Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Maaf


__ADS_3

Setelah acara pelukan penuh haru antara Senja dan Ello.


Kini beralih ke Oma dan Opa bule, Hingga terakhir, Rasa nya sangat berat jika harus mendekat dan memeluk Daddy nya.


" Dad, " Panggil Ello.


Dia mendekat dan memberanikan diri memeluk Daddy nya.


Jerry juga membalas nya.


" Kau terlalu angkuh untuk tidak pulang dan merindukan kami. "


" Dad, Aku ingin Daddy tau, Bahwa aku juga bisa. Bukan nya Dane yang bisa melakukan segala nya. Aku bisa bertahan tanpa uang Daddy, Aku bisa melakukan nya. Aku masih bisa kuliah dan membuka usaha ku sendiri. Walau tidak terlalu besar ! Setidak nya aku bisa bertahan dengan keadaan ku. "


" Ya ! Terus lah bekerja ! Banggakan Mommy mu yang selalu memusuhi Daddy. " Ello mengangguk.


Rasa nya cukup lelah, Maka dari itu dia memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Tapi dia ingat Bubu nya, Dimana kah Bubu nya sekarang ?


Kenapa ponsel nya tidak aktiv ?


Kemana dia ?


" Mubgkin sedang sibuk. " Gumam Ello memutuskan untuk tidur.


Sementara di Amerika sana, Bulan tengah merasakan sakit kram di perut nya, Entah lah, Rasa nya sangat menyiksa nya.


Dia tidak tau apa yang terjadi pada nya, Rasa nya sangat sakit dan kaku di bagian perut bawah nya.


" Ell..." Lirih Bulan sebelum kesadaran nya hilang.


Bulan jatuh pingsan di Apartemen nya, Tidak ada yang mengetahui nya kecuali sang pembantu yang memang kerja part time disana.


Sementara di Sana, Ello yang masih tertidur di hantui Mimpi yang sangat buruk, dia merasa seakan hati nya terpanggil untuk membuka mata nya,.


" Buu, Hey...Buu...Jangan pergi Buu...Jangan..." Ello terus bergumam memanggil Bulan kekasih nya.


Entah mengapa dia terus terpikir oleh kekasih hati nya disana.


" El, Bangun nak, Ello, Sayang..." Mommy Sunset menepuk pipi putra nya agar tersadar dari mimpi yang di alami nya.


" El..." Senja terus berusaha membangun kan anak nya hingga akhir nya Ello tersadar.


" Mom..." Panggil Ello dengan lirih.


Senja menghapus seluruh keringat yang membanjiri kening putra nya dengan lembut.


" Apa apa El ? Apa yang membuat kamu mimpi buruk ?" Ello masih berada di dalam pelukan Mommy Sunset tercinta nya.


" Bulan Mom, Bulan..."


" Bulan ?" Beo Senja di hadapan Ello.


Ello mengangguk dan melepaskan pelukan nya dari Senja.


" Bulan kekasih Ello, Mom...Ello menginginkan Bulan...Tolong katakan Pada Daddy, Ello tidak ingin menerima apapun yang nama nya perjodohan ! Ello menolak itu Mom. " Senja mengerti keadaan Putra nya.


Ello adalah sisi balik dari Jery suami keras kepala nya, Tapi selalu tunduk Jika sudah mencintai dan itu lah Ello kini.

__ADS_1


" Siapa itu Bulan ? maksud Mommy apakah teman kamu kuliah ?"


" Iya Mom, Dia teman SMK Ello semasa sekolah, Kami satu sekolah. "


" Apakah dia Betty yang sering kamu ceritakan dulu ? Pemilik Jam Rolex yang selalu kamu kenakan ?" Tanya Senja lagi.


Ello mengangguk lagi.


" Dan saat ini kami satu kampus Mom, Rembulan Sanjaya, "


" Siapa itu ?"


" Hanya orang biasa Mom, Anak pemilik Perusahaan Farmasi Sanjaya Sakti Tbk. " Jelas Ello.


" Mommy tidak tau sayang. "


" Ya, Sudah. Yang penting Ello sudah memberi tahu saja. "


" Mommy akan dukung apa pun yang menjadi kebaikan untuk semua anak anak Mommy, Dan bersihkan diri kamu, Turun untuk makan malam. " Ello kaget.


Dia melihat ke sekeliling nya dan benar saja ini sudah malam.


Berapa lama dia tertidur ? Hingga bisa selama itu ?


Bergegas mengambil ponsel nya untuk menghubungi Bulan namun sayang, Tetap sama saja.


Tidak ada kabar sama sekali dari kekasih hati nya.


Rembulan Sanjaya nya, Bety Lapea nya, My Buu nya.


Kemana Wanita itu ? kenapa ponsel nya tidak aktiv ? Kemana dia ?


