Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Jadi Istri Ustadz, Bejo?
ANU


__ADS_3

"Giman Maura, ngomong apa dia?" tanya Amel yang penasaran dengajan raut wajah Nada menatap kosong kedepan.


"Cubit aku dong Mel." pinta Nada yang membuat Amel bingung, tapi tetap melaksanakan apa yang menjadi permintaan sahabatnya itu.


"Auh, jangan kenceng kenceng dong Mel, sakit." Protes Nada yang kini malah balik memukuli Amel.


"Ih, kamu gimana sih Nad tadi minta di cubit, giliran di cubit malah marah marah mau kamu itu apa?" kesal Amel menatap tajam pada Nada.


"Ya jangan keras-keras dong kalau cubit orang, sakit tau." keluh Nada dengan mengusap-usap tangannya yang terkena cubit oleh Amel.


" Emang kenapa sih Nad, apa kata Maura?" tanya Amel yang penasaran.


" Tadi yang angkat bukan Maura, tapi Ustadz Bjo katanya Maura kelelahan masih tidur,"


"Hah, Maura masih tidur jam segini, dia masih tidur, wah jangan-jangan mereka ...." Amel tidak melanjutkan kalimatnya dan malah adu pandang dengan Nada kemudian mereka berdua menutup mulut mereka sendiri.


" Jangan bilang kalau kamu juga lagi mikir apa yang aku pikir." tanya Amel pada Nada yang kini mengangguk karena pernyataan Amel memang benar.


"Aku rasa Ustadz Bejo dan Maura sudah melakukan anu Mel." Kata Nada yang membuat Amel mengerutkan keningnya.


"Anu apa maksud kamu yang jelas dong jangan ngomong anu anu, tapi bisa jadi sih mereka udah anu anuan."


"Ye tadi nggak boleh aku bilang begitu sekarang kamu malah ikutan." Ejek nada pada Amel.


Ya Amel dan Nada Tengah memikirkan hal yang sama yaitu sama-sama sedang memikirkan Ustad Bejo dan Maura telah melakukan hubungan suami istri ada rasa kecewa sih tetapi mereka lebih cenderung pada rasa senang karena pada akhirnya hubungan Maura dan Ustaz Bejo semakin intim.

__ADS_1


meski ada rasa sakit sedikit dalam hati karena merasa kecewa pria yang ia idamkan untuk menjadi suami, ternyata sudah menjadi milik sahabatnya seutuhnya.


Amel dan Nada mengisikan absen sesuai dengan permintaan Ustad Bejo. 2 kelas telah mereka lalui dengan lancar meski tanpa Maura sahabat mereka.


Usai dari kamus Amel dan Nada langsung menuju asrama, di asrama dia terkejut dengan gosip yang sudah menyebar luas, dimana status pernikahan Ustad Bejo telah diketahui oleh semua Santri.


Amel dan nada penasaran, mereka sangat penasaran Siapa orang yang sudah menyebarluaskan tentang pernikahan Ustadz Bejo tersebut, Padahal baru kemarin mereka berdua mengetahui kebenarannya tentang pernikahan Ustad Bejo yang bukan lain menikahi sahabatnya sendiri yaitu Maura.


Amel dan Nada menyelidiki gosip tersebut adakah nama Maura yang juga terseret dalam gosip tersebut mereka khawatir jika semua Santri tahu apabila Ustad Bejo menikahi Maura.


Ada kelegaan di dalam hati mereka ketika mengetahui gosip itu hanya sebatas saja, mereka hanya tahu bahwa Ustad Bojo kini statusnya sudah menikah bukan lagi seorang pria jomblo yang tengah mencari istri tapi sudah memiliki istri.


Amel langsung mengeluarkan ponselnya dan memberikan kabar tersebut kepada Maura agar Maura lebih berhati-hati Ketika nanti dia kembali ke asrama


sementara itu Maura yang kini baru terbangun dari tidurnya merasa tubuhnya sedikit enteng setelah melakukan Tidur yang cukup lama.


Entah siapa yang meneleponnya itu terdengar suara Ustaz bejo berbicara dengan sedikit serius membuat Mau rasanya penasaran. Dia perlahan menurunkan kakinya dan Ingin menyusul usatad Bejo yang berada di balkon.


Rasa sakit pada intinya membuat Maura meringis merasa kesakitan, itu langsung diketahui oleh ustad Bejo yang tanpa sengaja menoleh ke arah belakangnya dan melihat Maura akan turun dari ranjang


Bejo langsung menyudahi sambungan teleponnya dan mengambil langkah penjang menghampiri Maura yang hendak berdiri.


