Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Jadi Istri Ustadz, Bejo?
Tajir


__ADS_3

Selesai memeperkenalkan dan menjelaskan, jika toko perhiasan itu adalah milik sang almarhumah ibunya, Bejo mengajak Maura untuk berkiling ketempat lain.


Flashback On.


"Mas, seriusan mau bikin resepsi?" tanya Maura penasaran.


"Insya Allah Sayang," jawab Bejo seraya tersenyum.


"Oh iya, mana cincin yang kamu mau, sudh pilih?" tanya Bejo pada Maura.


"Hem sudah, aku mau yang ini kayaknya bagus Mas," ucap maura seraya munjuk dua cincin yang berjejer indah itu.


"Ok, Ko, Saya pesan yang ini untuk di ukir nama ya, lalu untuk saya di ganti dengan monel saja, paham kan." Pinta Bejo.


Ya dalam agamanya laki laki tidak doperbolehkan mengenakan emas dan perak karena itu ia meminta di buatkan fersi monelnya.


"Siap Mas Insya Allah dua hari lagi sudah siap." Koko mengangguk senang.


Bejo mengeluarkan beberpa lembar uang dan menyuruh Koko untuk membelikan makanan pada semua kariyawan hitung hitung traktirannya pernikahan.


"Mas Kamu kok, malah nyuruh nyuruh dia untuk beli makanan, apa hubungan kamu sama mereka?" tanya Maura yang kepo polll.


"Em, mereka kan karyawan ku Sayang," jawab bejo yang membuat Maura mendelik tidak percaya.


"Apa. kariyawan jadi ini tokonya milik kamu Mas?" tanya Maura seraya meneliti setiap sudut toko.


"Heem, ini Mama yang punya, aku hanya melanjutkan aja, selama di korea aku memantaunya dari jarak jauh, Paman yang sering datang berkunjung untuk melihat kondisi sebenarnya," ucap Bejo menjelaskan .


"Pantesan kamu langsung akrab dengan para kariyawan disini, jadi kamu yang punya to, pantesan juga kamu kasih aku uang belanja sama ATMnya juga, ternyata bisnis kamu perhiasan." terang Maura yang masih tidak percaya dengan bisnis Suaminya itu.


"Ada berapa toko?" tanya Maura penasaran, jiwa keponya mulai meronta nih ingin mengetahui seberapa kaya suaminya itu.


"Em, sekitar sepuluh toko yang tersebar di beberpa daerah sih, rencananya aku mau bu cabang lagi yang di Surabaya, tapi tunggu beberapa bulan lagi," ucap Bejo yang mebuat Maura mendelik.


"Sepuluh toko Mas?" tanya Maura masih tidak percaya, Maura sampai menelan ludahnya, tidak menyangka jika suaminya ini anak sultan, ini baru toko perhiasan,

__ADS_1


Yang di jakarta sendiri ada lima, yang jaraknya lumayan jauh antar toko tetapi tetap ramai pembeli.


beberapa bisnis Ayahnya juga masih ada di negara ini, dan yang mengelolanya orang kepercayaan sehingga bisnis tersebut tetap berjalan meski pemiliknya berada di tempat jauh.


Maura tidak habis pikir dari penampilannya sih, Bejo bukan orang yang buruk, tetapi juga bukan lah orang terlihat seperti anak sultan baginya, karena itu Maura cukup kaget saat Bejo menerangkan bebera bisnis orang tuanya.


"Beruntung sekali aku bisa nikah sama dia, ternyata tajir melintir, ibaratnya aku ketiban duren manis, Dia sudah menjadi Ustadz, mengajar jadi dosen ternyata dia juga seorang anak pemilik beberpaa toko pergiasan dan masih ada usaha yang lain. Huh akan menyesal jika Aku tidak bisa mendapatkan hatinya, eh, bukannya hatinya udah kecantol ya sama aku, buktinya sekarag kita tengah berkencan untuk memulai hubungan yang serius." Batin Maura.


Bejo memperkenalkan satu persatu kariyawan di toko tersebut pada Maura, Wajah kariyawan wanita tampak tidak suaka dengan Maura, tetapi kesan ketidak sukaan tersebut tidak mereka tampakkan dengan jelas di depan bosnya itu yang mereka kagumi diam diam, jadinya mereka berpura pura tersenyum dengan terpakasa.


Maura bukan wanita yang bodoh, ia sangat peka dengan suasananya yang penuh ketidak sukaan dari sorot mata para wabita.


setelah sesi perkenalan usai, Bejo mengajak Maura untuk pergi dari toko tersebut. sementara itu Vita mencibir setelah kepergian mereka.


"Ck, cantikan jug gue kemana mana, pasti pakai pelet tuh cewek." Kata Vita yang bisa di dengar oleh kariyawan yang lainnya.


"Hus tidak baik membicarakan orang lain dibelakang begitu, belum tentu apa yang kamu ucapkan itu benar adanya, Mas Bejo tampak normal tidak seperti oranv kena pelet, bahkan yang teihat malah sebaliknya Mas Bejo sangat mencintai istrinya."Timpal Koko yang tidak suka Vita mebicarkan bosnya di belakang.


