyak biaya sekolah nya. " Embun terus menguatkan hati nya demi keluarga nya.
Keluarga Wilson suami nya itu terlalu banyak membantu keluarga nya, Ketulusan ibu mertua nya membuat nya kasihan atas wanita Tua itu.
Tapi satu, Ibu mertua nya tau semua perlakuan bejat putra nya dan hanya bisa memberikan kata sabar dan kekuatan untuk nya.
__ADS_1
Tidak dengan ayah mertua nya, Jika ayah mertua nya datang, Wilson selalu bersikap layak nya suami hebat untuk nya, Menyayangi nya dan mencintai nya.
Bahkan mereka tidur sekamar jika keluarga suami nya datang berkunjung, Tapi tidak tidur seranjang.
Tak jarang Embun tidur di sofa atau Di karpet bulu tebal di sana.
" Aku kuat, Aku kuat...Aku kuat demi ibu dan bapak. Aku kuat demi Audrey..."
" Auhhh..." Ringis Bulan saat tangan nya terurai pisau kala mengupas bawang.
" Dasar ceroboh !" Embun hanya bisa memejamkan mata nya saat suami nya menoyor kepala nya karena kecerobohan nya.
" Selain ceroboh kau juga buta rupa nya. Cepat kerjakan ! Aku menampung mu disini tidak untuk bersantai ! Aku mengeluarkan banyak uang untuk keluarga miskin mu itu. Ck, Menjijikan. " Belum hilang sakit nya yang kemarin.
Luka hati Embun kembali di siram dengan air garam, Bahkan luka itu bertambah besar.
Embun bisa apa ?
Embun hanya bisa bersabar demi semua yang telah di lakukan keluarga suami nya.
Benar kata suami nya, Sudah banyak uang yang di keluarkan keluarga Wilson untuk keluarga nya.
Biaya operasi ginjal bapak nya, Biaya perobatan, Uang tunjangan setiap Bulan nya dan uang sekolah Audrey.
Embun hanya bisa terus menguatkan diri nya, Karena Keluarga Wilson adalah keluarga Kaya, Majikan ibu nya, Dan dulu Embun juga sering membantu ibu nya kerja disana hingga Ibu mertua nya itu melamar nya dan akan berjanji membayar semua biaya perobatan bapak nya, Asal Embun mau menikah dengan putra nya dan itu Wilson, Wilson Airlangga.
Sementara di luar rumah nya, Daniel masih menatap rumah dimana pujaan hati nya berada, Bahkan dia tau semua jika hidup kekasih hati nya tidak baik baik saja.
Berulang kali Daniel berkata akan membawa nya, Tapi Embun selalu menolak nya.
" Bertahan lah Cahaya ku, Bertahan lah, Setelah bukti bukti itu ku dapatkan, Kau akan terbebas dari nya, Aku akan membawa mu bersama ku, Kita akan hidup bersama. Sekali pun keluarga ku menentang, Aku akan tetap membawa mu, Walau harus kehilangan segala nya. " Daniel terus menatap rumah lantai dua di hadapan nya itu.
Sakit sekali hati Daniel saat melihat dan merasakan tangan wanita nya begitu kasar, Bahkan juga Daniel pernah melihat luka lebam di sudut bibir nya, Dan luka luka lebam lain di tangan serta kaki Embun.
Dan apa alasan nya ? Alasan yang tidak masuk akan menurut Daniel.
" Sudah lah Dane, Aku hanya terjatuh di kamar mandi, Saat hendak membersihkan kamar mandi. " Bola mata Daniel sekam ingin keluar.
Membersihkan kamar mandi ? Apa rumah besar itu tidak memiliki pembantu dan pelayan ? Hingga kamar mandi harus Embun yang membersihkan nya ?
Rasa nya Daniel begitu emosi, Tapi lagi lagi Embun selalu menyangkal nya.
Dan bahkan Embun selalu berkata bahwa suami nya sangat mencintai nya dan menyayangi nya.
Awal nya Daniel percaya, Sampai pada suatu saat, Saat Daniel tiba tiba datang ke Negara ini dan ingin melihat Embun dari jauh, Disana dia melihat bahwa Embun di perlakukan dengan sangat tidak manusiawi.
Di seret dan di Jambak rambut nya, Bahkan di hempas kan begitu saja ke lantai rumah mereka, Sejak saat itu lah Daniel terus mencari informasi tentang Embun dan dia baru tau segala nya.
Bahwa Embun nya tidak dalam keadaan baik baik saja.
__ADS_1
...❄️❄️❄️...
Hello, Welcome to Story' Off Daniel & Embun 🤍