
"Maafkan Oma, dihati kita bertemu, kau hatu berlinang air mata Sayang." tangan renta milik Oma Fatma mengusap lembut pipi Maura, menghapus air mata yang mengalir.
Lembar perlembar album foto tersebut terus di buka, dan Oma Fatma terus menunjukkan siapa siapa saja yang berada di dalam album tersebut.
"Ini, ini Pak Rifan kan." Tunjuk Maura pada Foto rifan yang berdiri tegak di samping sah Ayah, disampingnya lagi ada seorang perempuan yang Maura tidak tau dia siapa.
"Kalian sudah bertemu denganya ya," ucap Oma Fatma.
"Kok, Pak Rifan ada di albun ini Oma, apa hubungannya dia sama keluarga ini?" tanya Maura yang sngat penasaran.
"Rifan, itu kakak kamu Sayang, dia anak pertama Papa mu bersama dia Sonya." tunjuk Oma fatma pada foto wanita yang berada di samping Rifan.
"Apa?" Serentak Maura dan Bejo terkejut mendengar fakta yang satu ini, ini semua seperti mimpi bagaiman bisa Rifan tetangga mereka bisa menjadi Kakak kandung Maura.
"Rifan, ingin mengambil alih semua harta peninggalan Papamu, tetapi Papamu ternyata sudah mengubah semua isi wasiatnya dan mengalihkannya pada dirimu Maura."
__ADS_1
"Oma serius?"
"Serius sayang, ini bukan mimpi tapi inilah kenyataannya."
"Tapi kenapa Pak Rifan selama ini diam saja tidak memberitau jika dia Kakak kandungku Oma."
"Tidak, dia memang Kakakmu tapi dia bukan Kakak kandungmu,"
"Hah, maksudnya bagaiman?" Maura semakin pusing dengan semuanya.
di akhir hembusan nafasnya Papamu baru mengatakan semuanya pada Oma, selama ini dia merahasiakannya, tentang Rifan dan tentangmu yang masih hidup."
"Cerita tentang ku yang masih hidup, apa maksudnya sebelum ini kalian berpikir jika aku sudah mati?" tanya Maura tak percaya.
"Ya, Kematian Mamamu dibuat seolah dia mati bunuh diri setelah kehilangan putrinya yang baru lahir, padahal faktanya, setelah dia berhasil menyembunyikan dirimu, barulah dia di bunuh dan dibuat seolah bunuh diri."
__ADS_1
"Astagfirullahaladzim, tega sekali orang yang melakukan hal itu. Oma," ucap Maura dengan isak tangis.
"Nama aslimu bukanlah Maura, melainkan Mutiara Adi Jaya, Papa dan Mamamu yang memberikannya, saat kamu masih berusia delapan bulan, Oma tau itu karena Oma sendiri yang menyaksikanya disamping mereka berdua.
Tidak masalah saat ini kau menghunkan nama Maura, itu juga nama yang bagus," ucap Oma Fatma seraya tersenyum memandangi Maura.
"Lalu sekarang Maura harus bagaimana Oma, berarti Pak Rifan tengah merencanakan sesuatu kan untuk merebut semua harta Papa. "
"Kamu benar, kalian berdua harus hati hati, hatus selalu waspada, Keluarga Sonya bukanlah keluarga biasa, mereka juga sama terpa dangnya dengan keluarga kita, tapi cara mereka itu yang licik dan memperdaya kita, tapi kamu tenang saja selama Oma masih hidup, tak akan Oma Biarkan mereka melukai kalian."
Maura memeluk tubuh renta Oma Fatma, rasanya sangat nyaman berada di pelukan nenek sendiri.
"Oma, jangan khawatir, aku akan selalu berhati hati kok, Biar aku dan Mas Bejo yang lindungi Oma, mungkin ini sudah waktunya kami yang menggantikan Papa dan Mama melindungi Oma dan Harta keluarga ini." Kata Maura dengan semangat.
"Terimakasih Sayang," ucap Oma fatma sangat terharu mendengar perkataan sang cucu.
__ADS_1
Bejo ikut tersenyum menyaksikan keharuan yang terjadi hari ini, dirinya pun tidak menyangka jika asal usul keluarga istrinya itu tidaklah main main, dan kini ia harus menjadi suami yang jauh siap siaga untuk melindungi istri dan keluarganya.