
sebenarnya apa yang sedang terjadi, siapa mereka yang tiba tiba menyerang, mengguakan senjata api, Sungguh Bejo dan Maura tidak habis pikir, setelah peristiwa teror dirumahnya yang belum lama ini terjadi, saat ini pun mereka harus mengalami penyerangan tanpa tau, apa alasan mereka melakukan hal tersebut.
Tapi Bejo menuruti apa yang di katakan oleh Hendra, untuk melindungi Maura, kalaupun Hendra tidak memintanya, Bejo sebagai seuami dan orang yang sangat mencintai Maura, tak akan dibiarkan istrie tercintanya mengalami luka sedikitpun.
"Tambah kecepatannya, kita harus bisa lolos dengan selamat." Tegas Hendra.
Anak buah Hendra yang menjadi sopir pun langsung melaksanakan perintah Bosnya tersebut.
Meskipun begitu mereka masih bisa mengejar, dan terus meluncurkan tembakan.
Maura memeluk tubuh Bejo dengan sangat erat, merka berdua berpelukan dalam keadaan menunduk, sebisa mungkin Bejo menutupi tubuh Maura dengan tubuhnya, agar Maura tidak terkena tembakan.
beruntungnya sang sopir sangat pandai menghindari tembakan tembakan tersebut, walaupun masih ada yang mengenai kaca jendela, hingga pecah, membuat Maura semakin ketakutan.
"Ck, menyebalkan, aku harus mengakirinya," ucap Hendra seraya bersiap untuk menembak satu mobil yang sedari tadi mengikuti mereka.
__ADS_1
kali ini Hendra tidak menargetkan pada musuh melainkan pada ban mobil agar menghentikan pengejaran.
Dor.
cekittttt...
mobil musuh mendadak oleng dikarenakan salah satu banya kempes.
tidak mau memberi kesempatan, Hendra langsung menembak salah satu musuh di dalam mobil tersebut dan mengenai tangan musuh yang tengah bersiap siap untuk membidik.
"Belok kanan," ucap Hendra dengan wajah yang tenang.
"Apa kalian ada yang terluka? " tanya Hendra seraya menoleh kebelakang.
"Alhamdulillah, kami baik baik saja, istriku pun juga baik baik saja." Bejo menyahutinya.
__ADS_1
"Bagus, mereka sudah tidak bisa mengejar, kita aman, sebentar lagi kita akan menaiki Hellikopter, untuk mencegah penyerangan lagi." Jelas Hendra.
"Sebenarnya siapa Anda? anda sangat pandai menggunakan senjata Api?" tanya Bejo yang sangat penasaran.
"saya hanya seorang pelayan Tuan." Hendra menjawab dengan senyuman.
"Hanya pelayan, itu tidak mungkin, anda sangat handal tadi, pasti anda dari militer, atau pengawal khusus." sanggah Bejo tidak percaya.
"Anda terlalu tinggi menilai saya Tuan."
"Dia tidak mau jujur rupanya, apa identitas nya harus disembuyikan, untuk sementara biarkanlah, yang terpenting Maura baik baik saja." Batin Bejo seraya mengusap kepala Maura lembut.
"Mas apa kita gak pulang aja, aku takut. belum ada satu hati mengikuti mereka kita sudah hampir mati gegara tembak menembak." Bisik Maura pada Bejo.
"Aku rasa kita tidak bisa pulang sayang, kalau kita balik lagi ke jalan tadi, bisa bisa kita diserang lagi, setepertinya kita lebih aman bersama merwka untuk sementara waktu, karena sudah terlanjur sampai disini, kita ikuti saja firasat mas mengatakan mereka orang baik kok, kamu yang tenang ya, masih ada Mas yang akan lindungi kamu terus." Bisik bejo berusaha menenangkan hati Maura.
__ADS_1
mendengar perkataan suaminy Maura mengangguk setuju, hatinya sudah sedikit lega meski sejujurnya ia ingin kabur lar iu dari mobil tersebut untuk menyelamatkan diri.
jika tidak ada bejo suaminya, mungkin Maura sudah berteriak meminta untuk di kembalikan pulang kerumah, tapi jika di pikir pikir ada kaitanya dengan keluarga kandungnya, Maura tidak bisa berhenti, dirinya hatus tau hingga akhir.