"Kenapa nggak panggil Mas aja Dek, kalau kamu mau ke kamar mandi," ucap Ustad Bejo yang mengira Maura ingin ke kamar mandi.


"Aku bukan mau ke kamar mandi mas, tapi mau nyusulin kamu, siapa yang telepon kayaknya serius banget?" ranya Maura prnasaran.

__ADS_1


"Oh tadi yang telepon itu Paman yang nyuruh kita untuk segera pulang padahal Mas masih ingin di sini Mas udah pesan hotel ini selama 3 hari Dek Menurut kamu gimana?" Bejo memeluk Maura dengan hangat menunjukkan rasa ketidak relaan.


"Masalahnya Genting ya mas, sampai Paman harus nyuruh kita segera balik, ya kalau memang penting kita pulang aja. lagian kita bisa sambung Kok, bulan madunya di lain waktu aja gak papa, aku juga kan butuh kuliah Mas, Masak mau izin terus nanti nilaiku jelek dong."


"Masalahnya sih ya sedikit Genting sih, kamu, tapi beneran kamu nggakk apa pulang sekarang?" tanya Bejo meyakinkan Maura.


"Beneran kok Mas, gak papa, nanti aku Biar istirahatnya di rumah paman dan bibi kamu. besok, baru aku balik lagi ke asrama kayaknya nggak berani deh kalau baliknya sekarang, jalan aku aja masih pinjang kamu sih semalam Ganas banget bikin aku yang sekarang jalannya pencang."


"hehehe maaf ya dek, Habisnya gimana kamu nikmat sih, jadinya maunya terus-terusan, Maaf ya." jawab Bejo dengan cengengesannya.


"Iya udah dimaafin kok, lagian aku juga menikmatinya jadi santai aja." jawab Maura dengan wajah yang bersamu malu.


Sementara itu di dalam rumah Ustaz Zainal dan istrinya Tengah mundar-mandir merasa pusing dengan apa yang baru saja ia bicarakan dengan keponakanya Bejo.


tadi pagi tepatnya pada jam 10.00 pagi Ustad Zainal bertemu dengan Pak Kyai di mana Pak Kyai membicarakan persoalan Najwa yang mau dijodohkan dengan keponakannya Ustad Zainal, ustadz Zainal juga sudah menerangkan banyaknya pada Pak Kyai jika Ustadz Bejo itu sudah mempunyai istri tetapi ternyata Najwa yang sudah mengetahui status pernikahan lucu tidak mau memperdulikannya dan tetap ingin menjadi istri Bejo


"Bagaimana ini Umi ada-ada aja itu si Najwa. minta dinikahkan sama bejo, yang mana ustadz Bejo udah nikah, dan dia juga udah tahu juga, masih ngeyel aja mau dinikahin mau-maunya juga jadi yang kedua Mana Mungkin Maura mau." kalau Ustaz Zainal di madu.


"Aku yakin 100% Abi, Maura pasti nggak akan setuju Kalau bejo nikah lagi, lagian beneran, Ada apa sih sama itu si Najwa kok bisa-bisanya minta dinikahin sama laki-laki yang udah beristri, dimana coba ada istri yang rela dimadu sedangkan usia pernikahan mereka yang baru aja belum ada segenap segenap sebulan." keluh Bibi Aisyah yang juga ikutan pusing memikirkan hal ini.


tempat pukul 02.00 siang Maura dan Bejo sampai di rumah Ustad Zainal, mereka langsung didudukkan oleh Ustad Zainal dan Bibi Aisyah dan diajak untuk membicarakan perihal Najwa yang ingin dinikahi oleh Ustadz Bejo


Maura sangat kaget dengan berita itu di mana Najwa masih saja ngeyel dan ingin dinikahi oleh Ustadz Bejo yang bukan lain adalah suaminya.


Bejo dengan yakin mengatakan pada Maura bahwa dia akan menolak dengan tegas keinginan Najwa untuk menjadi istri keduanya.

__ADS_1


Ustad Zainal dan Bibi Aisyah merasa lega mendengar bahwa Bejo akan menolak keinginan Najwa tersebut merasa lega. karena melakukan poligami itu bukan hal yang mudah, sangat sulit bahkan di dunia ini tidak ada orang yang mampu berlaku adil kecuali hanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.


__ADS_2