
"Hallo Deri...aku udah sampe Jakarta nih, kamu jemput aku ya..." ujar Lani yang baru saja menderingkan ponsel Deri.
"Oke" bisik Deri yang saat itu tengah bermain bersama Uwais dan Umar di ruang TV.
Tak lama ia pun menghampiriku yang sedang membuatkan susu untuk Uwais di dapur.
"Sayang.... aku pergi dulu ya ke rumah teman kerja, ada kerjaan laporan yang harus diselesaiain buat meeting besok sama bos...." kalimatnya meminta ijin sembari memelukku dari belakang.
"Tapi jangan pulang kemalaman ya..." kataku penuh harap.
"Iya sayang....aku pergi dulu ya... Assalamu'alaikum..." kalimatnya sebelum pergi dan seketika mencium keningku.
"Walaikumsalam"
Sembari ia melangkah pergi, tak lupa ia menciumi kedua pipi Uwais dan Umar yang sedang bermain di atas karpet dengan segala mainan yang bercecer saat itu.
******
Deri
Tampak seorang Lani sedang duduk di kursi tempat pemberhentian bis yang ia tumpangi itu.
"Udah lama ya nunggunya?" sapa Deri pada Lani yang tengah melamun seorang diri.
"Enggak kog, barusan nyampe..." ujar dirinya sembari tersenyum.
"Ya udah yuk aku anter ke tempat kost?"
"Ehmmm tapi....aku laper Deri, boleh kita makan dulu?" ujar Lani melemahkan wajahnya.
"Oh....ya udah aku antar kamu makan, kamu mau makan apa?"
"Apa aja deh...."
"Ya udah yuk..."
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan menuju salah satu cafe dimana Deri yang memilihkan untuk Lani malam itu.
"Kamu nggak makan Der?" tanya Lani yang telah memilih menu makan.
"Enggak...tadi di rumah aku udah makan sama istriku..."
"Oh..."sahut Lani sedikit cemberut.
Tak lama dari itu pelayan pun mengantarkan makanan yang sudah ia pesan pada mereka.
__ADS_1
"Maaf Lani, aku nggak bisa lama-lama....takut kemaleman...kamu makannya dipercepat sedikit ya..." ujar Deri pada Lani saat tengah menyantap makanannya.
"Masak kamu tega sih Der sama aku...kan kamu tau aku baru aja sampe, masih capek banget....santai lah dikit...." ujar Lani merayu.
"Iya tapi aku kasihan sama Bunga dan anak-anak di rumah kalo pulang kemaleman...."
"Ya udah, kalo gitu kamu pulang aja sekarang....!" seru Lani jutek.
"Eeenggak gitu Lani....ya...ya...udah kamu lanjutin dulu makannya..." sahut Deri dengan rasa tak enak hati.
"Sory....aku sedikit jengkel, karena kamu nggak bisa pengertian sedikit sama orang yang baru aja perjalanan...." ujar Lani dengan nada lemah.
"Iya aku ngerti....maaf...." ujar Deri yang tampak sedikit gelisah.
Beberapa lama kemudian mereka pun pergi menuju tempat kost dimana Deri telah menyiapkan untuk Lani. Malam yang hampir larut mereka turun tepat di depan gerbang kost yang terlihat penghuninya sudah mulai sepi dan terlelap.
Deri segera mengantarkannya ke depan pintu kamar kost Lani itu.
"Ini kamar kamu, ini kuncinya....maaf aku nggak bisa lama-lama di sini, soalnya ini udah malem..." ujar Deri sembari menunjukkan sebuah kamar an menyodorkan sebuah kunci itu.
"Oke...makasih ya udah bantu aku..." sahut Lani tersenyum senang.
"Sama-sama....aku pamit, Assalamu'alaikum?"
"Walaikumsalam".
*****
"Sayang....aku pulang...Assalamu'alaikum..." kalimat Deri terdengar dari depan pintu seketika membangunkanku.
"Iya...Walaikumsalam..." sahutku dengan suara yang lemah sebab masih mengantuk.
"Maaf ya sayang, aku pulang kemalaman....tadi nggak bisa ninggalin kerjaan yang masih banyak..." kalimat Deri dihadapanku.
