Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Kepedesan


__ADS_3

Quinna tersenyum dalam hatinya saat ini Aku akan mengerjai Kamu Sultan lihat saja biar Kamu berhenti menjahili dan ngerjain Aku!


Sultan asyik melihat ponselnya duduk di sebrang meja lesehan Qu memesan makanan yang ada di buku menu di depannya.


"Gitu dong jadi gadis baik kalau jalan sama calon suami jangan jutek-jutek!" ucap Sultan sambil tersenyum melirik Qu setelah menyerahkan buku menu dan pesanannya kepada pelayan rumah makan itu.


Mata Sultan tak bisa lepas dari gadis yang sejak kecil selalu setia menemaninya.


Qu hanya diam saja percuma berkomentar tapi rasa sebal muak dan benci juga kecewa berangsur mulai pupus berganti dengan kekaguman melihat penampilan Sultan dengan setelan jas lengkap begitu pangling dan sangat pantas dengan keluwesannya.


Quinna seperti tak puas melihatnya dengan dasi yang begitu serasi senang dan suka saja melihatnya.


Pengan rasanya mengusap dasinya dan merapikan pakaian pria tinggi besar di hadapannya itu. Rasa suka sulit di hilangkan dari dalam hati dan perasaannya.


Saat makanan datang Qu mengambil porsinya dan menyodorkan pada Sultan bagiannya, Qu makan duluan sambil melihat Sultan yang mulai membuka plastik pembungkus sumpit.


Satu porsi sushi dengan isian ikan tuna sangat pedas bagian Sultan membuat Sultan melotot saat memakan satu suap saja dan langsung menyambar juice di depannya.


"Qu kok pedas banget sih? Kamu kelihatan biasa saja?"


ucap Sultan sambil mengipas ngipaskan tangan ke mulutnya.


"Katanya suka apapun yang Aku pesan! pokoknya habiskan biar kerja ada tenaga jangan bikin mubazir makanan!"


"Kamu ngerjain Aku ya?"


"Oh ya ampun kalau iya kenapa mau pecat Aku? silahkan saja Pak Pimpinan kasihan amat Maaf Pak pimpinan kepedesan ya? sabar ya memang Aku sengaja!" ujar Qu sambil menahan senyumnya.


Muka sultan jadi merah dan mata berair masih tiga iris tapi juice di depannya sudah tandas Sultan tak bisa menghabiskan makan siangnya.

__ADS_1


Puding mangga juga di hadapannya habis di sikat karena rasa pedas yang begitu mengigit lidah dan mulutnya bibirnya merasa terbakar Sultan berlari ke belakang rumah makan itu minta es buat kompres mulutnya ke bagian dapur.


Qu hanya diam melihat Sultan mengompres mulutnya dengan batu es.


"Kok Kamu nggak kepedesan gitu kenapa Aku begitu pedas?"


"Karena Aku pesan level pedasnya nggak sepedas punya kamu 25 plus!"


"Ya ampun Qu? itu namanya meracuni Aku! kalau Aku mati Kamu pasti nangis tujuh hari tujuh malam deh ...."


"Emang ada orang meninggal karena kepedesan? itu karena Aku sebal sama Lo! kayaknya Lo tahu Gue bakal kerja di situ tapi diam-diam aja!"


"Susah terangkan apapun kalau hati Lo tertutup!" Sultan kelihatan marah.


Sultan membuka jas setelannya karena kemeja ********** penuh dengan keringat walaupun rumah makan itu di lengkapi dengan kipas angin tetapi karena dari efek pedas membuat keringat banjir di tubuhnya juga perutnya terasa panas memang Quinna tidak kira-kira pengen saja membuat Sultan tersiksa.


"Aku nggak kuat Qu kalau nggak percaya coba deh! sepertinya habis ini perutku jadi bermasalah ayo Kita kembali ke kantor perutku terasa seperti kram dan panas luar biasa."


"Aku dah kenyang."


Qu jadi khawatir Dirinya terlalu ngerjain Sultan dengan alasan pengen Sultan melihat tersiksa tapi setelah itu Qu merasa kasihan dan takut terjadi apa-apa.


Sultan berjalan sambil memegang perutnya dan langsung minim air putih di Tumbler pintu mobilnya.


Sultan menjalankan mobilnya kayak kesurupan membuat Qu berpegangan di sisi jok tempatnya duduk.


Sampai kantor Sultan langsung masuk ke ruangannya dan menelepon Mamanya.


"Halo Mam, kalau obat kepedesan apa Mam?"

__ADS_1


"Siapa yang kepedesan Sayang?"


"Pokoknya ada yang kepedesan sehabis makan siang barusan."


"Tapi bukan Kamu kan Sayang? kenapa memilih makanan pedas apa tidak ada pilihan lain?"


"Itu sekretaris baru Mam salah pesan katanya!"


"Oh ya ampun kasihan banget pasti panas perutnya cepet minum susu putih saja itu penangkalnya!"


"Baik Mam, makasih ..." klik telepon di tutup Sultan langsung ke luar berjalan melewati Qu yang pura pura asyik dengan kegiatannya.


********


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2