Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Diantar pulang


__ADS_3

"Gue bicara serius nih Kita mau ke mana?" Qu terlihat sedikit marah. Sultan bener-benar telah ikut campuran dalam masalah pribadinya.


"Ke mana aja terserah mau Lo! ke tempat romantis juga nggak apa-apa atau mau di mobil saja kayak tadi juga boleh," jawab Sultan malah menggoda Qu dengan candaannya


Qu meminggirkan mobilnya dan mengerem sekaligus, dud!


"Wow lumayan juga, pintar bener, rapi, dan seksi bawa mobilnya lagi dong...."


"Sudah Gue turun di sini!"


"Eith! mau ke mana? marah ceritanya karena Gue cium tadi nih Gue kembalikan lagi sini bibir Lo!"


"Sultan! Lo mempermainkan Gue seakan melupakan semua kesalahan Lo dan di sini Gue merasakan benar-benar di manfaatin! Gue sebagai sekretaris yang dengan seenaknya Lo permainkan! Atau Gue masih Lo anggap teman Lo yang bisa seenaknya Lo minta bantuan apapun atau sebagai apa?" Qu kelihatan marah.


"Qu Gue sengaja bicara begitu karena Gue nggak tahu lagi harus dengan cara apa Gue menyakinkan Lo Kalau gue itu cinta sama Lo berbagai cara Gue lakukan untuk mencuri perhatian Lo Gue itu suka sama Lo dari dulu sampai sekarang kenapa berbohong pada diri sendiri? dan tidak mengakui kalau Lo juga sama mencintai gue? kenapa menyiksa diri apa yang Lo inginkan dari masa depan dari seorang Agung yang begitu cepat mengajak serius? tapi Lo tidak mau? yang sebenarnya Gue tahu bukan alasan itu yang sesungguhnya ada di hati Lo Qu tetapi hati Lo tidak yakin dengan perasaan Lo sendiri hanya cinta ke Gue!"


Qu diam dengan tangan di stir mobil dan pandangan lurus ke depan.


"Pacaran dengan Gue Qu Agung sebentar lagi menikah. Jangan Sultan heran tahu semuanya Gue bebaskan Lo mau berkarir setinggi apapun dan kapan Lo mau seriusnya Gue siap lahir bathin Kita wujudkan harapan Kita jadi satu kenyataan indah," ucap Sultan terlihat begitu serius.


"Sudah bicaranya?"


"Qu dengar dulu!"

__ADS_1


Qu menjalankan mobilnya kembali ke arah pulang dan minta ganti posisi sebelum sampai ke rumah Sultan yang jadi pegang stir.


"Gue antar ke rumah Lo dulu ya."


"Nggak usah Gue turun di depan saja!


"Qu!"


"Kenapa, nggak suka?"


"Ah dasar keras kepala!"


Akhirnya Sultan menjalankan mobilnya sambil dalam diam, tapi mulutnya bersiul.


"Aku turun di sini saja!"


Akhirnya mobil Sultan sampai percis di halaman dan pintu mobilnya pas di pintu pagar halaman rumah Qu.


Mamanya Qu Jeng Andin langsung keluar merasa heran bukan jam pulang kerja tapi Qu sudah pulang hatinya cemas dan takut ada apa-apa dengan putrinya.


"Sudah pulang Nak? oh alah diantar Masmu rupanya? ketemu di mana?"


Qu hanya diam dan langsung masuk rumah.

__ADS_1


"Iya Tante tadi ketemu di kantor Qu."


"Sini masuk dulu Nak Sultan minum dulu tapi biar Qu yang bikinin karena Tante sudah janji sama Mamamu mau kondangan sore ini nanti Tante bilangin dulu sama Qu biar bikin minuman." Mama Qu tersenyum dan masuk ke ruang dalam.


"Makasih Tante ...." Sultan tersenyum dan masuk ke rumah Qu yang sudah tidak asing lagi bagi dirinya sejak kecil selalu keluar masuk ke rumah ini tapi kini setelah dewasa ada rasa lain tak seberani dulu lagi.


Rumah yang begitu rapi sama dengan di rumahnya semua serba tertata pada tempatnya mungkin tak ada debu atau sedikitpun sampah di ubinnya semua tampak licin bersih mengkilat.


Seperti tampilan penghuninya yang mencerminkan kebersihan dan kerapihan. Sultan tersenyum sendiri menunggu Qu menyambutnya setelah mereka dewasa di rumahnya ini.


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2