Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Seserahan


__ADS_3

" El ? Apa ini ? Kenapa harus seperti ini ? Kenapa Dengan Mommy dan Oma ?" Tanya Bulan saat mereka melakukan sambungan telepon.


Ello tengah di kantor nya, Dia harus menyelesaikan pekerjaan nya sebelum acara pertunangan mereka dan persiapan pernikahan lain nya lagi.


" Buu, Pergi lah dengan Mommy dan Oma sayang, Bahagiakan diri mu, pakai uang ku oke, Belanja juga keperluan anak anak. Ajak mereka bermain. "


" Tapi El,--"


" Sayang, Plis...mengerti lah Sweetbuu, Bahagiakan diri mu okey. " Bulan tersipu malu saat Ello memanggil nya dengan sebutan manis nya.


Sweetbuu ?


Bulan tersenyum merona dengan panggilan dari Ello.


" Yasudah, Jika bisa jemput kami. " Pinta Bulan lagi.


" Iya. Bye Sweetbuu, Love you..."


" Love you to Sweet El. "


Tut !


Bulan langsung mematikan ponsel nya saat setelah dia memanggil Ello tak kalah manis nya.


Sweet El ?


" Aaahhh...rasa nya aku sudah tidak sabar untuk menghabisi mu Sweetbuu, " Gumam Ello tersenyum Gila membayangkan bagaimana nanti dia dan Bulan ???


" Kau gila El !" Gumam nya lagi.


Masih tersenyum dengan terus memeriksa berkas berkas yang begitu menumpuk selama beberapa hari karena kegalauan nya.


Berkas berkas pemasukan dan pengeluaran perusahaan otomotif nya.


Bengkel,Dealler,Bahkan puluhan Ruko milik nya.


Ello cukup sukses dengan usaha nya sendiri tanpa bantuan keluarga nya.


Ello benar benar membuktikan bahwa dia bisa sukses dengan jalan nya sendiri.


Bahkan permainan jual beli saham yang di lakukan nya sangat menguntungkan untuk nya.


" Jadi bagaimana sayang ? Mau satu mobil saja atau kamu sama supir kamu ?" Tanya Senja lagi.


Kini dia sudah berada di depan rumah Bulan.


" Buu bawa mobil sendiri saja Tante, Buu sama anak anak. " Senja menatap Bulan.


Bulan yang di tatap begitu merasa bersalah apa yang di lakukan nya ?


" Panggil Mom sayang, Kamu itu calon istri nya Ello anak Mommy. " Bulan hanya mengangguk saja.


" Boys, C'mon, Kita akan pergi bersama Oma dan Oma Buyut..." Panggil Bulan pada ketiga anak nya.


Ketiga anak laki laki itu menghampiri Bulan dengan wajah bahagia nya, Tapi tidak dengan David.


" Dave, Beri salam pada Oma dan Oma Buyut sayang..." Ucap Bulan dengan tulus.


David hanya membungkuk tanpa suara sedikit pun.


Hal itu hanya membuat Bulan menghela nafas nya berat.


Senja merasa bahwa David ini lebih dingin dari pada Daniel dulu, Bahkan hingga saat ini Dingin nya Daniel terkalahkan dengan dingin nya David.


Mereka semua sudah berangkat menuju Mall, Salah satu pusat perbelanjaan yang dimana disana juga tertanam saham atas nama keluarga Grey,.


" Pilih saya sayang, Beli yang menurut kamu bagus, Itu untuk seserahan kamu sayang. "


" Tapi Bulan tidak terbiasa belanja Mom. "

__ADS_1


" Maka biasakan sayang, ayo pilih..." Bulan menghela nafas nya berat.


Mau tidak mau dia harus memilih yang dia butuhkan bukan ?


Kini mereka sedang di salah satu toko kebutuhan dalaman wanita,.


Saat dia sedang memilih sesuatu, Sepasang tangan melingkar di pinggang nya.


Cup...


Satu kecupan berlabuh di pipi nya.


" Pilih yang merah Sweetbuu, Itu terlihat seksi. " Ello mengering nakal menatap Bulan.


Dan yang di goda hanya menahan malu nya karena saat ini tengah di tatap karyawan toko tersebut.


" Aku ambil ini saja. " Bulan memberikan Dalaman yang di pegang nya tadi.


Namun dia kembali malu d buat Ello.


" Tambahkan ini,ini, dan ini juga. Oh, jangan lupakan lingerie seksi yang bagus untuk calon istri ku. "


Bugh...


" El, " Bulan memukul dada Ello karena kesal dengan ulah pria bule itu.



Cup...


" El...apaan sih ??? Malu tau. " Bulan meninggalkan Ello yang kini sedang menunggu belanjaan Bulan.


" Sayang, Sweetbuu..." Ello mengejar Bulan yang kini memasuki sebuah restoran karena Mommy Senja dan anak anak menunggu mereka disana.


