Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Kangen masakan Mama


__ADS_3

"Mam apa Qu suka main ke sini?" tanya Sultan sambil membuka tutup saji di meja makan.


Mamanya yang lagi menuang air minum bagi putranya yang baru saja datang dan kelihatan lapar melirik dan meneliti sorot muka Anaknya dengan penuh tanda tanya.


Datang-datang bukannya nanya kabar keluarga apa Mama Papanya sehat malah Qu lagi Qu lagi nggak di telepon nggak saat berhadapan Qu yang selalu di tanyakan.


"Main bukan ke sini ke Mall ke taman, ke alun-alun!" ucap Mamanya sambil menyimpan gelas di hadapan putranya dan duduk setelah menarik kursi di hadapan Sultan.


"Maksudku suka datang ke sini nggak Mam?" ralat Sultan sambil tertawa.


"Jarang banget termasuk Mamanya juga karena sekarang ada Papanya Qu sudah di sini, jadi Mama juga membatasi diri nggak enak haha hihi kalau ada Papa Qu di rumahnya."


Sultan mengangkat alisnya sambil membuka syalnya lalu duduk dan mulai makan makanan kesukaannya dengan lahap mungkin kangen masakan Mamanya. Sengaja Mamanya memasak karena putra kesayangannya mau pulang hari ini dan baru saja tiba.


"Selesaikan dulu makannya nanti Mama mau ada yang di sampaikan," ucap Jeng Rossa sambil menatap wajah putranya.


"Bicara saja Mam sambil Aku makan nggak apa-apa kok," jawab Sultan sambil memandang wajah Mamanya.


"Makan sajalah dulu nanti malah merusak selera makan mu."


"Serius banget Mam? soal apa Qu ya?" Sultan tersenyum karena menurutnya Qu yang paling penting saat ini kalau Mamanya entahlah.

__ADS_1


"Apa Kamu masih menganggap serius sama Qu?" Mamanya mulai bicara saat Sultan tinggal beberapa suap lagi dipiringnya.


"Sultan masih begitu mencintai Mam dan yakin Qu juga sama hanya kesalahpahaman diantara Kami."


Jeng Rossa berhenti bicara sambil menatap wajah putranya yang belum menyelesaikan makannya.


Sultan berusaha tenang walau hatinya deg degan juga jangan sampai kabar yang jauh dari prediksinya.


"Makasih Mam enak banget sayur lodehnya juga ayam gorengnya," ucap Sultan sambil bangkit dari duduknya membawa piring kotor ke tempat cucian dan menyimpannya.


Sultan menyapu semua ruangan rumahnya yang masih sama seperti dulu saat dirinya pergi ke Australia walau beberapa kali pulang tapi hanya sebentar saja tak bisa bercengkrama dengan Papa Mamanya. Akhirnya kini bisa pulang dan bernafas lega bisa mengisi kembali kamarnya dan menikmati pasakan Mamanya dengan sepuasnya.


Sultan begitu tak sabar semoga sesuatu yang sangat menggembirakan hatinya rasanya ingin segera bertemu Qu memandangnya dan memeluknya tapi benarkah Qu mampu berpaling pada pria lain?


Tidak! Qu hanya miliknya dan tidak akan Aku biarkan siapapun memilikinya, Aku menjaganya sejak kecil dan kini telah dewasa rasa itu semakin kuat saja bertahta dalam sanubarinya.


"Qu bilang kalian sudah putus dan Kamu menganggap hanya salah paham dan tidak putus lalau Qu diantar pulang dan selalu jalan dengan seorang laki-laki apa arti semua itu? mana yang harus Mama percaya? ucap Jeng Rossa bicara serius karena tidak dianggap sekedar mainan saat Anaknya kini telah dewasa.


"Qu yang memutuskan tapi Aku tidak terima!"


"Lantas Qu bebas pacaran di sini sedang Kamu sendiri masih menganggap hubungan itu masih berjalan? salah itu Nak, selesaikan semuanya tidak seperti itu ambil keputusan dan yakinkan hati kalian jangan ngambang begitu!"

__ADS_1


"Iya Mam, Sultan juga bermaksud begitu menyelesaikan semuanya."


"Kenapa sampai Qu mengambil keputusan seperti itu Mama kira Di Antara Kalian ada sesuatu hal yang serius semuanya tidak sekedar salah paham Mama tidak mau ikut campur hanya ingin beres kembali kalau kalian menjadi sahabat kembali jadikan seperti dulu lagi tidak mengganggu hubungan Mama dengan Tante Andin juga mengganggu hubungan keluarga Kami dan kalian tetap bersama bersahabat seperti dulu kalau memang itu bisa walaupun semua berharap kalian menjadi pasangan yang Kami harapkan!"


********


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2