Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Khawatir


__ADS_3

"Gue tidak tahu Alice, hidup Gue seperti terombang-ambing oleh perasaan bersalah terutama di hadapan Quinna yang Gue cintai, tapi begitu banyak kesalahan yang telah Gue lakukan Qu menganggap Gue mengkhianati cinta Kami karena Qu menganggap Kami pacaran sejak SMA," jawab Sultan sambil memandang wajah cantik Alice di hadapannya.


"Lo terlalu jauh berhubungan dan bergaul dengan Joanna sehingga Lo sendiri yang terjebak dan akhirnya menyesal. Lo hanya menodai keperjakaan Lo dengan seseorang yang bukan Lo cintai yang akhirnya mendatangkan masalah!" ucap Alice dengan senyatanya memberikan penilaian dan menganggap Sultan terlalu berani dalam mengambil keputusan terutama saat berhubungan dengan seseorang yang sudah berpengalaman walaupun dianggap penting untuk pergaulan tetapi bagi Alice itu bukan prinsipnya.


Alice tahu Joanna seorang petualangan cinta yang senang berpesta dan bersenang-senang terutama Dia jago menaklukan pria-pria ganteng seperti Sultan yang masih kelihatan terlalu polos.


Joanna bukan mau materi hanya senang dan puas dengan bisa berpacaran luar dalam dengan siapa saja yang disenanginya bahkan Joanna sendiri bisa saja mengeluarkan begitu banyak uang karena Joanna bukan dari kalangan orang biasa kalau berpacaran dengan seorang mahasiswa dari luar negeri itu tidak seberapa bagi Joanna karena baginya tidak ada materinya tetapi Joanna menginginkan kesenangan saja.


Alice merasa prihatin dengan masalah yang dihadapi Sultan sahabatnya kenapa dirinya tidak sejak awal berkenalan dengan Sultan? mungkin dirinya bisa menjadi seorang yang bisa saling sharing dalam segala hal.


"Sekarang telepon sana ke Indonesia! Gue tahu saat Kita galau saat kita khawatir saat kita merindu saat Kita begitu mengingat seseorang dengan mendengar suaranya saja semua akan menjadi obat ketenangan bagi Kita," ucap Alice dengan bijaksananya.


"Gue yakin Qu tidak akan menerima panggilan Gue karena chatting Gue dari pagi sejak Dia naik ke pesawat mungkin dimatikan tapi sampai sekarang semua belum terbaca mungkin Quinna mematikan ponselnya."


"Telepon Mama Lo suruh Mama Lo pura pura menengok baru telepon," ucap Alice sambil tertawa merasa idenya terlalu dibuat-buat tetapi semua juga akan menjadi jalan bagi seseorang yang butuh dengan ide dan cara bagaimana menyampaikan perasaan dan menenangkan hatinya sendiri.


"Betul juga ya? apalagi tadi mama Gue mau nengok katanya. Mungkin perasaan bertanggung jawab juga karena habis liburan bareng-bareng ke sini."


Akhirnya Sultan menyambungkan kembali telepon kepada Mamanya.

__ADS_1


"Halo, ya Sayang ada apa lagi?" suara mamanya dari sebrang jauh.


"Mam Qu nggak apa-apa? maksud Sultan nggak muntah lagi?" tanya Sultan hati-hati.


"Ya, mudah-mudahan cepet membaik habis dikerok itu lagi makan soto yang di bawa Mama ini masih di rumah Tante Andin," jawab Mama Rossa.


Sultan tersenyum sambil melirik Alice.


"Mam, bisa kasih ponsel Mama ke Qu Sultan mau bicara sebentar boleh Mam?" ucap Sultan izin tapi kedengaran maksa.


"Boleh Qu nya masih di meja makan tuh, sebentar ya..."


Qu mengangguk dan mengambil ponsel Mama Rossa lalu pergi ke kamarnya dan menutup pintu.


Mama Rossa sama Mama Andin hanya tersenyum sambil berpandangan sambil menaikan alis dan pundaknya.


"Jeng, Aku pulang dulu ya takut Papanya Sultan pulang."


"Itu ponselnya gimana?"

__ADS_1


"Biarin sesuka Mereka saja," jawab Mama Rossa sambil keluar dan berjalan pulang.


********


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2