" Buu, Sayang..." Ello kembali memanggil nya.


Kini dia sudah duduk di kursi dimana disana sudah menunggu nya.


" Mi,..." Panggil Dave yang menatap ke arah Mami nya.


Lalu Papi nya juga, Ello hanya bisa menghela nafas nya kasar saat menyadari tatapan tajam putra sulung nya.


" Tenang Boy, Papi tidak menyakiti Mami kalian. " Ello mengangkat tangan nya ke atas saat melihat tatapan tajam nan dingin dari putra nya.


" Sudah sudah, Ayo makan..." Mereka bersiap makan.


Saat sedang memesan, Ello dan Dave ternyata pesanan mereka sama.


Saling melirik Ello tersenyum bangga, Ternyata kesukaan nya dan Dave sama.


Sirloin Steak Medium, Dengan Jus Melon.


" Tosss...." Ello mengepalkan tangan nya dan mengulurkan nya ke depan David.


Tapi Ello tidak mendapatkan apa yang di inginkan nya, Karena Dave hanya menatap nya saja.


Melihat kekecewaan di wajah Papi nya, Davio dan Davian langsung membuat Tos ke tangan sang Papi.


" Thanks Guys..." Ello tersenyum walau tidak begitu lepas karena dia menginginkan Dave yang menyambut tangan nya tadi.


Bulan merasa Sedih untuk itu, Kasihan dengan Ello.


" Dave..." Panggil Bulan dengan Lembut.


Dave menatap Mami nya, Dia tau bahwa dia memang salah.


Tapi rasa nya sulit sekali untuk memulai pembicaraan dengan Papi nya.


Dave adalah tipe anak yang kurang suka bergaul, Hanya kedua saudara nya saja teman nya.

__ADS_1


" Yes Mam ?" Jawab David.


" Say Sorry to Papi Sayang..."


" Buu, It's oke. Im fine..." Tersenyum lembut menatap Bulan.


Walau perasaan nya saat ini sedang tidak baik baik baik saja.


" Sorry..."


" Dave, Plis...Say Sorry To Papi..."


" Buu, Sudah...aku tidak apa apa. Aku baik baik saja. "


" Tapi El, Dave sudah keterlaluan. Aku tidak pernah mengajari nya begitu. " Bulan Merasa malu pada Mommy Senja Dan Oma Claire.


Bulan takut, Mereka menganggap nya tidak benar menjaga ketiga anak nya.


" Buu, sudah..jangan di bahas Sweetbuu, Aku baik baik saja. Ayo semua nya makan !" Ello memimpin doa sebelum makan.


Dan mereka mulai makan dengan hening.


Sesekali Ello melirik ke arah putra sulung nya, Dia merasa kasihan pada Dave.


Dia tau pasti saat ini Dave merasa sangat bersalah dengan nya, Terlebih lagi Bulan memberi tatapan rasa kecewa pada nya, Dan Ello pernah merasakan hal itu.


Bagaimana saat Daddy nya merasa kecewa pada nya.


" Mi, Dave ingin ke toilet. "


" Ayo Papi antar, Papi juga ingin ke toilet. " Ello mencoba mendekat ke arah putra nya.


" Tapi Dave bisa sendiri. Mami selalu bilang bahwa pria harus mandiri. " Ucap Dave lagi.


Hal itu kembali menyakiti perasaan Ello.


" Sudah ayo. Papi juga kebelet. " Ello menggandeng tangan Dave dan mereka ke toilet bersama.


Saat telah selesai, Ello dan Dave kembali berjalan menuju restoran tempat dimana keluarga nya berada.


" Dave..." Panggil Ello dengan lembut, Dia bahkan kini sudah berjongkok di hadapan putra sulung nya.


" Apa yang membuat kamu membenci Papi nak ?" Tanya Ello masih bersikap lembut.


Dia ingin memulai hubungan baik dengan anak anak nya.


Menebus dosa dosa nya di masa lalu, Tapi kenapa sesulit ini ?


" Aku tidak pernah bilang bahwa aku membenci --" Dave masih sulit mengatakan kata sakral itu.


Dan Ello mengerti.


" Call me Papi, Plis..." Ello sampai mengatupkan kedua tangan nya di dada nya berharap Dave mau memanggil nya dengan sebutan Papi.


Sekali saja.


" Dave, Plis..." Tanpa di duga nya, Dave malah memeluk nya.


Bahkan tubuh putra nya ini sedikit berguncang kecil dengan isakan kecil nya pula.


" I Miss You Papi, I Miss You,. Sorry, " Ucap Dave dengan suara kecil nya.


Ya Tuhan, Betapa bahagia nya Ello saat ini.


Dia sangat bahagia atas apa yang di dapat nya saat ini.


Hal itu juga membuat seorang wanita menghapus air mata nya karena bahagia dengan apa yang di lihat nya saat ini.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2