
Hari ini adalah hari terakhir untuk yang mau ikutan komentar berhadiah! Yeaaay!
Jangan lupa komentar dan like, ya!
Saya tunggu sampai jam 12 malam teng!
Pemenang akan saya umumkan di episode besok :)
Terima kasih (*´˘`*)♡
***
Floryn memperbaiki posisi duduknya yang terasa semakin tidak nyaman. Walaupun masih ada rasa kantuk, ia memilih untuk membuka mata.
Ternyata, bus yang membawa mereka sedang berhenti karena mangambil penumpang di pinggir jalan. Sebenarnya hal itu tidak diijinkan, tapi sopir-sopir bus itu tetap saja nekat.
Floryn melihat dia orang penumpang yang baru naik. Sepertinya mereka adalah pasangan. Kedua orang itu duduk di sebelah Floryn karena memang masih kosong. Akhirnya, dua bangku di samping Floryn terisi semua. Ia tidak menyukainya, tapi mau bagaimana lagi?
"Permisi ...," kata penumpang yang perempuan. Floryn hanya mengangguk saja tanpa memberikan senyuman. Ia tidak mau dianggap sok kenal dengan orang itu.
Setelah keduanya duduk di tengah dan pinggir sebelah luar, bus kembali bergerak. Lagu yang tadi tidak Floryn sadari, kembali melantun. Mereka memutar lagu dangdut yang tidak begitu Floryn sukai. Hentakan bass yang begitu over, membuatnya pusing.
Floryn kembali menyesal karena tidak membawa earphone-nya.
"Mas, perlu waktu berapa jam lagi sampai kita sampai ke Bogor?" tanya penumpang perempuan yang baru saja duduk di samping Floryn.
Laki-laki pasangannya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Sekitar satu jam lagi, kok. Kenapa? Kamu tidak sabar, ya?" tanya laki-laki itu dengan tatapan menggoda.
Floryn menyesal telah mendengar obrolan itu. Ia berharap kedua penumpang di sebelahnya tidak duduk di sana.
Akan tetapi, berkat obrolan mereka juga, ia jadi tahu kalau jarak bus itu hingga sampai ke Bogor hanya tersisa satu jam lagi.
Floryn memalingkan wajahnya ke arah jendela dan kembali mencoba memejamkan mata. Sepertinya tidur jauh lebih baik dari pada mendengar obrolan di sekitar.
***
Floryn merasa perempuan di sampingnya begitu gelisah. Tidak bisa duduk dengan tenang dan membiarkannya tidur dengan nyaman.
Dengan malas Floryn membuka mata. Ia merasa jika langit siang itu lumayan gelap. Rupanya langit begitu mendung dan rintik hujan mulai berjatuhan kembali. Selain itu, hampir semua tirai di dalam bus, tertutup. Mungkin para penumpangnya memilih untuk tidur sampai bus sampai di tujuan.
__ADS_1
Floryn menolehkan kepalanya ke kiri dan langsung disambut oleh pemandangan yang tidak biasa. Perempuan di sampingnya memejamkan mata tapi terlihat tidak tenang. Berbeda dengan laki-laki di sebelahnya lagi yang sedang asik melihat ke arah benda pipih di tangannya.
Perasaan Floryn tidak enak. Jika dilihat-lihat, sepertinya perempuan itu sedang menikmati sesuatu. Entah kenapa tiba-tiba saja pusat diri Floryn meresa gatal.
"Eemm ... Mas ... Mas ... dia bangun," bisik perempuan itu yang sudah tidak lagi gelisah.
Hal itu membuat si laki-laki mengalihkan pandangan. Ponselnya hampir saja terjatuh. Dan saat itulah Floryn melihat jika pasangan perempuan itu sedang menonton film dewasa.
Sekilas Floryn melihat gambar di ponsel itu, seorang laki-laki sedang menghujamkan kejantanannya ke arah si wanita.
Laki-laki itu buru-buru menyimpan ponselnya dan melepaskan earphone yang ia kenakan.
"Ma-maaf, apa kami menganggu Anda?" tanya laki-laki itu dengan pandangan liar yang sudah turun ke dada Floryn.
Merasa jika laki-laki itu melihat ke arah yang tidak pantas, Floryn menutupi dadanya. Tanpa menjawab pertanyaan itu, Floryn kembali berpaling.
Perempuan yang duduk di samping Floryn, mengambil tangan Floryn dan mendekapnya sejenak.
"Mbak, kami ini suami istri. Maaf, jika apa yang kami lakukan menganggu, Mbak. Tolong abaikan saja kami ...," bisik perempuan itu dengan pandangan memohon.
