
"Halo, hai ada apa?" saat malam Sultan menelepon.
"Kamu masih marah dan belum memaafkan Aku?"
"Maaf adalah kata yang begitu mudah di ucapkan tapi begitu sulit untuk di hayati arti dan maknanya, mungkin Aku terima dan memaafkan tetapi rasa benci kecewa tetap saja ada tak bisa dengan mudah semua bisa Aku rubah!" jawab Qu dengan nada yang Sultan juga tahu kalau Qu masih belum bisa menerima semua maafnya.
"Qu, bagaimanpun sikap Kamu Aku terima mau benci, kecewa, sebal, muak, bosan atas segudang perasaan lainnya yang tidak bisa Aku gambarkan kalau mengikuti rasa benci mu padaku. Tetapi Aku mohon berilah kesempatan untukku bisa memperbaiki diri dan sekaligus memperbaiki hubungan Kita," ucap Sultan selalu saja ada permintaan maaf setiap kesempatan bisa bicara atau chatting saat Qu bisa membalasnya.
"Sudahlah jangan bahas itu lagi Aku perlu berpikir dengan baik untuk semua itu!" ucap Qu dengan nada malas.
"Baik Qu, Aku selalu merindukanmu dan Ku yakin Kamu juga sama merindukanku! Sebentar lagi Aku akan pulang Kita akan bersama-sama lagi saling meneruskan janji hati Kita dalam suasana yang tak seperti dulu lagi dalam suasana hati yang Kita dambakan sejak lama."
"Sayang semua kini tak seindah yang Aku harapkan!"
"Qu, jangan bicara begitu Aku akan berusaha membuatmu bangga kembali padaku bukankah semua sudah Aku jelaskan semua itu hanya kecelakaan semua itu tanpa Aku inginkan dan tanpa Aku rencanakan! bagaimana Aku bisa meyakinkanmu?" ucap Sultan selalu saja itu yang ingin Qu mengerti.
"Pulanglah ke sini Kita lihat apa perasaan itu masih ada dan bisa Kita pertahankan dan bisa Kita lanjutkan?" tantang Qu sedikit memberi harapan pada Sultan.
"Baik Qu, semua akan Aku buktikan karena yang Aku cintai hanya Kamu dan yang Kamu cintai hanya Aku! semua akan menjadi satu kenyataan dan rintangan seberat apapun cinta harus bisa melewatinya!" ucap Sultan begutu semangat saat Qu memberi signal kalau Qu juga sama masih se-perasaan dengan dirinya.
"Ya sudah Aku ngantuk mau bicara apalagi?" ucap Qu saat menyadari mereka telah bicara terlalu banyak.
__ADS_1
"Qu, Apa Kamu suka bertemu Mamaku?"
"Kenapa memang? tadi juga Aku antar puding ke rumahmu..."
"Semoga ini hanya ketakutan orang tua saja mungkin tanpa sengaja Mamaku melihat Kamu berjalan dengan seseorang! Aku tidak meyakini itu tetapi mungkin Mamaku juga tanpa sengaja keceplosan ngomong Kamu tidak seperti itu bukan?"
"Sultan, saat ini Aku memang menjalin hubungan dengan seseorang Aku juga boleh jujur padamu kalau Aku juga bisa pacaran sama orang lain tapi kini dalam dilema saat terbentur prinsip dan pandangan Agung menginginkan Kami segera serius tapi keyakinan hatiku belum memungkinkan seperti itu! Banyak hal yang ingin Aku capai dulu setelah menyelesaikan kuliah Aku ingin merasakan dunia kerja walaupun tidak sepenuhnya suatu saat semua itu pasti akan Aku lepaskan lagi."
"Qu, itu karena hati dan cintamu hanya untukku!"
"Tidak sepenuhnya seperti itu Sultan Kamu jangan geer dulu!" banyak yang ingin Aku bisa raih dan ingin menerapkan ilmu dan bekerja sesuai cita-citaku!"
"Apa Kamu berpikir apa yang Aku rasakan saat bertemu dan mendengar nama Christy, Joanna juga yang lainnya? kenapa Kamu bicara kata cemburu Aku lebih cemburu disaat Kamu mengatakan Aku adalah saudaramu pada Joanna!" ujar Qu seperti ingin menumpahkan kekecewaannya selama ini.
"Qu semua sudah selesai, Aku tidak berpikir lagi sama cewek-cewek itu yang Aku pikirkan adalah masa depanku bersamamu Kalau boleh Aku tahu siapa laki-laki yang berhasil masuk ke dalam hatimu itu?"
"Untuk apa Kamu tahu?"
"Qu jawab biar hatiku tenang!"
"Kamu juga tak membiarkan hatiku tenang saat Liburan waktu itu!"
__ADS_1
"Ya ampun Qu, jangan balas semua kesalahanku karena itu menyakiti dirimu sendiri! sudahi hubunganmu itu karena saat Kita berpaling pada orang yang tidak Kita cintai semua akan merasa bersalah terutama akan menyakiti diri sendiri dan orang itu!"
Deg! suara Sultan seperti menusuk hati Qu dan memperlihatkan kenyataan karwna itulah yang dirinya alami saat ini.
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1