
Maura meninggalkan Bejo berada di toilet, dengan menjadikan Amel dan Nada sebagai pengawalnya, takut kalau ada wanita wanita tadi yang nekat menerkam suaminya yang ada di toiket.
Maura mengambil beberapa baju, yang menurutnya cocok dengan tubuh suaminya itu, kemudian dengan cepat Maura kembali ke toilet.
Siapa sangka wajh tampan itu bisa menyebabkan anarkis seseorang wanita.
Maura masih saja menggeleng gelengkan kepalanya mengingat kejadian tadi yang membuat baju suaminya koyak compang camping seperti gembel.
"Gimana Aman?" tanya Maura pada kedua temanya yang menjadi pengawal itu.
"Aman Ra, udah buruan masuk." Amel menyuruh Maura masuk sebelum ada laki laki yang mau memakai kamar mandi.
Ya Mereka sedang berada di kamar mandi khusus cowok, dan suasana mendukung, tidak ada laki laki lain yang masuk ke dalam toilet kecuali Bejo.
Maura masuk kedalam dan langsung menyerahkan beberpa baju pilihannya, dan menyuruh Bejo memakainya, Bejo memilih mengenakan kaos berwarna biru, yang menurutnya pas untuk dirinya.
Maura pun menarik narik baju yang telah Bejo pakai tersebut.
"Kenapa di tarik tarik Dek, kamu mau ikut ikutan ibu ibu tadi, main tarik tarik Baju Mas sampai sobek semua." terus Bejo merasa heran.
"Aku gak lagi Main Mas, tapi lagi ngecek nih baju bahannya aman gak, nanti ketarik dikit langsung sobek. Kan berabe, nih badan cuma buat aku mas, masak di lihatain sama cewek lain apa lagi ibu ibu yang matanya gak kedip kalau lihatin." cerocos Maura yang membuat Bejo merasa gemas dan ingin menekan istrinya detik itu juga.
__ADS_1
Tetapi tentu saja Bejo tidak akan melakukannya, mengingat saat ini mereka berada di dalam toilet umum.
Sementara Amel dan Nada pun malah asik bergosip.
"Aku puas banget tau gak sih, tadi lihatin perut sispeknya ustadz Bejo, uwih...mantap Mel..." kata Nada dengan wajah girangnya.
"Sstttt. Jangn keras keras nanti Maura denger lagi, bisa ngamuk dia, lagian ada tontonan geratis, ya siapa yang gak suka." Balas Amel yang kemudian cekikikan bersama Nada juga , bahkan meraka melaukan tos keberhasilan karena bisa melihat tubuh atletis Ustadz Bejo secara langsung.
Ya, Amel dan Nada mereka hanya menonton saja saat kejadian Ustadz Bejo menjadi bahan tarik tarikan antara Maura dan beberapa ibu ibu tadi.
Bukanya tidak mau menolong, tetapi kan, mereka berdua juga tau batasanya tidak mungkin ikut menarik ustadz Bejo yang bukan mukhrimnya, dan lebih memilih mebiarkan Maura yang bertindak sendiri, eh malah hal yang tidak terduga terjadi.
Hal yang tidak terduga tersebut juga membuat merwtka berdua jantungnya jedak jeduk tak karuan, melihat hal yang seharusnya limitit khusus Maura tetapi mereka berdua berhasil ikut melihatnya.
"Hai, sadar woi, tadi itu geratis dan gak sengaja ya, sekarang kagak bakalan aku biarin kalian lihat juga." Ketus Maura seraya meraup wajah kedua sahabanya secara bergantian.
"Ih, Maura apaan sih, ganggu aja." Protes Nada yang masih saja menatap perut Bejo yang sudah tertutupi kaos itu.
"Ih, kalian ini gak asik ah, jangan lihatin Mas Bejo begitu, aku ini istrinya loh, gak ada akhlak kalian lihatin dia sampai segitunya. Udah ah yuk Mas, tinggalin mereka." Maura pergi meninggalkan Amel dan Nada dengan bergelayut di lengan Bejo, tidak mau terjadi hal seperti tadi Maura memilih bermanja manja di langen suaminya.
Maura tidak jadi belanja banyak, dia hanya membeli beberapa hiasan saja untuk kamar tidurnya, kemudian mengajak semuanya makan siang.
__ADS_1
Maura merasa trauma dirinya meminta untuk pergi ke kafe yang sedikit sepi pengunjung, tetapi lagi lagi brnyak yang meminta foto pada suaminya itu.
"Berasa artis aja tuh, ustadz Suami mu." Kata Amel seraya menyeruput juz mangganya.
"Iya, tapi emang mirip artis sih, siapa coba yang gak bakalan minta foto, kalau boleh minta yang lain juga mau kan."
Platak.
Sebuah garpu mendarat tepat di kening Nada setelah mengatakan kalimat tadi.
"Aduh Ra, sakit tau," ucap Nada seraya mengusap usap keningnya.
"Minta yang lain, apa maksudnya?" tanya Maura dengan ketus.
"Heheehe, kagak ada maksud apa apa, udah habisin tuh makanan, ngelihatin suami mu bakalan panas terus tuh hati." Saran Nada yang menyumpal mulut Maura dengan kerupuk.
Tidak lama kemudian Bejo kembali ke samping istrinya, seraya berkata.
"Sayang, buruan makannya, Mas gak jadi makan disini, capek di salah pahamin orang terus."
"Oh, ya udah yuk pulang." Maura bangkit dari duduknya seraya berjalan ke kasir untuk membayar semua tagihannya.
__ADS_1
"Lah main tinggal begitu aja tuh bocah, woi." Nada dan amel terburu buru menghabiskan jusnya karena sudah di tinggal oleh Maura dan Bejo.
saat Maura berjalan ke kasir Amel dan Nada hanya saling tatap tidak mendengar apa yang di bisikkan oleh Bejo, dan malah di tinggal begitu saja oleh Maura dan Bejo.