Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
KANGEN MAKAN BERDUA


__ADS_3

"Qu Lo mau makan nggak?" ucap Sultan memecah kesunyian melirik Qu yang asyik jarinya memilih lagu di tape pemutar musik di dasbor mobil saat mereka pulang nonton.


"Sudah malam Gue malas. Tapi kalau Lo mau Gue temenin ayo aja paling Gue minum jeruk hangat saja ya," jawab Qu sambil melirik tampan di sebelahnya.


"Takut gendut ya?" ejek sultan sambil nyengir, padahal pengen banget makan bareng ditempat dulu mereka selalu makan bersama dan pilihannya selalu ke situ.


Satu kenangan yang terpatri rapi di memori mereka saat makan di tempat paforit.


"Bukan gitu, malas aja ini kan sudah hampir malam kalau tidur kekenyangan Gue suka enek." jawab Qu memang di biasakan kalau makan malam tidak lebih dari jam tujuh malam.


"Tapi Gue mau cicip lagi nasi goreng yang Pak Kumis itu langganan kita dulu Gue kangen banget, di Australia lain rasanya kalau makan nasi goreng," jelas Sultan seperti ingin menyusuri tiap jejak kenangan mereka dulu yang pernah bahkan sering fi lakukan di sini. Suara Sultan seperti gumaman yang begitu ingin Qu dengar juga ikuti.


Qu selalu nggak tega dan selalu kalah kalau soal keinginan Sultan atau ajakan yang melibatkan Dirinya.


"Ayo aja, tapi paling Gue minum jeruk hangat nggak apa-apa kan?" ucap Qu. Dalam hatinya kapan lagi bisa memberi kesan kebersamaan saat Sultan pulang ke Indonesia dan mumpung ada di sini entah kalau di lain hari masih bisa dan mungkinkah?


"Ayolah makan Qu, kan nggak tiap malam, Gue kangen saat Kita makan di sana."


Deg! kenapa setiap yang diucapkan Sultan selalu kangen sesuatu yang pernah mereka lewati bersama? Adakah Sultan juga satu perasaan dengan Dirinya?


Kenapa sultan tak melihat kalau Gue suka? Dan ingin merubah status teman menjadi demen? atau mungkin meragu dengan banyak pertimbangan?


Gue pengen diajak makan sebagai pacar, Gue pengen tangan ini di gandeng sebagai pacar dan semua yang Kita lakukan atas dasar suka bukan atas dasar teman. Teriak dalam hati Quinna.


Apa Gue terlalu lancang menambatkan rasa pada sahabatnya sendiri? tapi apa salahnya? Sesuatu yang sangat mungkin terjadi karena seringnya mereka bersama sama otomatis akan menimbulkan rasa karena kenyamanan dan kecocokan kebersamaan.


"Makan ya Qu sekali ini saja, nanti kita saling cicip seperti dulu," ucap Sultan dengan suara penuh harap.


"Baiklah, demi Lo yang kangen masakan Indonesia, takutnya kalau Gue libur ke Australia Lo malah sibuk pacaran sama bule bukan antar Gue ke tempat yang kata Lo amazing itu," sungut Quinna padahal memenuhi harapan Sultan itu kebahagiaannya juga.


"Hahaha ... nggak mungkin, pasti Lo dapat prioritas nomor satu dari Gue kalau Lo bener jadi liburan ke sana," ucap Sultan meyakinkan Qu yang hatinya tetap tak bisa di bayangkan.


"Jangan sok janji nanti jadi utang!" ejek Qu sambil menikmati musik dari sound di mobil Sultan.

__ADS_1


"Kapan Gue ingkar janji sama Lo? biar semua Gue bayar lunas janji Gue itu!" Sultan bicara tegas seakan mengingat semua janji yang pernah di janjikan sama Qu.


"Serius Lo mau membayarnya?"


"Emang Gue punya janji nggak ya?" Sultan mengerutkan keningnya.


Quinna semakin deg-degan saja seandainya Dirinya katakan saat Sultan memberikan buket bunga Bougenville warna warni sambil berucap.


'Nih Aku kasih buket bunga ya Qu, Kita nanti menikah dan Aku janji nanti kalau Kita sudah dewasa sama-sama saling ingat janji Kita ya...'


Ingin rasanya Qu mengulang semuanya momen itu tapi apa itu berupa janji juga? soalnya itu di ucapkan saat mereka main main dalam masa kanak-kanak.


Qu diam menyudahi topik pembicaraan tentang janji.


Mereka turun di tempat yang mereka sering singgahi dulu, Quinna sama Sultan sama-sama suka nasi goreng, terkadang di rumah mereka juga selalu masak bersama tak ada yang mereka masak selain nasi goreng dan mie instan. Kebiasaan mereka membuat dapur orangtuanya berantakan hingga sampai sekarang Qu berlanjut masih suka masak dan mencoba hal-hal baru.


Sultan duduk duluan dan Qu mengikuti. Setelah memesan model nasi goreng kesukaan mereka. Qu spesial pedas Sultan spesial tidak pedas. Beda kesukaan tapi ujung-ujungnya saling cicip juga.


Ya ampun ... Sultan kapan Lo mau puji Gue cantik, baik, pintar, pintar masak? pacar orang dikomentari apa urusannya?


Kata cantik yang Lo tujukan pada orang lain membuat hati gue sakit Sultan! Emang Gue nggak cantik apa?


Gue mantan anggota team cheerleader, dulu aktif di osis, punya club nyanyi dan nari, pintar masak, jago puisi tapi kenapa tak menarik perhatian Lo?


"Sayang Vina bukan mantan Lo!" jawab Qu datar.


"Dulu pernah Gue taksir, hahaha ... tapi kenapa ya Gue nggak pernah jadian?"


"Dasar lo!"


"Vina termasuk yang Gue suka, cuman dulu Dia sok pintar banget kalau bicara seperti tahu segalanya apalagi Dia dulu jadi ketua kelasnya, jadi Gue mundur aja perlahan karena saingannya waktu itu ketua osis katanya naksir Dia juga."


"Disitulah manusia nggak ada yang sempurna, kalau kita mencintai seseorang ingin yang sempurna, cintailah dengan cara yang sempurna, pandanglah dari hati bukan dari rasa suka fisik saja." Qu merasa Sultan juga ada rasa minder nya ternyata.

__ADS_1


"Wow... super banget itu Qu, Gue suka tapi Gue susah prakteknya, karena Gue prinsipnya dari mata turun ke hati itu saja yang di rasakan.


"Semua berawal dari pandangan tapi harus pakai logika juga, kenapa kita cocok dan nyaman dengan seseorang? karena Kita tahu sedikit banyak hatinya kebiasaannya, juga kesehariannya."


"Iya ya, Gue nyaman sama Lo karena kita banyak kesamaan."


Deg! Akankan Sultan tahu isi hatinya? Seperti itu memang perasaan Sultan! dari mata turun ke hati tapi kenapa mata Lo bermasalah kalau melihat Gue? juga kenapa hatimu seakan berbohong kalau Lo suka? atau hanya Gue saja yang cinta sendiri? oh God help me!


"Pacar Lo sekarang di Australia masih yang namanya Cristy itu?"


"Heemght ... nanti Gue kenalin sama Lo tapi dia keturunan Indonesia juga, cantik, pintar tapi sedikit agresif hahaha..."


Kata-kata agresif membuat Qu hilang seketika nafsu makannya, membayangkan Sultan memeluk tuh bule atau menggandengnya apapun itu membuat dada Qu berdenyut sakit.


Bersambung Cuy!❤️


*****


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2