
Esoknya ....
"Assalamualaikum...."
"Waalaikumsalam, Oh Jihan apa kabarnya lama banget nggak main ke sini kemana aja?" Mamanya Qu menjawab salam dari Jihan juga Agung yang datang ke rumah siang itu.
"Iya Tante, biasa kadang kumat malasnya hehe ... Qu nya ada lagi ngapain?" jawab Jihan sambil tersenyum.
"Ada, nggak pernah kemana-mana paling di kamarnya mari masuk biar Tante panggilkan."
"Agung Tante kenalkan sama masih teman Quinna juga." Agung mengenalkan diri di sambut senyuman dan anggukan Mama Andin.
"Makasih Tante."
Jihan masuk sama Agung, dan duduk di sofa ruang tamu. Rumah yang begitu asri dan tertata begitu apik menandakan penghuninya begitu punya selera tinggi dan tak ada anak kecil lagi di rumahnya. Semua tampak apik dan pada tempatnya mencerminkan pemiliknya yang suka kerapihan.
Papanya Qu yang seorang pelaut selalu membawa oleh-oleh khas dari tiap negara yang disinggahinya, semua tertata rapi jadi pajangan ruang tamu menarik dan istimewa di lemari antiknya.
"Hai Jihan, kenapa Lo nggak kabarin Gue dulu kalau mau datang?" Qu datang langsung menyalami Jihan dan cipika-cipiki.
"Gue yakin Lo ada di rumah, jadi langsung aja ke sini. Teman Gue nggak Lo sapa?" goda Jihan melirik Agung di sampingnya sambil mengangkat kedua alisnya di hadapan Qu.
"Hehehe ... hai, Agung ya?" Qu bersalaman sama Agung yang sejak tadi memperhatikan Qu tersenyum. Sorot suka terlihat dari mata Agung yang mengagumi kecantikan calon sekretaris ini.
"Iya! sebenarnya Gue sudah tahu, tapi belum kenalan dan berjabat tangan, hehe ..." jawab Agung tersenyum juga.
Terlihat muka Quinna merona. Ternyata deg-degan juga kenalan dan salaman sama cowok ganteng satu ini.
"Gue tadi nggak sengaja lihat Dia bertemu di depan rumahnya, Gue lewat diajak aja sekalian, nggak apa-apa kan?" Jihan merasa salah tiba-tiba ajak teman cowok ke rumah Qu.
"Nggak apa-apa emang kenapa? Gue seneng kalian bisa main ke sini." Qu berusaha bersikap biasa. Juga saat Agung menatapnya dan tanpa sengaja Qu meliriknya.
"Kalau senang bisa sering-sering dong Kita main kesini, hehehe…." timpal Jihan terlihat senang.
"Boleh aja!"
"Tapi Lo juga main ke tempat Gue sama Agung ya, gantian jangan pengen dikunjungi doang, Kita juga mau didatangi ya Gung?" Agung hanya tersenyum saja.
"Emang rumah Lo sama Agung deket apa?" tanya Qu.
"Makanya Lo kali-kali main ya biar perbendaharaan teman Lo tambah banyak!" Qu hanya tersenyum saja.
Datang Mamanya Quinna bawa minuman dan kue kecil.
"Maaf, Tante nggak tanya dulu minumnya apa main bikin saja ini," ucap Mama Andin merasa bersalah.
__ADS_1
"Nggak apa Tante, terimakasih ini juga cukup."
"Kalau mau yang lain biar Qu saja yang bikin."
"Iya Tante, nggak apa cukup terimakasih."
"Maksud Tante, ini teman cowoknya kalau mau ngopi boleh, biar Qu saja yang bikin, ditanya dong Sayang temannya apa mau ngopi nggak?" Mamanya Qu memandang putrinya.
"Agung mau ngopi nggak?" Qu menawarkan.
"Sebagai cowok boleh aja kalau nggak ngerepotin apalagi di bikinin Qu yang pasti nggak sanggup nolak." jawab Agung sambil bercanda.
"Tenang saja, cuma lima menit, nggak bikin repot kok." Qu bangkit mau bikin kopi buat Agung.
"Makasih Qu." ucap Agung.
Qu tersenyum, berlalu ke belakang.
