
Hari hari Ello selalu memikirkan Bulan, Dimana wanita itu saat ini ?
Kenapa tidak lagi terlihat berada di kampus ? Bahkan informasi nya hilang bagai di telan bumi.
Ello kembali merasakan kehampaan nya, Dimana dia kembali merasakan yang nama nya kehilangan untuk yang ketiga kali nya.
" Apa sebegitu benci nya kamu sama aku Buu ? Dimana lagi aku harus mencari kamu ?" Semakin hari rasa nya perasaan Ello terhadap wanita bernama Bulan semakin besar.
Bukan hanya rasa cinta nya saja, Tapi rasa benci nya juga semakin mendominasi dan semakin besar membenci wanita itu.
" Demi Tuhan aku gak akan maafin kamu Buu, Aku gak akan maafin kamu. Ingat itu. "
Pyar !!!
Ello melempar gelas yang berisi air mineral yang baru saja di minum nya.
Hari hari Ello semakin hancur tanpa kehadiran seorang Bulan, Tapi walau begitu dia bertekad untuk lebih cepat menyelesaikan kuliah nya untuk bisa mencari wanita yang bernama Rembulan Sanjaya Sakti yang telah begitu dalam menorehkan luka yang mungkin akan sulit untuk di sembuhkan.
Namun tiba tiba rasa sakit datang menghantam pertahan diri Ello yang saat ini tengah duduk di sofa memikirkan bagaimaa kehidupan nya ke depan nanti.
" Aaahhkk...Ada apa ini ? Ke-kenapa sakit sekali ?" Keringat dingin sudah mulai keluar dari tubuh Ello.
Bukan hanya satu, Tapi seperti nya seluruh tubuh serta urat urat nya menegang dengan sempurna.
Sakit apa yang di rasakan nya saat ini ? sakit apa ini ?
" aaahhh....Bulan...." Entah sadar atau tidak, Ello terus saja memanggil dan menggunakan nama Bulan untuk mengusir dan mengurasi rasa sakit yang terus menerus menghantam diri nya.
Perut nya, Pinggang nya, Kantung kemih nya seakan semua di serang secara bersamaan di waktu yang sama pula.
Hantaman demi hantaman terus di rasakan Ello, Semakin lama hantaman itu semakin intens dan semakin sakit pula rasa nya.
" Buu...Aku membenci mu, Aku membenci mu..."...
Lain Ello, Lain lagi Bulan saat ini, Di Swiss, Di pusat Kota Zurich Bulan tengah menantikan kelahiran ketiga anak anak nya.
__ADS_1
Bulan sudah berada dirumah sakit karena sejak 3 jam yang lalu Bulan sudah di bawa kerumah sakit oleh para penjaga rumah mereka yang berada di Desa Guarda, Desa kesukaan Bulan dan menjadi tempat tinggal ternyaman bagi nya dan anak anak nya walau tidak sehari pun Bulan tidak memikirkan Pria yang menjadi ayah biologis dari ketiga anak anak nya.
" El..." Lirih Bulan sebelum kesadaran nya hampir hilang, Bulan menjalani proses melahirkan secara secar karena berbagai macam prosedur dan ketentuan yang telah mereka lakukan pemeriksaan tentang segala kondisi ibu dan anak nya.
Dan inilah yang mereka lakukan saat ini, Melakukan operasi secar untuk proses melahirkan ketiga anak kembar itu.
Bulan sama sekali tidak ingin mengetahui calon ketiga anak nya yang sebentar lagi akan lahir, karena ingin itu menjadi surprise bagi nya.
Setelah hampir 2 jam berada di ruang operasi, Akhir nya ketiga anak Bulan dan Ello telah lahir dengan selamat, Ketiga bayi kembar itu menjelma menjadi Bayi Favorit dirumah sakit internasional saat itu juga karena paras dan tampan rupawan ketiga nya.
Ya, Ketiga anak yang baru saja di lahirkan Bulan adalah laki laki, Dan Bulan melihat itu semua, Rambut Blonde nya, Mereka semua menuruni Gen Papi nya, Ello.
Tidak ada Gen dari nya sedikit pun, Entah lah, Tapi Bulan bersyukur untuk itu karena dengan ini membuktikan bahwa Dia benar benar mencintai Ello dengan setulus hati nya walau jalan terjal membentang di antara mereka berlima.