"Ish, Mas Ko, kok malah belain wanita itu sih." Rengek Vita manja tetapi Koko abai saja,


"Aku gak mau tau ya Vit, jangan ada lagi gosip, gak hanya Vita aja semuanya, kalau kalian bergosip lagi dibekang goaipinya bis sendiri, aku akan tega melapodkan kalaian pada Mas Bejo." Acnam Koko yang langsungvmembuat Vita kicep, bahkan karyawan lainyapun ikut diam.


Flashback Off.


"Mas, kita mau kemana lagi ini?" tanya Maura heran sudah lima toko yang mereka kunjungi kali ini Maura penasaran kemana lagi Bejo membawanya.


"Kita makan siang dulu, di daerah ini ada depot soto betawi enak banget, paman sering bawa aku kesitu kalau berkunjung kerumah Mama." Tutur Bejo, Maura pun memanggut manggutkan kepalanya mendengar penjelasan Bejo.


sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di depan depot tersebut, setelah memakirkan mobilnya ( Maura masuk kedalam depot yabg tidak terlalu ramai, mungkin karean sudah jam saru siang jam makan siang sudah sedikit lewat, orang orang sudah pada kembali bekerja.


Depot tersebut akan sangat ramai di jam jam makan siang, beruntungnya Maura dan Bejo karena depot sudah tidak ramai.


Bejo memesan dua porsi soto betawi dan dua jus jeruk, Maura tidak protes dengan pesanan Bejo yang tidak menanyakan pada dirinya, karena Maura pun juga menyukai dengan apa yang Bejo pesankan.


Beberapa menit kemudian semua pesananya telah datang, bau wangi dari soto membuat Maura tergiur dan tidak sabar untuk memakannya.

__ADS_1


"Emm ini pasti enak banget, wangi banget." Puji Maura pada makanan di depan nya.


"Alhamadulillah kalau kamu suka, cobain deh, pasti kamu tambah suka nanti." Sahut Bejo memberitahu.


"Iya Mas," ucap Maura kemudian membaca doa makan lalu menyuapkan satu suap kuah soto tersebut kedalam mulutnya, Mata Maura tertutup sedangkan bibirnya tersenyum, menikmati enaknya makanan.


Bejo yang memperhatikanya pun ikut tersenyum, ia merasa senang pilihnya mengajak makan siang ke tempat ini memanglah sangat tepat.


"Beneran, dahsyat ini mah, em nanti aku minta bungkusin boleh?" tanya Maura dengan mata berbinar pada Bejo, yang membuat Bejo tidak mungkin menolak jika Maura berekspreai seimut itu.


"Tentu saja nanti kita pesan satu porsi lagi. Sekarang kamu nikamati dulu ya," ucap Bejo lembut.


Maura menganggukkan kepalannya kemudian menyeruput lagi kuah sotonya, Maura Maura ataupun Bejo sangat puas menikmati makananya, jus jeruknya pun sangat segar, Maura sangat senang bisa makan maknan yang sangat enak.


Hingga ia meminta untuk di bungkuskan lagi, tidak lupa Maura memberi saran pada Bejo untuk membelikan untuk mang Ujang dan Bik susi dirumah, untuk oleh oleh.


Bejo cukup kagum pada istrinya itu, ternyata ia masih sangat ingat dengan orang orang dirumah.


Setelah mendapatkan pesnanya Bejo dan Maura memutuskan pulang, sesampainya dirumah, dengan hati gembira Maura memberikan soto betawi dua porsi itu pada Mang ujang dan Bik susi.


Kedua orang tersebut sangat senang, Bejo yang harus membuat tugas untuk para mahasiswanya pun langsung bergegas menghadap leptop hingg sore menjelang malam barulah Bejo meletakkan laptopnya untuk melaksanakan shalat magrib.


Maura yang sedari tadi sudah menunggupun tersenyum melihat Bejo datang dengan wajah yang segar karena air wudhu.


Mereka melaksanakan shalat magrib berjamaah, Bejo yang merasa haus pun langaung pergi kedapur setelah membaca wirid dan doa.


Di dapur Bejo melihat soto betawi yang masih dibungkus rapi membuatnya mengerutkan keningnya, "Milik siapa, masak mang ujang atau bik susi gak suka sama sotonya?" batin Bejo kemudian bertanya pada Bik susi yang kebetulang datang ke dapur


"Ini sotonya siapa Bik kok belum di makan?"


"Oh, itu punya Neng Maura Den, katanya nanti mau di makan, mau buat sahur kalau sempet." terang Bik susi.


"Oh, ya sudah bik kalau begitu saya kekamar dulu." Bejo langsung pergi ke kamarnya.


"kamu mau puasa besok?" tanya Bejo begitu tiba di dalam kamarnya.

__ADS_1


Maura yang merasa di ajak bicara pun langsung menolehkan wajahnya tersenyum. Seraya menjawab.


"Iya, insya allah besok aku puasa senin, mas."


__ADS_2