Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Jadi Istri Ustadz, Bejo?
Sepetak


__ADS_3

Flasback On.


setelah sesi ijab kabul usai, acara dilanjutkan dengan bertukar cincin serta sungkem pada orang tua masing masing, Maura yang awalnya masih mengenakan mukena langsung melepasnya yang ternyata ia sudah mengenakan Hijab, dengan dituntun Ummi dan Diana Maura mendekati Bejo yang sudah sah menjadi Suaminya.


Bagkan Marsya pun juga ikut, Maura sedikit terbengong melihat tampilan Bejo yang menggunakan kopyah hitam dengan batik berwarna ungu yang kontras dengan kulitnya yang putih pucat tetapi tetap memancarkan ketampananya.


Maura menyadari jika Bejo ini sangatlah tampan mirip engan poster V BTS yang pernah di tunjukkan oleh Nada tempo hari.


Maura terus mengamati Suaminya itu seakan ada yang perlu dia ingat.


Begitu tersadar dengan apa yang ia lupakan Maura langsung membelalakkan matanya ia tatap satu persatu antara Bejo, Ustadz Zainal serta istri dan anaknya.


"Ustadz Zainal punya ponakan yaitu Suami ku, Bejo. Ustadz yang populer di pesantren namanya juga Bejo, ponakan dari ustadz Zainal, berarti Bejo suam ku ini... Ustadz Bejo dong." Maura membungkam mulut nya sendiri serata memejamkan matanya seolah membenarkan apa yang telah ia batin tadi.


Semua orang menatapnya aneh," Kamu kenapa Siti, kok sampai tutup mata begitu." tanya Mas Husni.


"Eh,, oh gak papa kok Mas, ini kayak ada yang masuk ke mata." Maura ngeles aja takut ketahuan apa yang tengah ia pikirkan.


Sementara itu Si Marsya yang sedari tadi menatap Bejo pada akhirnya tidak bisa menahan kesadarannya.


"Oppa," gumamnya lirih sebelum jatuh pingsan.


Semua orang panik akan hal itu, siapa sangaka jika Marsya akan pingsan di pernikahan Maura.


semua orang bertanya tanya gerangan apa yang membuat Marsya jatuh pingsan. yang paling panik adalah Ummi kulsum yang sangat sayang pada Marsya, ia merasa khawatir melihat anak kesayanganya tidak sadarkan diri.


Marsya di bawa masuk ke dalam rumah Abah Husain tepatnya di kamar Marsya ia di baringkan, Ummi kalsum dengan telaten memberikan minyak kayu putih ke telapak kaki dan hidung Marsya agar Marsya cepat siuman.


Maura yang khawatir juga ikut masuk kedalam jadi ada Ummik Diana dan Maura yang menunggui Marsya sementara yang lainya duduk di ruang tamu.


Beberapa saat kemudian Marsya bangun dari pingsannya, Ia menatap nyalang pada Maura. Dalam hati Marsya.


"Kurang ajar, kenapa keberuntungan selalu berpihak pada anak pungut ini sih, aku menolak perjodohan ini, agar dia mendapat nasib buruk dengan menerima pernikahan dengan orang yang jelek, tetapi nyatanya dia sangat tampan. bahkan jauh lebih tampan dari biasku di BTS, sial sial sial."

__ADS_1


Marsya memang memiliki kebencian pada Maura karena perhatian Abah terus terbagi jika ada dia dirumah, meskipun tidak ada dirmah Abah terkadang membandingkan mereka berdua karena itu Marsya berharap jika Si Bejo itu berwajah jelek sehingga akan banyak orang yang mengejeknya.


tetapi alangkah terkejut nya dirinya saat pertama kali melihat wajah Bejo, bahkan saat Marysa memastikan lagi habis ijab kabul tadi tiba tiba ia hilang kesadaran kerena ternyata yang tadi ia lihat bukan mimpi tapi sebuah kenyataan.


Flasback Off.


Kini Maura dan Bejo tengah berada di dalam kamar Maura, Mereka tengah termenung dengan pikiran masing masing sehingga hanya terdengar dentingan jam diding yang terpasang di atas meja.


"Saya mau tidur, Capek." Bejo membuka percakapan yang membuat Maura terbelalak melihat Bejo sudah berbaring di kasurnya.


"Eh, kok tidur disini, kamu tidur dibawah sana." Perintah Maura yang tidak mau tidur satu ranjang dengan Bejo.