" Welcome Baby, David Sanjaya Grey, " Bulan Mencium wajah putra pertama nya setelah di bersihkan.
Lalu beralih lagi ke putra kedua nya.
" Welcome Baby, Davio Sanjaya Grey..." Air mata Bulan mulai jatuh
Tapi dia harus kuat bukan ?
Air mata Bulan semakin jatuh karena rasa haru nya terhadap anak anak nya kini karena sih bungsu memiliki mata hitam seperti milik nya.
" Welcome Baby, Davian Sanjaya Grey..." Tangis Bulan pecah walau sekuat tenaga dia harus menahan rasa perih saat luka bekas sayatan di perut nya mulai di bersihkan.
Air mata nya terus saja jatuh dengan sendiri nya, Dia saat semua orang menginginkan pasangan bahagia nya di hari bersejarah seperti ini, Bulan hanya bisa sendirian menjalani semua ini.
Bahkan kedua orang tua nya tidak bisa menemani nya karena memang baru berangkat dari Indonesia menuju Zurich saat di kabari tadi.
Dan tau apa yang terjadi ? Mami Regina menangis sejadi jadi nya saat mengetahui bahwa putri kesayangan nya akan melahirkan dan dia tidak bisa mendampingi nya.
Betapa sedih nya hati Mami Regina saat ini, Dia terus menangis di dalam dekapan Papi Sanjaya Sakti.
Dan Papi Sanjaya terus menguatkan hati istri nya kala bersedih seperti ini dan dia lah sumber kesakitan untuk dua orang wanita tercinta nya saat ini.
__ADS_1
Setelah selesai di bersihkan, Bulan sudah di pindahkan ke ruang rawat, Saat ini Bulan tengah istirahat karena pengaruh obat Bius tadi, Di tambah penyakit auto imun yang di deritanya, Perjuangan Bulan bulan main main disini.
Dia adalah wanita yang sangat hebat, Dokter begitu kagum dengan sosok wanita muda bertubuh mungil itu yang mampu menjalani beban hidup yang begitu berat di pikul nya.
Semua menatap kagum dan rela berbondong bondong mambantu wanita hebat itu untuk menjaga ketiga malaikat tampan milik sang bidadari tak bersayap yang saat ini tengah tertidur karena lelah.
" El, Aku mencintai mu..." Bahkan saat tidur pun wanita itu terus saja menggumamkan kata cinta untuk pria yang bernama Danello Wilton Grey.
Pria yang selalu bertahta di hati dan pikiran nya.
Pria yang menjadi sumber kekuatan nya walau di selimuti rasa kebencian dari setiap tatapan yang di terima nya.
" El...Aku mencintai mu..." Terulang lagi kata kata itu sampai perawat disana menatap iba pada wanita bertubuh mungil yang saat ini tengah terbaring di ranjang pasien rumah sakit.
Sungguh wanita Asia yang hebat, begitu lah pikir mereka saat ini.
Lalu, Ketiga bayi luar biasa itu, Mereka semua yakin bahwa pria yang menjadi ayah nya mereka adalah Pria Bule, Karena Gen nya sangat khas bukan ?
Lalu dimana ayah ketiga anak itu ? Apa sudah meninggal atau bercerai ? Atau apa ?
Tapi untuk sekedar bertanya itu bukan hak dan kapasitas mereka. Karena bagi mereka saat ini adalah ke amanan dan kenyamanan dari pasien sendiri.
Itu lah yang di junjung tinggi oleh mereka semua saat ini.
Kembali Pada pria yang bernama Danello Wilton Grey yang saat ini baru selesai merasakan sakit yang luar biasa tadi hingga seluruh tenaga nya terkuras habis, Dia baru bisa bangkit dan berdiri untuk mengambil air mineral dan meneguk nya sampai habis.
" Buu, Kau dimana ? Aku membenci mu, Tapi aku juga mencintai mu..."
Tes...
Air mata Ello jatuh dengan sendiri nya saat dia mengingat kebersamaan mereka yang terasa sangat indah beberapa bulan yang mereka jalani.
Rasa nya sangat membekas di ingatan Pria bule itu.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1
Selamat Datang Triple DSG ❤️