
Dua minggu sudah Bejo dan Maura menempati rumah barunya, mereka berdua sangat bahagia menjalani hari harinya.
Meskipun begitu Maura dan Bejo masih sering mampir kerumah Ustadz Zainal untuk sekedar bekunjung.
Amel dan Nada pun juga sering mampir untuk main maupun mengerjakan tugas, Maura pun tidak merasa kesepian.
Aktivitasnya setiap pagi selain membuat sarapan, ia juga merawat bunga bunga yang berada di taman belakang rumah dan depan rumah, meskipun kadang Bik inem melarang agar tidak kecapekan, tetapi Maura tetap memaksa jika itu adalah tugasnya, yang menjadi rutinitas setiap pagi, toh Maura hanya melakukan itu tidak dengan yang lainnya.
Bejo pun tidak keberatan dengan yang di lakukan Maura, karena baru tau jika istriya itu sangat suka dengan bunga.
"Dek, makan diluar yuk, sambil malam mingguan." Ajak Bejo yang ingin mengajak Maura jalan jalan malam minggu.
"Gak mau ah Mas, dirumah aja, aku mau lihat sinetron faforit aku, nanti tuh pas lagi seru serunya tau," ucap Maura menolak ajakan suaminya.
"Serius nih gak mau jalan jalan diluar, mumpung malam minggu loh ini."
"Serius Mas, dirumah aja lah, tuh Bik inem udah bikin makan malam, mubazir Mas Kalau gak dimakan," ucap Maura seraya menunjuk Bik inem yang tengah membawa ikan gurame goreng ke meja makan.
Bejo menghembuskan nafasnya, rencana jalan jalan berdua dengan istrinya gatot, gagal total, padahal ia merasa itu akan seru. Setelah mendengar cerita Ahmat yang sering keluar malam mingguan bersama keluarga kecilnya, Bejo tertarik untuk menirunya.
Bejo ingin merasakan juga suasana malam minggu bersama istri tercinta. Karena Maura menolak ajakannya makan diluar sekaligus jalan jalan, Bejo mempunyai ide mesum di otaknya.
"Ya sudah kalau gak mau, yuk Makan, Mas udah laper nih, kayaknya udah siap semua tuh makan malamnya." Ajak Bejo pada Maura yang tengah bermain ponsel.
Maura langsung meletakkan ponselnya di atas meja, mengecasnya sebelum pergi ke ruang makan.
Seperti biasa, jika lagi makan berdua saja Bejo akan mengambil nasi dan lauk dengan banyak untuk mereka makan bersama, Bejo menyuapi Maura dengan telaten, kadang Maura juga menyuapi Bejo dengan menggunakan sendok karena malas cuci tangan, tidak seperti bejo yang makan menggunakan tangan secata langsung, ia bilang sunah rasul.
Selesai makan malam, Maura langsung pergi ke ruang keluarga dimana terdapat TV disana.
Bejo pergi keruang kerjanya sebentar, untuk memeriksa jika ada email yang masuk, ternyata ada beberapa email masuk, dan Bejo memeriksanya.
Dua puluh mentiit berkurat pada komputernya, Bejo ingat akan idenya tadi langsung mematikan komputer dan pergi menyusul sang istri.
Di lihatnya Maura yang tengah fokus pada sebuah tayangan sinetron, sangking fokusnya Maura pun tidak sadar jika Suaminya telah duduk di sampingnya.
"Ih, bodoh banget sih, udah tau kalau suaminya selingkuh, ya udah minta cerai aja, kok malah mau maafin sih," gumam Maura yang merasa sebal dengan sinetron yang ia lihat.
__ADS_1
Bejo hanya tersenyum tipis mendengar gerutuan istrinya mengomentari sinetron yang ia tonton.
diam diam bejo menarik tali kerudung bergo Maura hingga terlepas dan menjuntai ke depan. Membuat Maura terkejut dan langsung menoleh pada Suaminya itu.
"Mas, sejak kapan disitu?" tanya Maura heran.
"sejak kamu ngedumel sendiri sama sinetron yang kamu tonton itu."
"Habis gimana, aku kira dia bakalan marah terus minta cerai, ini malah maafin dan rujuk." cibir Maura.
"Kamu itu aneh dek, memang sutradaranya yang maunya begitu, kok."
"Tapi tetep aja Mas, sebel."
Bejo membiarkan Maura mengeluarkan kekesalannya pada sinetron faforitnya itu, sementara dirinya semakin mendekat pada Maura.