"Kamu itu kalau mau nyuruh orang lihat lihat dulu lah, ini kamar cuma sepetak, kayak pos satpam kamu suruh aku tidur dibawah, gak sopan, aku ini suamimu. jangan bikin dosa pertama pada suami." Tetang Bejo yang menolak tidur di bawa.


ya memeng Maura hanya di beri kamar tidur yang sempit, yang hanya mampu menampung satu lemari ukuran kecil, ranjang dengan satu orang tidur saja serta meja belajar ukuran kecil. selebihnya sudah tidak ada yang tersisa. Abah husin berulang kali berdebat dengan istriya, menyuruh nya memberikan kamar yang layak, terapi Ummi kulsum kekeh menolak dengan berbagai alasan.


Maura yang tidak mau Abahnya marah marah, dengan legowo ia membujuk sang Abah untuk tidak memperkarakan tentang kamarnya lagi karena baginya ini sudah lebih dari cukup.


Bejo sendiri mendengar pernyataan Maura pun hanya menghela nafas berat.


"Sudahlah, masalah itu kita pikirkan besok aja, kita tidur aja dulu, besok banyak yang perlu kita rundingkan. aku capek butuh istirahat."


"Kenapa gak diomongin sekarang aja sih, kenapa nunggu besok nanggung nih, sekarang aja." Eyel Maura yang kemudian mendadak Bejo bangkit dari baringnya.


"Bicara besok dan tidur sekarang atau aku makan kamu sekarang." Bejo menatap bagian dada Maura yang membuat Maura melotot dan langsung menabok wajah bejo agar tidak menatap bagian itu.


"Dasar mesum," Maura langsung berbaring di kasur sebelah Kiri sementara itu Bejo terkekeh melihat reaksi Maura.


mesipun wajahnya terasa panas akibat tabokan dari Maura.


Bejo memilih besok saja sehabis subuh membicarakan rencana kehiduapan dalam rumah tangga yang telah mereka berdua miliki sekarang.


Malam ini ia memilih untuk tidur menenangkan pikiran dan hatinya yang sedari tadi kosong karena pernikahan mendadaknya ini.

__ADS_1


Begitu pagi menjelang subuh Maura yang sudah terbiasa bangun di jam tiga lebih ini, terkejut saat mengetahui dirinya berada di pelukan laki laki.


"Innalillahi wa innailaihi rojiun, Apa ini. Auuhhh.. kok aku bisa disini sih, meluk meluk dia, nanti di kira aku udah suka sama dia lagi," gumam Maura seraya berusaha melepas diri dari pelukan suaminya.


"Huh, emang ya, kasur lebar cuma sejengkal, dibuat tidur berdua ya gini nih, jadinya tindih tindihan." Lanjut Maura terus menggerutu.


Bejo yang merasakan gerakan Maura, berpura pura masih tertidur. dalam hatinya ia merasa geli mendengar gumaman Maura yang kesal akan sempitnya kasur miliknya.


Gdubrak


suara orang terjatuh mengagetkan Maura. saat menengok ke belakangnya laki laki yang menjadi suaminya sejak semalam itu terjatuh dari tidurnya.


"Hahahah.. " Maura menetertawakan Bejo,


"Ngapain disitu, katanya gak mau di bawah kok malah mau pindah kesitu sih." Ejek Maura.


Bejo mendelik melihat Maura yang menentertawakan dirinya, bukanya di tolongin malah di tertawain, dasar Maura.


Bejo yang niatnya geser sedikit dari Maura yang mau bangkit untuk mengambil ponselnya di meja malah tanpa sengaja Bokong Maura mendorong tubuh Bejo hingga Bejo terjatuh dan kepala nya ke bentur meja belajar di samping kanan tempat tidur.


"Bisa gak tuh bokong di kondisikan, sakit nih kepala kena kaki meja." Keluh Bejo kesal seraya bangkit dari bawah.


"Bokong bokong aku, salah sendiri minggir minggir." Maura masih mentertawakan jatuhnya Bejo.


"Jangan jadi istri durhaka menentertawakan suami yang kesakitan. lagian kasurnya kan sempit itu bokong kamu kegedean." Bejo masih terus menyalahkan pantat Maura yang dilainya terlalu besar sehingga mengakibatkannya terjatu.


"Masa Bodo', gak lihat nih kasur cuma cukup aku seorang, dah lah aku mau mandi." Maura berlalu pergi ke luar kamar karena kamar mandinya di luar.


sementara Bejo masih mengusap usap kepalanya yang masih sakit.


"Memang benar aku harus buat kamar yang lebih besar agar kasurnya bisa besar juga. gak kayak gini cuma muat satu orang aja.


lagian diakan anaknya seorang pemilik pesantren kok kamarya kecil banget, masak semuanya kamarnya begini, kayak anak pungut aja di kasih kamar begini." Batin Bejo seraya mengamati seisi kamar yang sangat sederhana, untung aja rapi.

__ADS_1


__ADS_2