Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Mata mata Bimo


__ADS_3

"Lo Bimo kan saudara Sultan?" tanya Qu setelah sekian hari laki laki itu selalu terlihat melintas di pandangan Qu di manapun Qu berada.


"Ya Betul, berarti ingatan Lo masih kuat dan panjang!" sahut Bimo sambil tertawa menatap wajah cantik Qu yang masih saja belum percaya sambil mengerutkan keningnya.


"Oh, apa kabar Bimo Lo masih ingat sama Gue ternyata. Di mana dulu Kita pernah bertemu ya?" ucap Qu kembali mengerutkan keningnya.


Qu tampak cantik dalam posisi apapun pantas Sultan semakin tergila gila saja dan memutuskan untuk menyuruh Bimo menjadi mata-mata buat Sultan tapi tanpa sepengetahuan Qu tentunya.


Bimo mau saja menolong Sultan yang kurang lebih 6 bulan lagi berada di Australia, Alasan Sultan nggak enak hati seperti ada feeling kalau Qu ada main hati sama pria lain dan Sultan merasa tak rela.


"Coba ingat-ingat deh pasti ingat saat Sultan sakit Lo selalu ada di dekatnya dan setia menemaninya sudah itu saat perpisahan SMA Lo sama Sultan saat itu Gue ucapin selamat sama Sultan. Lo ada di sampingnya juga ternyata kalian memang cocok!" ucap Bimo dengan sejujurnya walau tahu kini masalah Sultan sama Qu lagi tidak baik baik saja.


"Bener bener itu!" ucap Qu sambil tertawa.


"Yuk ke kantin Gue traktir kebetulan Gue lewat sini nanti Gue antar juga pulangnya!" ajak Bimo pada Qu


"Maaf Bimo mungkin lain kali, Gue ada janji sama teman satu group pecinta alam mau diskusi kepengurusan dan bahas agenda bulan depan," jawab Qu dengan sopan.


"Oke, nggak apa-apa tapi Lo sama Sultan masih setia kan?"


"Oh, eh begitulah persahabatan Kami!"

__ADS_1


"Persahabatan?"


"Kami tidak cocok jadi pasangan kekasih tapi mungkin cocoknya jadi sahabat saja," jawab Qu langsung murung wajahnya dan sepertinya Qu begitu enggan membahas tentang hal itu.


"Tapi Sultan tidak bilang begutu? tiga hari lalu Gue kabar kabari chatting lalau telpon sama Sultan Dia terdengar begitu enjoy dan kelihatan begitu senang banget dengan hubungan jarak jauh kalian.


"Sulit di jelaskan Bimo yang pasti kami tetap berhubungan sebagai sahabat."


"Oke lain kali Kita bertemu lagi Qu, salam buat Tante Rossa nanti ya jangan lupa sampaikan!" ucap Bimo dan mulai melangkah.


"Oke sip, Bye Bimo!" Qu berbalik badan dan satu mobil SUV hitam berhenti di hadapannya.


Senyum Agung begutu menawan tersaji di hadapan Qu.


Dengan tersenyum Qu langsung berjalan memutari kepala mobil dan membuka pintu samping dan masuk lalu duduk.


"Mau ke mana hari ini sebelum pulang cantik?" tanya Agung lagi sambil meraih jemari tangan Qu di sampingnya.


"Aku ikut Abang driver saja, asal jangan di culik!" ucap Qu membuat Agung tertawa dan mengusap pipi Qu.


Agung menjalankan mobilnya dengan perlahan seperti ingin menikmati kebersamaan yang belum lama Mereka jalani.

__ADS_1


Musik lembut terdengar dari pemutar lagu dari depan Qu, mengiringi mereka yang lagi kasmaran dan jemari mereka saling genggam.


Agung membawa Qu hangout di sebuah cafe paforitnya sekedar minum sambil ngobrol.


Agung turun lalu membukakan pintu bagi Qu dan merengkuh bahu Qu saat mereka berjalan. Terlihat Agung mencium kepala Qu sambil jalan.


Bimo memandang dari jauh dan mendokumentasikan kemesraan antara Qu sama Agung.


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2