
" It's oke...Im Here..." Daniel terus menenangkan Embun.
Karena hari ini, Mau tidak mau dia harus bertemu dengan Wilson, Karena Wilson terus saja meneror rumah besar keluarga Daniel.
Awal nya Daniel tidak perduli, Tapi Saat dia menemui Embun, Embun melihat pesan masuk di ponsel Daniel saat sang pemilik tengah ke kamar mandi.
Dan apa isi pesan nya ? Isi pesan nya adalah bawah Wilson terus saja kerumah keluarga Daniel dan mengancam orang orang terdekat nya.
Sebenar nya tidak Maslaah, Karena mereka bisa menyewa para penjaga, Tapi sekarang bicara soal kenyamanan dan mereka para penghuni rumah itu tidak mendapatkan lagi kenyamanan mereka.
Mudah saja melapor kan Maslaah ini ke pihak berwajib, Tapi apa bisa menjamin bahwa Wilson dan antek antek nya berhenti ?
Jawaban nya adalah tidak !
Maka dari itu, Jalan satu satu nya adalah mempertemukan Wilson dan Embun secara langsung.
Dan disini lah mereka saat ini, Di sebuah Restoran VVIP ruangan tertutup yang hanya di peruntukan mereka saja hari ini.
" Selamat datang, silahkan..." Sapa pelayan yang memang menjaga pintu ruangan itu.
" Tenang, Jangan takut. Aku bersama mu. " Embun sedikit mengangguk, Tapi wajah nya menyimpan ketakutan.
Ketakutan dimana malam itu, Wilson mengaji nya dengan kasar, Mencari keluasan dengan diri nya setelah mencari kepuasan dari wanita lain.
Hati nya sakit, Di tambah Wilson yang tidak memperlakukan orang tua nya dengan baik selama ini.
Benar benar sakit sekali hati Embun.
" Jangan takut oke ?" Dane terus mengelus punggung Embun agar mendapatkan ketenangan.
Namun dia salah, Saat ini bukan ketenangan yang di dapat nya, Malah ketakutan lagi.
Bagaimana tidak ? Wilson datang bersama kedua orang tua nya ?
Apa dia akan di salah kan ? Atau Wilson yang di salahkan ?
Mendadak rasa nya kepala Embun menjadi pusing.
Tolong jangan berharap jika Embun hamil, karena itu tidak akan mungkin terjadi.
" Embun...Nak...kamu kemana saja ?" Mama mertua nya langsung menghambur memeluk Embun, Dia begitu merindukan menantu nya.
Dia belum tau apa yang terjadi dalam rumah tangga Embun dan Wilson, Bahkan kini genggaman tangan Embun terlepas dari Daniel.
Lalu, Papa mertua nya juga ikut memeluk nya.
" Kau sehat ?" Embun mengangguk.
Dia bingung harus bagaimana.
" Kemana saja kamu Nak, Wilson mencari mu Kemana mana, Dia sampai membiarkan pekerjaan nya begitu saja demi kamu. " Embun tidak menjawab nya, Dia terus menunduk saja.
Sampai saat Mantan Mama mertua nya membawa nya duduk di samping Wilson dia juga belum mengangkat wajah nya juga suara nya pun tidak terdengar.
" Embun..."
__ADS_1
Deg !..
Jantung Embun berdegup kencang, Dengan cepat dia menarik tangan nya dari Wilson.
" Jangan menyentuh nya. " Daniel langsung menepis tangan Wilson yang menyentuh Embun.
Tidak tau kah Wilson ? Selama hampir dua Minggu Embun mengurung diri nya di kamar, Tanpa berinteraksi dengan orang luar, Dan Daniel terpaksa mendatangkan Psikolog untuk bercerita dengan Embun, Dan berhasil.
Embun menceritakan semua nya, Semua yang di alami nya selama ini yang terkurung di dalam sangkar yang di bangun oleh Wilson.
" Siapa dia Embun, Kenapa dia ikut kesini ?" Tanya Mama nya Wilson.
Embun tetap belum menjawab, Tangan nya terus menggenggam erat tangan besar Daniel.
" Perkenalkan Saya Daniel Wilton Grey, Teman Embun sejak SMA !"
" Bohong Ma, Dia adalah laki laki yang membawa Embun, Dia adalah laki laki yang telah merebut Embun dari Will, Dia laki laki yang telah menculik Embun dari Will. "
" Wilson !!! Jaga bicara mu !" Sentak Papa nya marah.
Anak ini sudah bersalah tidak mau ngaku, Malah melakukan Plying Fictim pula.
" Tapi Pa--"..
" Papa bilang diam !!!" Daniel hanya menyunggingkan senyuman sinis nya menatap Wilson yang terlihat emosi pada nya.
" Jelaskan Embun, Ada apa ini nak ? Siapa laki laki ini ? Kenapa dia bisa bersama kamu ?" Tanya Mama nya Wilson.
" Jangan Dane, Biar aku saja. " Embun mencegah Daniel untuk Bercerita.
