
" Sayang, Kapan kamu melakukan pemeriksaan ?" Tanya Jery ke istri nya.
" Ini tanggal berapa Mas ?"
" Tanggal 6 sayang. " Jawab Jery sambil memakan bubur yang di suapkan oleh Senja.
" Seharus nya kemarin deh Mas. "..
" Kenapa tidak bilang sayang ? Kan kita bisa sekalian periksa. "
" Kamu nya masih sakit Mas."
" Setelah ini kita periksa ! Tidak ada bantahan lagi Senja. "
" Iya Mas. " Akhir nya Senja menurut.
Dia memang ingin memeriksakan kandungan nya bersama Jery. Karena memang di usia kandungan nya yang memasuki bulan ke 5 membuat nya sudah sedikit susah untuk berjalan.
Entah bagaimana lagi nanti jika sudah 9 bulan? Apa dia harus menggunakan kursi roda ?
Entah lah !.
" Mas, Kaki aku bengkak banget loh ini. Liat deh..." Senja menunjukan kaki nya yang memang membengkak.
" Nanti kita tanya ke dokter yank. Yaudah, Kamu udah selesaikan ? Kita ke dokter aja sekarang. " Senja mengangguk dan mulai berjalan di samping Jery
Dan Jery duduk di kursi roda yang di dorong perawat dan mereka langsung masuk keruangan dokter setelah tadi Jery memberi pesan ingin bertemu dengan dokter Mira. Dokter nya sang istri selama menjalani kehamilan nya ini.
" Selamat siang Nyonya..." Sapa dokter Mira dengan senyum lembut nya menyambut Senja dan suami menyebalkan nya.
" Siang juga dokter Mira. Apa kabar ?"
" Sehat Nyonya. " Jawab dokter Mira.
" Langsung saja Ya Nyonya. Kita cek dulu tekanan darah nya. " Senja mengangguk...
" Ayo Nyonya berbaring. " Senja mulai duduk di ranjang pemeriksaan .
Sebelum melakukan USG dokter Mira memberikan Gel anti radiasi dulu di perut Senja untuk melindungi janin yang ada di dalam perut Senja.
" Wuah...Mereka tumbuh Dengan sangat sehat Nyonya. Ini ketiga calon anak anda. " Jery dan Senja masih antusias melihat bagaimana perkembangan anak anak mereka dan itu sudah jelas di layar minitor.
" Apa ingin melihat Jenis kelamin nya ?"
" Apa bisa dok ?" Tanya Jery antuasias.
" Bisa Tuan. Tapi ini hanya prediksi kami saja. Sebagian banyak di luar sana yang tidak sesuai dengan hasil dari pemeriksaan kami . Kembali lagi kepada Tuhan yang memiliki segala rencana nya. " Jelas dokter Mira.
" Kami mau melihat nya Dok. " Ucap Senja yang juga sangat antusias ingin tau jenis kelamin calon ketiga anak anak nya.
" Selamat Tuan, Nyonya. Anak anak anda kedua nya laki laki dan yang satu nya tidak terlihat karena posisi nya tidak tepat. Mungkin ingin menjadi kejutan untuk Mommy dan Daddy nya. "
__ADS_1
" Benar kah kedua nya laki laki ? Lalu yang satu tidak bisa di lihat ?"
" Maaf Tuan. Mungkin bulan depan dia ingin menunjukan jati diri nya. "
" Hm, Apa bisa melahirkan dengan normal Dok ?" Dokter Mira kaget.
Melahir kan secara Normal dengan keadaan mengandung dua bayi kembar saja bisa mengancam keselamatan, Apa lagi ini ada tiga.
" Bisa Nyonya. Semua itu kehendak Tuhan, Tapi alangkah baik nya kita melakukan jalan Secar saja. Itu lebih Memungkin kan untuk saat ini. "
" Secara keseluruhan semua nya baik. Air ketuban dan plasenta nya. Namun kembali lagi semua ada di tangan Tuhan bukan ? " Jelas Dokter Mira lagi.
" Oh, Iya dok. Kaki istri saya membengkak, apa itu tidak masalah ? Maksud ku lihat saja. " Dokter Mira mulai berjongkok dan memeriksa kaki Senja dan di tusuk tusuk nya.
" Nanti kita cek positiv berapa air seni nya ya. Untuk lebih baik kedepannya mulai lah berjalan jalan tanpa alas kaki di pagi hari. Berjemur dari jam 9 pagi. Itu matahari terbaik. Cukup 10 sampai 15 menit saja. Selebih nya hanya menjaga pola makan sehat dsn gizi seimbang ya Nyonya."