Dia di hantui rasa penasaran yang besar dan rasa bersalah sekaligus .


" Buu, Kamu dimana ? Kamu baik baik aja kan ?" Ello menggenggam ponsel nya yang terdapat foto Bulan di layar depan nya.


Foto Bulan saat mereka makan di pantai, Saat acara 3 bulan mereka jadian.



" Buu, I Miss You..." Lirih Ello.


Namun raut wajah nya berubah saat ponsel nya di rebut Adik nya.


Lila, Siapa lagi ???


" Dek, Balikin hp gue. "


" Gak, Gue mau liat, Siapa sih yang udah buat lo bertahan disana ?" Ello hanya bisa menghela nafas nya berat..


Adik nya itu sulit sekali untuk memanggil nya kAkak.


" Kakak, Dek, Gue abang lo. "


" Bodokkk..." Lila membongkar seluruh isi ponsel Ello dan membuka semua isi nya hingga terdapat poto diri nya saat tengah memeluk Bulan dalam keadaan sama sama polos di balik selimut.


" OMG El, Lo udah ML ???Hhmmmpphhh---" Mulut Lila langsung di tutup Ello dengan tangan nya.


Karena adik nya itu tidak bisa menjaga rahasia.

__ADS_1


" Jangan coba coba ! Ingat itu. " Lila hanya mencebik saja saat melihat reaksi Ello.


Ello dalam keadaan tidak baik baik saja. Maka dia tidak berani lagi menggoda nya.


Dia membiarkan saja kakak nya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat sudah selesai dan turun ke meja makan, Semua berkumpul, tak terkecuali Daniel.


Kakak Tertua dari Triple DWG.


" El, Makan nak, Itu makanan kesukaan kamu, Mommy udah masak ayam kremes sambel bawang untuk kamu, Lihat, Ada sayur asem juga. " Ucap Senja yang sejak tadi melihat putra nya diam saja menatap kosong pada isi piring nya.


" Ello gak nafsu makan Mom, Mungkin masih Jetlag . " Jery menautkan kedua alis nya.


Jetlag ? Mana mungkin ! Ello sudah terbiasa sejak kecil terbang menggunakan pesawat saat mereka liburan.


Bahkan Ello pernah bercita cita menjadi pilot juga, Mana mungkin Ello mengalami Jetlag ?


" Apa yang sedang kau pikirkan ?"


" Mas, Sudah. " Sergah Senja.


Dia tidak ingin suasana meja makan menjadi panas.


" Kamu selalu mengatakan bahwa harus menghormati makanan bukan ? Dan lihat apa yang di lakukan putra kesayangan kamu ? Apa dia menghargai nya ? "


" Mas ! Stop !"


" Maaf,. " Ello langsung bangkit dari sana dan lebih memilih ke ayunan di belakang rumah mereka.


Ayunan dimana mereka selalu menghabiskan waktu disana.


" Oh, C'mon Dad, Daddy merusak suasana. " Keluh Lila juga ikut bangkit dari kursi nya.


Dia ikut menyusul Ello ke belakang.


" Permisi, Dane ingin melihat adik adik. " Daniel juga ikut bangkit dari kursi nya.


Mama dan Papa Bula hanya bisa menghela nafas nya berat saat melihat sikap Jery yang semakin tak terkendali.


" Kendalikan diri mu ! Ello bukan lagi anak usia 10 tahun yang bisa kau setir. "


" Pa, Seusia Ello, Jery sudah belajar di perusahaan. "


" Apa kau bisa hidup tanpa uang dari ku ? Biaya sekolah mu ? kehidupan mu disana ? Apa aku pernah telat mengirim mu uang ? Apa kau pernah memakai mobil kelas menengah ? Apa kau pernah mengalami nya ? " Tanya Oppa Bule.


Skak !


Jery bungkam.


" No ! Kau tidak pernah mengalami nya ! Dan Ello ? dia bisa hidup tanpa bantuan mu selama setahun ! Apa itu bukan bukti ? dia kerja menjadi montir di Dealler ? Dia bisa membuka usaha bengkelnya sendiri ! Dan kau ? Apa pernah sekali pun kau menggunakan tangan hebat mu untuk membuka Kap mobil mu ? Aku rasa tidak !" Opa Bule juga ikut meninggalkan Meja makan dan menyusul ketiga cucu nya yang kini sedang berada di ayunan milik meraka masing masing.


" Pikirkan perkataan papa mu Jer. Anak anak mu bukan lagi anak usia 10 tahun. Dan jika sampai kamu mengambil keputusan yang salah, Maka Mama dan Papa akan menentang mu. " Mama Bule juga ikut meninggalkan Jery disana.


" Apa kamu akan meninggalkan ku juga ?" Tanya Jery menatap Senja.


Istri tercinta nya.


" Ya, Jika aku bisa. !" Jawab Senja dengan ketus.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2