
Daniel kini menatap kosong ke arah luar jendela perusahaan tempat nya bekerja saat ini.
Daniel menjadi wakil CEO, Yang dimana CEO itu sendiri adalah Jery Daddy nya.
Di ruangan ini, Daniel kembali melamun setelah selesai mengerjakan berkas berkas penting yang memang harus di tinjau nya.
Di ambil nya ponsel yang sejak tadi tergeletak begitu saja di meja kerja nya, Lalu di hidup kan dan di buka nya galery.
Dimana disana terdapat foto mereka , Lebih tepat nya Dane dan Embun sewaktu SMA dulu.
Foto itu Lila yang sengaja mengambil nya saat Embun dan Dane tengah berdiskusi dan tidak ingin Lila menguping.
Dan berkat foto ini pula lah ada kenangan manis yang indah hingga kini terus bersemayam di lubuk hati nya.
Walau sang Embun nya menderita, Dane benar benar tau jika Embun menderita disana.
Tapi bagaimana cara membuktikan nya ? Bukti bukti nya belum cukup kuat.
Tak lama terdengar dering ponsel nya, Dimana nama orang suruhan nya yang selalu menjadi pengawal serta mata mata nya.
" Katakan ?"
....
" Jadi dimana bajingan itu sekarang ?" Tanya Daniel lagi.
....
" Ya ! Jaga Embun. Malam ini aku berangkat kesana. Tahan segala nya dan pantau semua nya. "
....
" Hm. " Setelah memastikan ponsel nya.
Daniel kembali menghela nafas nya berat dsn berdiri di depan kaca besar ruangan nya saat ini.
Kedua tangan nya di masukan ke dalam saku celana dan tujuan netra nya kosong, Entah apa yang sedang di pikirkan nya saat ini.
Bersedih kah Cahaya Embun nya ?
" Kau harus kuat Embun ku, Kau wanita hebat, Tunggu aku. " Daniel kembali menghela nafas nya dengan berat dengan semua ini.
" Masih memikirkan wanita itu ?" Daniel melihat ke belakang dan itu Daddy nya.
Jery masuk ke ruangan nya, Karena dari yang di lihat nya Daniel semakin dingin saja.
Bahkan saat Jery mengenalkan salah satu anak rekan bisnis mereka, Dengan tegas Daniel menolak nya.
Bahkan tanpa mau bicara lagi dengan nya.
" Dane bukan Ello yang hanya akan diam dan menurut soal hati ! "
" Dane, Kau harus sadar, Dia istri orang. Dia wanita bersuami. "
Dane langsung melihat dan menatap ke arah Daddy nya.
Apa Daddy nya ingin berdebat saat ini ? Maka ayo, Daniel akan meladeni nya.
__ADS_1
Sudah cukup selama ini dia menuruti semua keinginan Daddy nya.
" Apa Daddy mengekang ku saat ini ?"
" Dane, Percayalah, Daddy hanya ingin yang terbaik untuk mu dan anak anak Daddy. "
" Dan aku tau apa yang terbaik untuk ku !"
" Dane, Masalah ini tidak sesederhana itu nak. "
" Aku bisa menyederhanakan nya, Cukup Dad, Cukup selama ini Dane menurut. Sekali saja. Apa pernah Dane membuat kecewa ? Apa pernah Dane membangkang ? Bahkan Dane harus melupakan impian Dane untuk menjadi seorang ilmuan. Jad apa lagi ?" Jery bungkam.
Ini pertama kali nya Jery mendengarkan keluhan putra sulung nya,.
" Aku rasa pembicaraan ini sudah selesai. Dane pamit Dad. " Daniel meninggalkan Daddy nya.
Tujuan nya saat ini adalah rumah pohon, Dimana dulu dia selalu menghabiskan waktu berdua bersama Embun.
Walau hanya sekedar belajar, mengerjakan tugas dan pr sekolah, atau hanya sekedar duduk bercerita.
Dane tidak sedingin ini dulu saat bersama Embun, Dia bisa tersenyum dan tertawa, Tapi semenjak dia tau Embun nya menikah, Dan lebih memilih Pria menjijikan itu dari pada harus datang dan bercerita pada nya.
Sejak saat itu pula Hati Daniel semakin dingin dan dia membekukan seluruh hati nya.
Seluruh nya.
" Aku akan menjemput mu Embun, Bersabar lah Embun ku. " Gumam nya dalam hati.
Sementara di Negara lain nya, Embun masih saja terisak, Dia selalu begini setiap malam, Mengunci pintu dan menutup telinga nya rapat rapat saat kembali mendengar suara suara menjijikan itu.
Embun terus menangis dan memukul Dada nya karena sesak.
Bugh...Bugh...Bugh...
" Sakit, Sakit Bu, Pak...Embun sakit...Hati Embun sakit..." Embun terus memukuli dada nya yang terasa semakin hari semakin sakit.