Qu memberikan kopinya langsung ke tangan Agung. Dengan senyuman Agung menerima kopi spesial yang di bikinkan Qu. Agung begitu senang melihat senyum manis di wajah cantik Qu.
"Qu, Agung kan punya komunitas camping, traveling, hiking dan healing, Lo pernah nggak ikutan kegiatan seperti itu?" tanya Jihan sambil makan kue dari dalam toples.
"Gue belum pernah Jihan, paling camping di sekolah kayak persami atau perkemahan sabtu minggu gitu dulu sama Sultan masa-masa SMP SMA sepertinya."
"Tuh Agung ngajak kalau Lo mau, gabung aja nggak ada ruginya kok Gue juga dah lama gabung asalnya karena solidaritas sama cowok Gue tapi lama lama suka juga...."
"Tinggal ikut! yang pasti nggak ada saat paling indah saat Kita ada di tengah alam terbuka." ujar Agung sambil memandang dan mengagumi kecantikan Qu.
"Tapi Lo juga ikut kan?" tanya Qu pada Jihan.
"Ya iya lah Qu, masa Gue yang ajak sama Agung guye nya nggak ada? Tapi Gue pasti bareng cowok Gue ya hehehe ..." Jihan melirik Agung.
"Boleh, dengan senang hati Jihan, tapi Gue nggak ada pasangannya nggak apa Kita kan berteman ya Qu Kita jadi partner ngobrol saja." Agung memberikan signal kalau dirinya juga jomblo.
Qu mengangguk merasa sedikit minder, kalau dirinya belum punya pasangan juga yang bisa jadi teman di setiap diri nya membutuhkan.
Tapi Qu bisa menghibur hatinya, kalau Agung juga belum punya pacar sama seperti dirinya.
Obrolan semakin jauh kesana kemari dan berganti topik, sejenak Qu keluar dari kebiasaannya mengurung diri di kamarnya dan berhenti memikirkan Sultan, dengan alasan mengerjakan tugas.
Ternyata benar membuka diri bisa tertawa, ngobrol dan membuka wawasan Kita.
Terbukti saat ini Qu bisa tertawa.
"Qu, masuk keanggotaan aja dulu nanti kalau sudah masuk juga ada groupnya, untuk memudahkan informasi kalau mau ada kegiatan. Insyallah bermanfaat kok sudah banyak objek yang kita datangi rata tara semua senang dan puas. Gotong royong juga kekeluargaan diantara Kita sesama sangat diutamakan." Agung memberikan sedikit gambaran tentang organisasi yang di pimpinnya.
__ADS_1
"Makasih Agung, udah mau mengenalkan Gue pada kegiatan Lo." Agung mengangguk merasa senang juga melihat respon Qu yang begitu tertarik.
"Pokoknya asyik Qu tapi melatih fisik juga, walau jalan-jalan seperti itu capek juga. tapi semua capek kalah oleh kepuasan yang Kita dapatkan dari tiap momennya."
"Kedengarannya menyenangkan dan menarik, kapan ada kegiatan lagi dalam waktu dekat?" tanya Qu antusias.
"Masih dalam diskusi Qu karena ada dua keinginan di bulan ini antara pantai sama gunung, kira-kira Qu suka yang mana dari keduanya?" tanya Agung sambil menyimpan cangkir kopi di piring kecil kembali.
"Aku suka dua duanya hehehe..."
"Bagus, itu awal yang baik!"
"Ada berapa anggota semuanya?"
"Banyak sampai saat ini yang aktif samapi 30 orangan, tapi setiap kegiatan tak selalu semua hadir ada aja tiap anggota halangannya."
"Apa semua bawa pasangan?"
"Kenapa memang?"
"Gue merasa malu aja nggak punya pacar."
"Kan ada Agung yang sama sama jomblo Qu!" tukas Jihan sambil senyum
"Nggak juga Qu nggak mesti sama pacar, sama Adik sama teman juga tak kalah asyiknya. Buktinya Gue juga sama nggak punya pacar," jelas Agung memperlihatkan rasa pedenya.
"Makanya kalian jadian dulu baru Kita pergi!" ujar Jihan membuat Qu merona dan Agung menghangat hatinya.
Quinna tertawa, tawa yang sangat lepas tanpa beban.
Bersambung ….
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
__ADS_1
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