" Terima kasih Dokter. " Ucap Senja senang.
" Iya sama sama. Rilex nyonya. See you Baby Triplet. " Dokter Mira mengelus perut buncit milik pasien VVIP nya.
" Iya dok . " Senja dan Jery keluar dari ruang pemeriksaan itu.
Sementara di ruangan nya Papa dan Mama Bule sedang panik mencari anak dan menantu nya. Kemana mereka pergi.
" Pa, Bagaimana jika mereka di culik ? Cucu Mama Pa. " Air mata Mama bule sudah keluar.
" Ma, Tenang. Papa tidak bisa berpikir jika mama terus menangis seperti ini . "
Ceklek...
" Dari mana saja kalian hah ? Kami cemas memikirkan kalian berdua !" Bentak Papa Bule merasa kesal.
" Maaf, Pa, Ma. Senja sama Mas Jery habis Usg tadi. " Papa Jack mencoba menetral kan emosi nya agar tidka menyakiti ibu dari ketiga cucu nya.
" Lalu apa kata dokter ? Kau sudah periksa dan tanyakan kenapa kaki mu membesar seperti kaki gajah seperti itu ?"
Plak...
" Auuu...Sakit !" Ringis Papa Jack saat lengan nya di pukul sang istri.
" Sayang, Semua baik baik saja kan Nak ?" Tanya Mama Claire.
" Semua baik baik saja Ma. Hanya Saja--"
" Hanya saja apa ? Jangan membuat drama disini ! Katakan saja !"
" Kedua nya laki laki, Dan kata Dokter Mira yabg satu nya lagi tidak kelihatan karena posisi nya membelakangi. Jadi tidak terlihat. "
" Tidak masalah. Mau laki laki atau perempuan mereka tetap cucu cucu ku. " Sambung Papa Jack.
" Kau tidak lupa bukan ? Bahwa aku yang akan memberi nama ketiga anak anak mu Putra ku ???" Papa Jack mencoba menggoda Jery yang terlihat kesal dengan orang tua nya itu.
__ADS_1
" Ck,. Jika bukan Papa ku akan ku--"
" Akan apa ? Kau akan melakukan apa pada ku ? Sebelum kau mencapai tujuan mu, Aku yang lebih dulu menggagal kan langkah dan cara licik mu ! Kau lupa siapa aku ? Aku lebih licik dari mu !" Ucap nya sombong
" Licik saja bangga !" Cibir Jery.
" Kau juga menggunakan cara licik untuk menjebak Senja !" Skak Mat !
Jery bungkam.
" Makan buah nya sayang..." Ucap Mama Claire
" Iya Ma..." Senja mengambil potongan buah Apel yang sudah di kupas dan di bersihkan Mama mertua nya .
" Kamu mau Mas ?" Tawar Senja sambil memangku piring berisi potongan Apel yang sudah di bersih kan Mama Mertua nya itu.
" Kamu saja Yank. Makan yang banyak ya..." Senyum Jery terbit untuk Senja.
" Oh iya, Sola kecelakaan mu, Itu murni kelalaian supir Truk nya. Dan saat ini dia sudah di tahan. "
" Oh iya. Syukur lah . Terima kasih Pa. " Ucap Jery tulus.
" Itu tidak Geratis Bung ! "
" Ck, Selalu saja begitu. !" Cibir Jery merasa kesal dengan Papa nya itu
" Uang ku sudah banyak ! Aku hanya ingin kau membelikan ku RM edisi terbaru ! Tidak mahal. Hanya 4,7 M saja. " Balas Papa Nya.
Jery mau protes tapi bagaimana ? Itu Papa nya juga kan ?
" Baik lah. Beli saja apa yang Papa ingin kan. Hitung hitung Jery sedang berinvestasi. "
" Apa maksud mu ?" Selidik Papa Jack.
" Nothing !" Jawab Jery sambil mengendikan kedua bahu nya.
Dugh..
" Pa !"
"Papa !"
" Mas !" Teriak mereka bersamaan.
Papa Jack hanya menatap kesal ke arah putra nya saat setelah dia melemparkan jeruk ke kepala putra nya.
" Itu akibat nya karena telah berani menyumpahi ku mati !"
Deg !
Jery tidak bisa berkata apa apa lagi saat Papa nya tau apa yang di pikirkan nya.
__ADS_1
...🐰😂😂...
Follow ige aku @amelia_falisha1511 ❤️❤️❤️