Di lepasnya kerudung Maura dari depan, sehingga membuat rambut Maura sedikit berantakan.
Tetapi dengan sigap Bejo merapikannya. Maura hanya menoleh dan mengerutkan keningnya merasa tidak suka di ganggu oleh suaminya sendiri.
"Kok dilepas Mas, nanti kalau ada Mamang bagimana?" tanya Maura hendak mengambik kerudungnya dari tangan Bejo.
"Mas, aku lagi lihat sinetron, nanti aja kenapa sih kalau mau tidur," ucap Maura berharap Bejo menghentikan aksinya.
"Pentingan Mana melayani suami dengan melihat sinetron?"
Maura bungkam mendengar pilihan dari Suaminya, tentu saja pentingan suaminya, tetapi sinetron faforitnya kan lagi seru, "Dasar suami gak peka, istrinya lagi pengen lihat sinetron, malah di jakan *** ***." Batin maura yang kini sudah matikan TV.
Bejo teranyum mendapati TV dalam keadaan mati, istrinya itu tidak akan mungkin melawan suaminya, tanpa berkata Bejo langsung mencium bibir ranum Maura.
"Mas, jangan disini, malu kalau ada Bik inem nati." Maura mendorong tubuh Bejo dan langsung lari naik ke atas.
Bejo hanya tersenyum dengan santai, kemudian menyusul istrinya yang sudah duluan masuk ke kamar.
Malam minggu yang tadinya sudah di rencanakan menikmati indahnya malam minggu, beralih pada kamar yang sudah berganti atmosfer menjadi panas.
***
__ADS_1
Bejo memang bukanlah manusia sempurna, ia sering kali kena omelan Maura saat tidak meletakkan barang pada tempatnya kembali.
Bahkan Maura sering uring uringan gegara haduk basah yang teronggok di atas tempat tidur.
Bejo tidak pernah mengambil pusing dengan omelan Istrinya, sehingga ia terkadang malah menyengaja, untuk melihat wajah garang istrinya yang semakin hari samakin cantik menurutnya.
"Mas, kamu itu sengaja kan, naroh botol air di meja rias ku, ini udah kosong kenapa gak langsung di buang ke tempat sampah sih." Keluh Maura yang mana selalu kesal dengan jawaban Bejo.
"Maaf Dek, lupa." Kalimat ini yang terus di berikan oleh Bejo.
"Udah Ah, yuk sarapan, jangan marah marah pagi pagi begini, katanya Mau jalan jalan kepantai." Bejo mencium kening Maura.
"Habis nya kamu sih, sering lupaan."
Maura dan Bejo turun kebawah untuk sarapan, kemudian mereka berangkat pergi ke pantai bersama Bik inem juga.
Sebenarnya Maura sudah mengajak Amel dan Nada tetapi merka tidak bisa karena ada mengaji rutinan tiap minggu wage.
Jadi hanya mereka bertiga deh yang berangkat.
Maura sangat senang di ajak kepantai, sudah sangat lama ia tidak pernah ke pantai, apa lagi ini pergi bersama suami semakin menyenangkan.
Tetapi ada yang membut Maura benci juga, yaitu tatapan mata perempuan perempuan yang menatap sang suami dengan tanpa kedip itu menyulut kecemburuan luar bisa.
"Harusnya tuh Mas, kamu pakai topeng aja deh, biar gak kelihatan muka ganteng kamu." Gerutu Maura.
Bejo yang tau jika istrinya itu tengah marah, langsung merangkulnya, memperlihatkan pada semua orang bahwa dirinya sudah ada yang memiliki.
Smeskipun begitu ketampanan Bejo memang luar biasa sehingga masih ada wanita wanita yang mengabaikan kemesraan Bejo bersama Maura.
"Mas, Aku ke toilet sebentar ya,"
"Aku temenin ya Dek,"
"Gak usah Mas, aku sendiri aja, kamu disini aja sama Bik inem." Maura pergi ke kamar Mandi, sementara Bejo dan Bik inem tetap pada tempatnya yang tengah berada di kafe lesehan dekat pantai.
Maura berjalan dengan hati hati, tetapi saat mau kembali ketempatnya tidak sengaja dirinya di tabrak seseorang hingga mau terjatuh.
__ADS_1
Untungnya ada orang yang menangkap tubuhnya sehingga tidak sampai nyungsep ke pasir pasir.
"Kamu, tidak papa?" tanya orang yang menolong Maura, dengan aksen khas seorang bule.