Floryn menarik tangannya dari dekapan wanita itu. Ia enggan ikut campur dengan obrolan tersebut. Floryn memilih untuk mengeluarkan HP dan menyibukkan dirinya sendiri.
Akan tetapi, entah kenapa ia merasa tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Floryn tidak bisa fokus dengan layar HP-nya yang memunculkan darama Korea yang belum selesai ia tonton beberapa hari lalu.
Floryn tahu tindakan kedua orang itu sungguh berani dan tabu, tapi kenapa Floryn malah merasa keinginannya sendiri perlahan timbul? Apakah ada yang salah dengan dirinya sendiri?
Tanpa aba-aba, Floryn berdiri hingga mengejutkan kedua orang di sampingnya.
"Pe-permisi. Saya mau lewat!" kata Floryn dengan suara yang agak serak.
Sekilas Floryn merasa jika kepalanya pusing berputar. Dengan kuat ia berpegangan pada sandaran kursi bus yang tinggi.
"Hei, Anda tidak apa-apa, Mbak?" tanya laki-laki itu seraya menangkap tubuh Floryn.
Setelah pusingnya hilang, Floryn menepis tangan laki-laki itu. Ia mencoba untuk keluar dari sana dan mencari tempat duduk lain yang jauh lebih aman.
"Hhhmm ... jangan sombong-sombong, Mbak. Sok suci banget ...," ejek laki-laki itu dengan suara pelan.
Floryn menatap sinis ke arah sosok itu dan pergi dari sana. Entah kenapa orang-orang yang lewat di hidupnya hanya mementingkan hal-hal seperti itu. Sek5 dan kepuasan.
__ADS_1
***
Setelah hampir dua jam duduk di dalam bus, kendaraan besar itu akhirnya berhenti bergerak. Floryn sudah tidak sabar untuk pergi dari sana.
Dengan langkah besar-besar, ia mencoba untuk turun dari bus. Untung saja, penumpang yang lain masih sibuk dengan barang bawaan mereka. Jadi Floryn bisa turun dengan tenang karena ia tidak membawa apa-apa.
Floryn melangkahkan kakinya menuju sebuah warung makan yang ada di sana. Memilih untuk mengisi perut sebelum sepupunya datang menjemput. Untungnya wanita itu menyanggupi untuk membantu.
"Mbak, pesan bakso satu porsi dan segelas kopi susu, ya ...," kata Floryn saat seorang pramusaji menghampiri mejanya.
"Ada yang lain?" tanya pramusaji itu sebelum pergi.
"Itu saja dulu. Terima kasih," sahut Floryn.
Pelayan itu pergi dan bersiap dengan pesanan Floryn.
Sementara itu, Floryn mengeluarkan HP-nya untuk menghubungi Naura. Naura adalah sepupu Floryn yang tinggal di Bogor. Ia adalah wanita berusia dua puluh tiga tahun yang sudah pernah menikah dan sekarang berstatus sebagai janda tanpa anak.
Panggilan itu berlangsung tidak lama. Naura bilang, ia akan langsung ke sana karena tidak sedang sibuk saat ini.
Setelah panggilan yang Floryn lakukan berakhir, pesanannya juga datang. Perut Floryn sudah tidak sabar untuk menerima makanan itu karena memang sudah begitu lapar.
"Silakan ...." Pramusaji itu tersenyum lalu meninggalkan Floryn dengan makanannya saja.
"Terima kasih," sahut Floryn.
Floryn mulai meracik kecap dan sambal untuk baksonya. Saat itulah dua orang datang dan langsung duduk di depan dan sampingnya.
Sebenarnya Floryn tidak peduli karena tempat itu adalah tempat umum. Akan tetapi, saat mengetahui jika kedua orang itu adalah pasangan aneh yang tadi ada di dalam bus, perasaan Floryn langsung tidak enak.
Floryn meletakkan sendok dan garpu lalu mengambil selembar tisu.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Floryn berusaha terdengar jutek. Ia menyeka mulutnya sebelum bicara.
Kedua orang itu tersenyum penuh makna. 'Tidak ada. Kami hanya ingin duduk di sini. Bangku yang lain terisi semua, sih ...," ungkapnya seraya mengambil daftar menu yang tergeletak di atas meja.
Floryn mulai kesal. Tapi ia tidak ingin memulai keributan. Dengan bersusah payah, ia mencoba menghabiskan bakso untuk mengisi perut. Di sana memang tidak ada lagi bangku kosong yang bisa ditempati. Floryn memilih untuk mengabaikan obrolan dua orang di dekatnya dengan susah payah.
"Setelah ini aku langsung pergi saja. Aku takut mereka punya niat jahat ...."
__ADS_1
Bersambung.