Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Jadi Istri Ustadz, Bejo?
Penyerangan


__ADS_3

Bejo dan Maura bersama sama menuju ruang tau, merka berdua sangt penasaran dengan tamu nya itu.


sesampainya di ruang tamu mereka berdua sangat heran karena merasa tidak kenal dengan laki laki di hadannya saat ini.


wajahnya cukup tampan meski usianya tak muda lagi, tubuhnya yang tinhhi tegap menambah wibawanya.


"Maaf jika saya memgganggu istirahat kalian, perkenalkan namasaya Mahendra, Kepala pelayan Kediaman Adi Jaya."


Mayra Maupun Bejo sama sekali tidak mengerti atau mengenali kaluarga yang disebutkan oleh tamunya itu, sehingga membuatnya bingung.


"Maaf ada perlu apa ya pak Mahendra bertamu ketempat kami?" tanya Bejo dengan sopan.


dengan senyum Mahendra menjawabnya, "Saya, paham jika kalian merasa bingung, saya tidak bisa menceritakan semuanya, karean saya tidak berhak. tetapi betapa bersyukurnya saya karena berhasil menemukan anda Nona."


"Maksudnya bagaimana?" tanya Maura yang semakin bingung.


"Mari ikut saya pulang ke kediaman Adi Jaya, karena Nyonya besarlah yang akan menjelaskan semuanya." Pinta Mahendra penuh harap.


"Saya tidak bisa memberi ijin pada anda untuk membawa istri saya, kami tidak mengenal anda." Tegas Bejo dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


Maura mengeratkan genggaman tanganya pada Bejo, dirirnya merasa takut, takut jika orang yang di hadapanya itu adalah orang jahat yang ingin membunuhnya, ter uji ngat akan teror waktu itu, meskipun pelaku teror sudah di tangkap, bisa saja ada orang lain yang ditugaskan lagi, karena dalang sesungguhnya belum tertangkap.


"Saya tidak akan membawa Nona tanpa anda Tuan, karena anda juga harus ikut bersama saya."


Bejo dan Maura masih merasa ragu, dan sangat terlihat jika merek berdua tidak percaya dengan orang yang ada dihadapannya itu.


"Apa kalian sudah bertwmu dengan Rifan?" tanya Mahendra yang membuat Maura dan Bejo terkejut.


"Apa hubungan ada dengan Pak Rifan?" tanya Bejo penuh selidik.


"Kami tidak ada hubungan apa pun, tapi yang jelas, saya berada di pihak anda nona." Mahendra menatap Maura dengan mata yang tulus jika apa yang ia katakan itu bukanlah kebohongan.


Bejo yang penasaran, dan ingin semuanya segera menjadi jelas, memutuskan untuk menyetujui ajakan Hendra.


"Mas Kamu yakin?" tanya Maura tidak percaya.


"Bismillah, Sayang, kita harus tuntaskan masalah ini, dari pada kita menerka nerka, lebih baik kita ikuti saja dia, untuk meminta kejelasannya, apa lagi ini bersangkutan dengan Rifan, karean aku punya feeling tidak bagus padanya."


Maura terdiam mendengar perkataan Bejo, semuanya terlalu dadakan dan membingungkan, tetapi benar apa kata suaminya jika ingin kejelasan dirinya harus datang pada Adi jaya.

__ADS_1


pada akhirnya Maura dan Bejo pun ikut pergi bersama Hendra.


"Sejak kapan kamu punya feeling tudak baik pada pak Rifan Mas?" tanya Maura setelah mobil Mahendra menjauhi rumah mereka.


"Cukup lama, percaya sama aku Sayang, semuanya pasti akan baik baik saja." Bejo menggenggam erat jemari Maura, Maura pun mengangguk kan kepalanya, Maura berpikir jika bukan Bejo siapa lagi yang akan ia percayai, keluarganya hanya tinggal dia seorang saja.


perjalanan menuju kediaman Adi Jaya membutuhkan waktu kurang lebih empat jam, setelah memgendarai mobil kebandara dan kini berpidah naik pesawat, setelah dua jam di pesawat barulah mereka tiba di kota Jakarta kota kelahiran nya.


Mura dan bejo sudh tau jika merka akan ke jakarta, tetapi tidak menyangka jika sat ini mereka sudah beenar benar ada di jakarta.


"Silahkan Tuan, " salah satu bodigard membukakan pintu mobil untuk Bejo dan Maura, behiyu merka keluar dari bandara, telah siap sebuah mobil hitam berjajar seperti akan menjemput orang penting saja.


Bejo Maura dan yang lainya masuk ke dalm mobil tersebut.


di perjalanan yang tenang, tiba tiba ada serangan, yang membuat Maura dan Bejo kaget.


Dor


Dor

__ADS_1


dua kali tembakan mengenai kaca mobil belakang yang di kendarai bodigard.


"sudah kuduga, mereka tidak akan tinggal diam, Tuan tolong lindung Nona, bagaimanapun caranya, kalian berdua hatus selamat." Kata Hendra yang membuat Bejo semakin heran.


__ADS_2