"Ya udah nggak papa...." ujarku sembari menahan nguap.
Seketika Deri membopong tubuhku yang lemas itu menuju kamar. Dengan penuh keromantisan ia pun membaringkan tubuhku perlahan di atas kasur.
Hatiku merasa terpesona akan perlakuan romantisnya padaku. Tak lama rayuannya pun muncul hendak mengajakku untuk bercinta.
Rasa kantukku yang sedari tadi menyelimutiku lenyap seketika atas jurus-jurus yang ia lakukan padaku. Malam itu telah mengobati rasa kerinduanku yang selama ini merasakan Deri mulai jarang mengajakku bercinta.
Malam indah ini pun melunturkan kecurigaanku atas melunturnya cinta Deri padaku akhir-akhir ini.
****
__ADS_1
Subuh hari usai suasana indah semalam, seperti biasa kami melaksanakan Sholat Subuh berjamaah.
Tak lama itu terdengar suara getaran ponsel dari miliknya Deri.
Seketika ia bergegas hendak berangkat ke kantor pada pagi yang masih sedikit gelap itu.
"Sayang memangnya ada apa kog tumben kamu berangkat pagi sekali?" ujarku yang tengah heran melihatnya begitu buru-buru.
"Semalam kan aku udah bilang sayang, kalo aku ada meeting hari ini..." sahutnya sembari mengenakan kemejanya.
"Ya udah aku buatkan sarapan telur ceplok ya biar cepet..." ujarku sembari hendak menuju dapur.
"Nggak usah sayang, aku udah suruh buru-buru sama temanku, nanti aja habis meeting aku beli sarapan di luar... aku berangkat dulu ya sayang.... Assalamu'alaikum..." kalimatnya sembari menuju mobil dalam garasi.
"Walaikumsalam" sahutku terheran.
****
Deri
"Kamu kog kasih taunya dadakan kalo ada interview hari ini juga?" tanya Deri pada Lani yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.
"Iya, semalem aku lupa, kamu buru-buru banget sih...."
"Iya... tapi kenapa sepagi ini sih? memangnya kantornya udah buka?"
"Belum...." jawabnya Lani santai.
"Lah...trus???" sahut Deri sedikit kaget.
"Aku mau ajak kamu sarapan dulu...pasti kamu belum sempet sarapan kan??" ujar Lani penuh bahagia.
"Astaghfirulloh Lani....harusnya kamu jangan gitu, seharusnya kan aku masih ada waktu bermain sama anak-anakku sembari menunggu istriku buatkan sarapan, ini gara-gara kamu mah...." sahut Deri kesal.
"Jadi kamu nyalahin aku??? cuma gara-gara aku mau ajak kamu sarapan kamu nyalahin aku gitu?? nggak bisa menghargai banget sih kamu Der...padahal niat aku baik pingin traktir kamu sarapan sebagai ucapan trima kasih atas bantuan kamu...." kalimat Lani pun menunjukkan kekesalan.
"Ehmmm iya....iya...maaf...ya udah yuk kita mau sarapan dimana?" ujar Deri sembari menghela nafas panjang.
"Aku nggak tau...kan kamu yang hapal wilayah ini, jadi terserah kamu mau bawa aku kemana...." ujarnya tersenyum penuh kemenangan.
Dalam perjalanan Deri tampak merasa gelisah. Ia khawatir akan Bunga istrinya yang sangat ia cintai saat ini. Namun di satu sisi ia pun tak tega melepas Lani seorang diri di Jakarta ini.
"Lani...bukannya sebentar lagi suami kamu pulang? kenapa kamu nggak tunggu aja sebentar lagi? palingan kan sebulan atau dua bulan lagi?" tanya Deri yang tengah menyetir mobil.
"Aku belum tau kapan pulangnya suamiku itu, terakhir kemaren kasih kabar malah pulangnya ditunda beberapa bulan karena kapalnya belum bisa mendarat bilangnya...." jawab Lani lesu.
__ADS_1
"Oh...sabar ya..." ujar Deri membesarkan hatinya.