Daniel melihat Embun, Dan hati nya sedikit merasa lega kala melihat senyuman nya yang telah lama hilang kini di lihat nya lagi.
Sementara Wilson, Yang selama ini hidup bersama Embun, Dia tidak pernah melihat senyum milik Wanita itu.
Hanya ada kepatuhan dan kebisuan saat mereka bersama.
Kenapa mendadak jantung nya berdetak kencang ??
Apa ini yang di namakan penyesalan ?
Benar kan ini yang di namakan rasa sakit setelah kehilangan ?
" Embun, Katakan nak, Ada apa ini ??" Tanya Mama nya lagi.
" Dia Daniel Ma, Teman Embun sewaktu sekolah, Sejak kami sekolah Dasar hingga SMA Daniel lah teman Embun. "..
" Lalu ? Bagaimana bisa dia membawa mu bersama nya ? Sementara kamu istri nya Wilson sayang. " Embun menggeleng.
" Embun bukan lagi --"
" Stop ! Kau sudah keterlaluan !"
__ADS_1
" Jaga bicara mu !" Sentak Daniel tidak terima saat Embun di bentak oleh Pria bajingan seperti Wilson ini.
Rasa nya ingin sekali Daniel memberikan Wilson Racun buatan Dave dan dia akan terkapar lalu mati.
Tapi Daniel bukan Pria kejam seperti itu.
" Lanjutkan Embun..." Embun kembali mengangguk saat mendapatkan titah dari mantan Papa mertua nya.
" Dia, Daniel Teman yang membantu Embun lari dari Wilson itu benar, Tapi jika Wilson menuduh Dane menculik Embun itu salah. Salah besar. Karena Embun sendiri yang ingin keluar dari rumah itu, Rumah itu---rumah itu bukan rumah Embun...Rumah itu adalah Rumah dimana setiap malam nya, Pria yang menjadi suami Embun ---" Dane mengelus Punggung Embun.
" Suami Embun membawa wanita yang berbeda setiap malam nya, Dan Embun hanya di jadikan Pembantu disana, Bahkan Embun juga---Embun juga di jadikan pelayan wanita wanita itu..." Wilson memejamkan mata nya.
Inikah akhir dari hubungan nya dengan Embun ? Inikah akhir dari segala penyiksaan yang di lakukan nya ?
Plak !!!
" Papa ..." Pekik Mama nya kaget saat sang anak di tampar begitu saja oleh suami nya.
" Apa yang Papa lakukan pada Will Pa ??"..
" Diam !!! Kau sudah dengar, Bahwa anak mu yang bodoh ini telah menyia-nyiakan Wanita berhati tulus seperti Embun, Lalu dimana lagi aku harus bangga menjadi Ayah nya ? Bahkan aku malu mengakui nya sebagai anak ku !"
" Papa !!!" Bentak Mama nya tidak terima.
" Maaf kan Embun..."
" Kau puas ??? Menyakiti hati Mama yang telah menyayangi mu ?" Demi Tuhan...
Embun tidak bermaksud begitu, Kenapa Wilson bisa berkata seperti itu pada nya ???
" Lalu apa yang kau inginkan lagi ? Melihat kehancuran ku ?? Iya ? Selamat ! Selamat Embun...Kau berhasil menghancurkan diri ku dan keluarga ku. "
" Bukan Embun yang salah !! Tapi kau. Kau sendiri yang telah menyia-nyiakan Embun, Aku menyesal ! Demi Tuhan aku menyesal terlambat menemukan Embun bersama Pria bajingan seperti mu. Dan kau dengar kan ini baik baik. " Ucap Dane dengan sinis.
Bahkan dia juga menunjuk kening Wilson dengan berani di depan keluarga pria itu.
" Tanam kan di otak busuk mu itu, Bahwa mukai saat ini. Tidak akan ku biarkan kau mendekat ke arah Embun ku, Akan ku pastikan mulai saat ini, Bahwa kau hanya masalalu kelam dan buruk Embun yang harus ku kubur dan ku bersihkan dari diri Embun. Karena aku, Akan menjadi Pemilik Embun itu, Aku akan menjaga Embun itu agar dia selalu bersih dan Suci, Karena kau telah Berani mengotori Embun ku dengan kelakuan bejat mu ! Akan ku hapus setiap bekas yang kau tinggalkan di Dalam diri Embun ku. Kau dengar itu ???" Wilson hanya tersenyum saja, Dia akan mengeluarkan jurus terakhir nya.
" Bagaimana jika Embun hamil ? Karena sebelum dia pergi, Aku telah menaburkan seluruh benih ku di rahim nya, Bukan sekali tapi berkali kali. "
Deg !
Jantung Daniel berdetak tak karuan saat ini, Apa yang harus di lakukan nya ??
Apa dia harus menerima anak itu bersama Embun ??
" Aku akan ---"
" Itu tidak akan mungkin terjadi, Karena aku memakai alat kontrasepsi di rahim ku. "
Duarrt....
Habis sudah kesempatan Wilson untuk mendapatkan Embun kembali.
Habis sudah !.
__ADS_1
...❄️❄️❄️...