
Akhirnya Qu nggak bicara lagi karena percuma melawan Sultan dan keinginannya. Qu tahu semakin di tolak keinginan Sultan semakin kuat Sultan memperlihatkan power-nya dan memperjuangkan keinginannya.
"Lo tadi nggak makan sama Cowok itu karena sibuk berantem kan? Kita makan dulu ya," ucap Sultan dengan santai tak menghiraukan Qu yang tetap cemberut seperti ingin memberontak pada kenyataan sekarang walau semua itu bertentangan dengan hati nuraninya.
"Sultan Gue mau pulang, bukan mau makan!" ucap Qu ketus.
"Dulu Lo nggak pernah nolak saat Gue ajak ke manapun bahkan Lo sendiri yang selalu minta Gue temenin karena Lo jomblo terus!" Ucapan Sultan seperti meledek Qu dan mengajak berantem juga.
"Pokoknya Gue marah ya, Lo kayak orang gila saja bicara ke mana-mana!"
"Gue gila karena Lo Qu! Lo sadar nggak?"
"Itu urusan Lo, mau gila mau apapun bukan urusan Gue pokoknya sekarang Gue mau pulang! dengar nggak?"
Sultan meminggirkan mobilnya dan mengerem sekaligus sehingga Qu yang duduk tidak memakai pengaman atau seatbelt hampir terjerembab ke depan.
__ADS_1
"Lo memang sudah gila Sultan! kalau mau cari celaka kenapa mesti bawa Gue?" rutuk Qu tak terima Sultan jadi marah juga sama dirinya. Sudah tadi sama Agung berantem masa sekarang juga harus berantem lagi?
"Lo sadar nggak? yang Lo cinta itu Gue dan yang Gue cintai adalah Lo! Oke kalau Lo maunya seperti ini anggap diantara Kita tetap bersahabat seperti dulu jadi Gue bebas ajak Lo kemanapun dan Lo juga boleh ajak Gue dan mintai tolong soal apapun!"
"Malas!"
"Qu Gue itu cemburu melihat Lo jalan sama cowok lain, Untuk apa Lo lakukan semua itu kalau untuk membuat Gue cemburu Lo sendiri akan tersiksa dan orang lain akan merasa tersakiti saat tahu Lo tidak sepenuhnya untuk Dia!"
"Sultan, beri Gue waktu sendiri untuk instrospeksi diri, kalau saat ini Gue tak mau melihat Lo atau apapun yang berhubungan dengan urusan Kita pandanglah Gue secara dewasa kalau prinsip Gue seperti ini dan sekarang Gue fokus pada masa masa awal mau memulai kerja jadi tolong jangan urusi semua urusan Gue!"
"Gue sudah di rekomendasikan kampus jadi maaf Gue tolak tawaran Lo!"
"Baik, berulang kali Gue meminta maaf tapi tetap sambutan Lo tak bisa memaafkan tak bisa kah Lo memberi kesempatan pada Gue untuk menjadi orang yang lebih baik atau selamanya orang seperti Gue akan menjadi orang seperti dalam pandanganmu dan selalu dibenci?"
"Gue sudah maafin Lo dari semenjak itu, tapi belum bisa terbiasa dengan dunia Lo itu Gue seperti syok dan terasa asing dan sekaligus merasa tak percaya. Apa Gue salah? punya perasaan seperti ini maunya Gue maafin dan terima apa adanya mungkin karena bagi Gue itu Cinta pertama jadi sulit saat Hati gue di kecewakan."
__ADS_1
*********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