Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Ada Bimo di mana Qu berada


__ADS_3

"Mau pesan apa Sayang?" ucap Agung saat mereka sudah duduk di pojok yang sepi. Belum banyak pengunjung yang datang meramaikan tempat itu.


"Apa saja boleh yang enak menurut Mas Agung," ucap Qu sambil tersenyum.


Agung memanggil pelayan yang semuanya sudah dirinya kenal karena terlalu seringnya dirinya nongkrong di situ bersama temannya dan sekarang begitu Ingin agung membawa seseorang yang istimewa ke sini merasakan nyamannya tempat ngobrol di sini juga enaknya makanan dan pelayanan yang sangat memadai.


"Kalau sabtu minggu ada musik life di sini Sayang, sudah pernah datang ke sini?" tanya Agung.


Qu menggeleng sambil tersenyum.


"Aku Anak rumahan dan selalu pergi sama Mama sekarang aja bisa pergi bareng Mas Agung Mama pasti percaya karena Mas Agung sudah Mama kenal," jawab Qu.


"Boleh kalau suatu waktu Aku ajak Kamu ke kantor Papaku? kalau lagi santai kuliah atau lagi libur Aku selalu Papa kenalkan pada semua pekerja di kantornya juga pada relasi mungkin Papa sudah tak sabar ingin melihatku meneruskan usahanya," ucap Agung sambil memegang pundak Qu.


"Aku malu Mas Agung nanti saja kalau Mas Agung sudah bisa memegang tanggung jawab dari orangtua Mas Agung, maksudku begini bekerja saja dulu mengenalkan Aku gampang kalau sudah kerja dan bisa jadi andalan keluarga baru kenalkan Aku. Jangan kerja saja belum pacar di kenalkan duluan Aku yang malunya," ucap Qu berusaha beralasan.

__ADS_1


"Iya juga sih, tapi Aku semangat cari pacar karena desakan orangtua juga Qu, karena mereka akan tentram saat melihat Aku sudah tidak lirik sana lirik sini lagi dan tinggal fokus pada pekerjaan nantinya." jawab Sultan.


"Mas Agung, Aku juga ingin berkarir dulu sebelum masa itu hilang tenggelam dengan sendirinya saat masuki gerbang rumah tangga, ingin menikmati masa kerja walau mungkin harapan orangtuaku semua memilih cara aman yang terbaik kalau sudah ada yang cocok mungkin rumah tangga. Tapi Apa artinya Kita kuliah sekarang kalau Kita tidak memanfaatkan ilmunya hanya sekedar untuk menimba pengalaman saja." Qu bicara dengan pendapatnya sendiri.


"Betul itu Qu, Aku juga sebenarnya tidak akan mengekang seandainya suatu saat Istriku ingin berkarir asal masih tetap dalam kaidah yang bisa dimaklumi terutama mungkin kewajiban istri adalah mengurus rumah tangga dan suami mencari nafkah tapi seandainya istriku suatu saat berkesempatan untuk berkarir Aku mungkin akan senang juga akan menjadi partner yang luar biasa dan satu lagi Aku senang karena melihat istriku selalu cantik!" ucap Agung sambil tertawa.


"Ih, arahnya jadi ke situ deh! terus kalau Aku nggak berkarir di rumah saja ngurus Anak ngurus rumahtangga menunggu dan mengantar suami kerja dataran di rumah hanya di dapur di sumur dan di kasur Mas Agung senang? atau jadi berkurang cintanya?" tanya Qu sambil mendelik.


"Oh, enggak juga tapi idealnya istri itu di rumah tapi Aku bilang kalau ada kesempatan Aku mendukung juga Istri berkarir, dua duanya adalah pilihan dan komitmen Kita nantinya." Agung dengan jelas menjawab alasan Qu yang ingin berkarir dulu.


Melintas Bimo di kejauhan Qu jadi heran kenapa orang itu selalu mengawasinya di mana Qu berada.


Qu pura-pura tidak melihat dan malah memeluk sebelah tangan Agung yang dengan senangnya mengusap kepala Qu dan mencium rambutnya.


Qu berpikir ada apa dengan Bimo?

__ADS_1


*********


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu

__ADS_1


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2