Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Duduklah Nak


__ADS_3

"Duduklah Nak Mama mau bicara. Rasanya ada yang tidak Mama mengerti selama ini Mama selalu melihat sikapmu yang berbeda ada apa?" tanya Mama Andin sama Putri semata wayangnya Quinna sore itu sehabis Qu diantar Agung pulang kuliah.


"Mama melihat Qu seperti apa yang menurut Mama berbeda?" Qu balik tanya pada Mamanya.


"Apa Kamu masih suka berhubungan dengan Nak Sultan Nak?" Mama Andin menatap wajah cantik putrinya.


"Ya Mam, tapi hanya sebatas seperti dulu lagi kenapa memang Mam?" Qu merasa deg degan kali ini diajak bicara soal serius sama Mamanya. Biasanya Mamanya tak pernah ikut campur urusannya soal teman yang selalu datang ke rumahnya, paling siapa temanmu itu?


"Qu, Mama tahu mungkin diantara kalian ada masalah tapi masalah apa? sepertinya begitu serius? Mama lihat pulang ke sini Kamu seperti lengket dengan seseorang tetapi Mama belum melihat keseriusan dari kalian atau dari Nak Agung sendiri yang datang pada Mama. Mama mau cobalah jujur pada hati kalian masing masing sama Nak Sultan jangan ada tekanan dari siapapun kenapa kalian jadi renggang sementara ada apa dengan orang yang membuat Kamu tidak pacaran sekian tahun itu? dan kini berubah pikiran jadi begitu dekat dengan seseorang di sini?" tanya Mamanya lagi.


"Mam Qu mencintai Agung." Qu mencoba berpaling.


"Jangan bohong, Mama melihat keraguan di matamu Mama melihat ketidakyakinan dari pilihanmu itu jangan seperti itu Nak semua bisa diperbaiki sebelum kata sesal dan kehilangan menegur dan menyadarkan Kita karena sesal dan segala sesuatu yang tidak bisa diulang kembali," ucap Mamanya mengingatkan.


Quinna diam merasa ucapan Mamanya begitu nyata dan benar adannya Kalau hatinya belum pas dengan pilihan yang sekarang karena hatinya masih meragu.


"Maafkan Qu Mam, mungkin Qu salah mengambil keputusan tapi dirasa itu yang paling baik Qu merasa tidak cocok lagi dengan Sultan."

__ADS_1


"Kenapa setelah sekian tahun begitu cocok menjadi sahabat saling menjajaki saling mendalami saling mendukung TK SD SMP sampai SMA tapi sekarang bicara seperti itu bukankah setelah kalian sama-sama tahu segalanya tentang diri masing-masing akan menjadi lebih cocok?" sela Mama Andin membuat Qu kehilangan kata untuk menyangkalnya.


"Mungkin perjalanan waktu dan pikiran Kita setelah dewasa mulai merubah semua itu, Qu nggak suka dengan cewek-cewek yang mengelilingi Sultan hanya itu saja." Jujur ucapan Qu walau semua tidak di jabarkan secara mendetil.


"Qu, sempurnanya seseorang yang Kita cintai sampai kapanpun mungkin tidak akan menemukan tetapi mulailah dengan menerima ketidaksempurnaan itu menjadi sesuatu yang Kita banggakan jadikanlah itu sebagai ujian dalam hubungan kalian.


Qu diam


"Saran Mama janganlah Kamu mengambil keputusan dengan mencintai seseorang saat hatimu meragu Karena semua itu tidak akan berjalan dengan baik karena hatimu masih terbagi, cukuplah introspeksi diri pada saat itu karena orang yang kamu cintai saat Kamu dalam keadaan galau dan bimbang akan merasa tersakiti saat tahu hatimu tidak utuh mencintainya!"


"Sudahlah berpikirlah dengan baik dan sangat bijaksana untuk diri sendiri apa baiknya yang harus Kita jalani saat ini Mama hanya sekedar mengingatkan jangan sekali-kali menyakiti hati seseorang siapapun itu dan jangan sekali-kali memberikan harapan jika hatimu sendiri masih belum yakin."


"Iya Mam semua yang Mama ucapkan benar adanya Aku sebenarnya hanya sebatas marah pada Sultan dan Sultan tidak bisa menerima kata putus sedangkan Qu sendiri merasa sudah putus makanya berpacaran sama Agung di sini," ucap Qu perlahan.


"Qu Sayang itulah keputusan perlu pemikiran, jangan sekali kali memberi harapan apalagi hanya untuk pamer dan membalas."


"Maafkan Qu Mam Sekarang Qu jadi bingung."

__ADS_1


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya,


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2