Malam ini, Dia kembali mendengarkan suara suara itu, Suara suara yang bukan membuat nya cemburu, Karena dia sama sekali tidak cemburu, Tapi hati nya sakit karena harus terjebak disini.
" Dane, Tolong aku...Tolong bawa aku pergi Dane..." Air mata nya luruh begitu saja.
Bahkan semakin deras air mata nya keluar kala mengingat segala kebersamaan mereka dulu dirumah pohon.
Tak lama ponsel nya bergetar dan masuk sebuah pesan di sana.
Drttt...
Daniel
Bersabar lah Cahaya Embun ku, Aku akan menjemput mu, Tunggu aku.
" Dane..." Tangis pilu Embun semakin menjadi.
Di saat dia membutuh kan sandaran, Pria itu selalu hadir di sisi nya, Menerima segal kekurangan dalam diri nya.
Tak lama pintu kamar nya di ketuk, Sekali Embun mengabai kan nya, Kedua juga, Hingga ketiga Embun membuka nya setelah menghapus air mata nya.
" Lama sekali kau hah ? Kau ingin membuat ku menunggu berapa--"
Deg !
__ADS_1
Jantung Wilson berdetak sangat kencang saat melihat mata itu sembab, Memerah dan hidung wanita itu juga memerah.
Bahkan wajah nya juga pucat, Sejenak ada rasa yang menggelitik di dada nya saat melihat wajah sendu itu saat ini.
" Maaf suami ku, Ada yang kamu butuhkan ?" Suara itu juga sedikit parau dan bergetar.
Embun tidak berani menatap mata tajam suami nya...
" Angkat wajah mu. " Embun tetap diam.
" Aku bilang angkat wajah mu !" Bentak Wilson lagi.
Dengan perasaan marah dan kesal, Wilson mencengkram dagu Embun dan melihat nya.
" Kenapa kau menangis ?" Tanya Wilson dengan dingin.
Embun hanya menggeleng.
" Aku tanya sekali lagi kenapa kau menangis ???" Emosi Wilson semakin menjadi, Dia bahkan sudah masuk ke dalam kamar Embun dan mengunci nya.
" Aku baik baik saja suami ku. " Jawab Embun terbata bata.
" Baik, Jika kau baik baik saja, layani aku. !" Embun langsung melihat ke arah suami nya.
Dia menatap takut pada Wilson, Ini lah yang di takut kan nya.
Terakhir kali nya mereka berhubungan badan adalah sebulan yang lalu saat Wilson pulang dalam ke adaan mabuk.
" Kenapa ??? Kau menolak ? Ingat, Aku suami mu, dan aku berhak atas setiap inci dari tubuh mu, Aku berhak !" Embun tidak bisa membantah nya.
Dia hanya pasrah saja Saat Dengan rakus Wilson ******* bibir nya, Menyesap dan menikmati setiap sentuhan nya.
Percayalah, Embun melakukan ini dengan hanya sepuluh persen dari diri nya.
Jika Nafsu Wilson menggebu gebu saat menyetubuhi nya, Embun hanya diam saja, Bahkan dia seperti patung yang terus meremas sprei dengan kuat saat Hujaman itu mengobrak Abrik dan membuat diri nya terombang ambing.
Sedikit pun Embun tidak pernah mengeluarkan suara desahn nya.
Tidak sekali pun !
" Aaahhh....Sshhh...Kau nikmat sayang...Aaahhh...." Sekuat tenaga Embun menahan nya.
Rasa perih itu sudah membuat tubuh nya lemas, Embun hanya berpikir saja, Wilson selalu memakai alat pengaman saat bercinta dengan wanita wanita nya, Tapi saat bersama nya ? Wilson selalu saja bermain tanpa pengaman, Bahkan dia selalu menikmati tubuh indah putih dan mulus milik nya.
Embun hanya bisa menggeliat dan mengigit bibir bawah nya saat dengan nafsu nya Wilson menghisap dan meremas kedua dada nya...
" Aku suka ini, Aahhh....Kau nikmat sayang...Ahhh...." Hujaman demi Hujaman terus di rasakan Embun, Hingga entah apa yang terjadi selanjut nya, Embun tidak tau lagi karena dia kehilangan kesadaran nya.
Mungkin karena lelah menangis dan lelah di setubuhi suami nya.
" Aaaahhhhh....." Wilson menegang kaku dan menyemburkan seluruh cairan nya dan menekan nya semakin dalam untuk bisa masuk sepenuh nya pada Embun...
Bahkan Wilson juga merasakan milik nya menyentuh ujung milik Embun.
Hangat,sempit dan mengigit, Wilson selalu puas saat setelah menyetubuhi Embun nya.
Denyut kenikmatan yang di miliki Embun, Dia menyukai nya.
...🌻🌻🌻...
__ADS_1