Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Jadi Istri Ustadz, Bejo?
Rengekan Manja


__ADS_3

"Oma, sehak kemarib prmasaran loh, mama kamu di ambil dari bahasa jawa, tapi wajahmu seperti orang luar, kamu keturunan jawa?" tanya Oama Fatma pada Bejo.


"Em, benar Oma, ibu saya asli orang indonesia, kalau Papa dia asli orang korea, kalau nama itu hanya sebutan saja, pemberian dari Kakek saya, jadi saya menggunakannya sampai saat ini."


"Oh, unik juga Kakek mu, kasih nama." Puji Oma dengan tulus.


"Terimakasih Oma,"


"Oma senang, Maura ada yang melindungi, Oma berharap banyak padamu Nak, tolong jaga Maura ya, meakipun Oma baru melihat dan mengenalmu, Oma tau kalau kau adalah orang yang baok dan tepat untuknya."


"Oma jangan khawatir, saya akan menjaga Maura sebaik mungkin."


"Iya Oma tau, tapi mungkin Rifan sekarang tengah merencanakan sesuatu, Oma tidak tau apa yang akan terjadi, yang pasti lebihlah waspada, Nak."


"Baik Oma."


Selagi Oma dan Bejo berbincang, Zehra tengah berada di dapur mengambil camilan untuk mereka nikmati bersama.


dan kini ia dibantu dengan salah satu pelayan yang ada, telah kembali dengan membawa beberapa camilan.


"Oma, nanti sore bisa kan kita ke makam Mama sama Papa?" tanya Zehra penuh semangat.

__ADS_1


karena memang sejak tadi itulah yang ada di benaknya, ingin mengunjungi makam sang orangtua.


"Boleh sayang, Oma akan menyuruh Hendra untuk menyiapkan nya."


Oma langsung mengkode Pelayan Eme untuk memberitahukan pada Hendra jika nanti sore mereka akan berkunjung ke makam.


dan dengan cepat Eme melakukan perintah sang majikan.


klunting...


suara pesan masuk.


"Tuan, nanti sore mereka akan keluar ke makam."


balasan masuk.


"Bagus laporkan semua yang mereka lakukan, bonus akan segera tertransfer."


Ternyata dirumah Oma Fatma Rifan telah menempatkan seorang mata mata, semua yang dilakukan Oma Fatma dan anggota rumah tersebut dilaporkan pada Rifan tanpa terkecuali.


"Bagus, mereka akan keluar nanti, itu adalah kesempatan baik, untuk melakukan semua rencana ku." gumam Rifan seraya tersenyum menyeringai, sunghuh mengerikan.

__ADS_1


"Mas Aku benar bemar gak menyangka, kalau Pak Rifan adalah saudara tiriku, pantes aja dia berusaha mendekati kita. apa jangan jangan teror itu juga Pak Rifan yang buat ya Mas." Terka Zehra di selal sela perjalanan nya mengelilingi Rumah nesar tersebut.


"Sebenarnya, Mas sudah tau dari beberapa hari yang Lalu sayang, kalau teror itu memang Pak rifan yang suruh." Jujur Bejo.


"Apa, kok baru kasih tau aku sekarang sih Mas? " Tukas Zehra yerlihat kesal. karena Bejo menyimpan kebenaran nya sendiri.


"Mas gak mau kamu khawatir, dan waktu itu penyelidikannya belum tuntas, jadi rencana Mas kalau penyelidikn nya sudah tuntas barulah Mas kasih tau kmu sayang."


"Oh, jadi kalau penyelidikn nya gak selesai, sampai kapan pun Mas gak akan pernah kasih tau aku gitu kan."


"Gak begitu sayang, Mas bakalan kasih tau kok, jangan marah dong, Mas minta maaf, mas tau salah, seharusnya mas jujur sama kamu sejak awal." Terang Bejo berusaha membuat Maura agar tidak marah.


"Lagian siaa juga yang Marah, gak tuh aku gak lagi marah, aku cuma kesel, Mas udah main sembunyi sembunyi kan sesuatu, main rahasia rahasiaan. Padahalkan aku selalu cerita sama kamu Mas, apapun itu." Ketus Maura.


"Iya, Mas minta Maaf."


"bikinin aku jus jeruk peras, sekarang." Pinta Maura yang langsung di lakukan oelh Bejo.


"Baiklah Ratuku, mari saya akan membuatkan minuman terlezat untuk mu."


"Gendong, kakiku capek keliling." Manjanya Maura membuat Bejo melongo.

__ADS_1


pasalnya baru kali ini Maura merengek seeprti itu padanya, kalau dirumah nya sendiri Maura akan selalu mengatakan "Gak usah Mas aku bisa sendiri." Kalimat yang sangat hafal bagi Bejo.


Nah sekarang tiba tiba manja sepeprti ini, cukup membuat Bejo terkejut dan bahagia, karena bisa melihat rengekan manja istrinya.


__ADS_2