
Pagi datang me-nina bobokan Qu yang tidur terlalu larut hingga bangun terakhir diantara Mamanya dan Tante Rossa yang sudah bangun duluan.
Mamanya juga Tante Rossa tak ada yang berani membangunkan Qu karena merasa kasihan tidurnya terlalu lelap tak terbangun oleh suara suara bising Mamanya juga Tante Rossa yang sudah beraktivitas pagi.
Qu membuka mata saat semua sudah pada mandi dan berdandan.
"Bangun Sayang dah siang katanya mau jalan ke mana hari ini?" Mama Andin menggoyangkan lengan Qu yang sudah melek tapi masih malas bangun.
"Qu, Sultan sudah mengirimkan sarapan tuh habis mandi kita sarapan bareng ya," ucap Mama Rossa sambil merapikan tempat tidurnya dan sesekali mematut dirinya di cermin.
"Iya Tante, Qu mandi dulu," sahut Qu sambil turun dari tempat tidur dan Mamanya yang beresin tempat tidurnya.
"Biarin Mam Qu aja yang beresin nanti masa Mama yang beresin?" ucap Qu merasa nggak enak sama Mamanya
"Kamu mandi saja Nak, takut Sultan sebentar lagi samper Kamu sedang Kamu kesiangan dan baru bangun makanya mandi cepet biar beresin tempat tidur sama Mama, tadi Sultan sudah ke sini antar makanan lalu balik lagi mau mandi," ucap Mamanya sambil melipat selimut.
Qu nyengir sendiri dan langsung masuk kamar mandi.
Terbayang Sultan antar makanan buat mereka sarapan dan melihat Dirinya masih berselimut, pasti pikirannya jorok aja atau Qu cewek yang malas.
Selang beberapa saat Qu sudah duduk di tempat tidur dan pindahkan cermin ke situ, Mama Rossa tersenyum melihatnya dan Mama Andin menyiapkan sarapan buat semuanya.
Sultan datang memberi salam dan tersenyum melihat Qu masih berdandan.
Sultan masuk dan membisikkan sesuatu di kuping Qu.
"Pasti nggak tidur semalaman dan mikirin Aku ya?"
Qu melotot karena di situ ada orangtua mereka dan mendorong tubuh Sultan hingga menjauh.
Sultan tertawa sambil berlalu dari dekat Qu.
"Gimana Mam Tante sarapannya begini suka nggak?" ucap Sultan sambil duduk di karpet yang sudah di gelar Mama Andin.
"Apa aja Nak Sultan, namanya beda kultur beda kebiasaan biarlah lidah Kita piknik sekali-kali jangan hanya bisa menerima dan memakan makanan yang sudah biasa Kita makan sehari hari bukan begitu Jeng Rossa?"
"Betul Jeng, saatnya Kita memanjakan diri jangan hanya mikirin cucian, cuci piring ya kali-kali Kita cuci mata di sini," jawab Jeng Rossa sambil tertawa dan Sultan akhirnya ngakak juga.
__ADS_1
Begitu cerianya mereka mengawali kegiatan liburan benar benar pengen diisi dengan kesenangan dan keluar dari rutinitas sehari-hari. Mereka ingin memanjakan diri dengan berjalan-jalan bersenang-senang melihat-lihat sesuatu yang belum pernah mereka lihat dan yang pasti belanja dengan budget yang telah mereka siapkan.
"Mam, Aku panggil driver langgananku biar antar Mama sama Tante Andin ke CBD biar bisa jalan-jalan dan belanja yang Mama sama Tante suka. Nanti kalau sudah bosan dan capek hubungi Aku atau langsung ke driver nya biar di jemput diantar sampai sini lagi, Aku sama Qu mau ke pantai atau ke mana Qu suka entah ke Blackwood River Valley pokoknya Aku antar ke mana Qu suka." Sultan mengawali pembicaraannya sambil mengocek minumannya.
"Baiklah tapi hati-hati ya Sayang jaga Qu baik-baik pokoknya Mama sama Tante percaya sama Kamu Nak," ucap Mama Rossa sambil memandang wajah tampan putranya.
Qu datang bergabung dan duduk di samping Mamanya dan Sultan langsung mengambilkan minuman dan di sodorkan pada Qu.
"Makasih!"
"Besok pilih sendiri makanan sarapannya ya," ucap Sultan memandang Qu yang mengigit roti isi yang di belinya.
"Enakan tinggal makan ya Mam?" jawab Qu sambil tersenyum.
"Ya syukurlah kalau cocok hanya demi rasa keadilan dan demokrasi saja barangkali seleranya beda boleh aja banyak pilihan kok," jawab Sultan sambil tertawa.
Mereka menyelesaikan sarapan ala Australia memakan sandwich dan roti oles dengan berbagai macam toping pilihan Sultan tahu Qu suka roti isi jadi pasti akan cocok dengan sarapan dan makanan yang di pilihnya.
Mereka keluar bareng setelah banyak petunjuk yang di sampaikan Sultan pada Mamanya dan Tante Andin akhirnya mereka berpisah dan akan bersama sama ke suatu tempat suatu hari nanti itu yang di janjikan Sultan.
Mama Andin dan Tante Rossa naik taksi sama Mr Joe sedang Sultan sama Qu naik kereta cepat menuju tempat yang sebut Sultan tempat yang pasti Qu suka.
Pelukan dan rengkuhan Sultan yang dengan bebas memperlihatkan kalau mereka sedang kasmaran dan senyum keduanya menandakan betapa bahagianya mereka menikmati perjalanan liburan impian mereka kali ini.
"Kamu bawa baju buat ganti nggak Sayang?" tanya Sultan sambil merapikan rambut Qu yang tertembak angin.
"Heemght."
"Qu, rasanya Aku seperti mimpi saja kali ini, Apa Kita sampaikan hubungan ini pada orangtua Kita?"
"Jangan dulu, biarlah mungkin mereka bisa menebak sendiri seperti apa hubungan Kita."
"Boleh juga, apa rencanamu setelah lulus nanti?"
"Aku ingin menjadi istrimu!"
"Hahaha...itu pasti Sayang, jadi pengen cepat lulus biar bisa melamar Kamu dan Kita jadi suami Istri seperti dulu saat Kita main di teras," ucap Sultan sambil tertawa bahagia.
__ADS_1
Qu jadi tersenyum mungkin sebentar lagi harapan itu akan jadi kenyataan.
Sultan mengecup bibir Qu dan Quan merasa kaget karena mereka ada di ruangan publik Qu nggak mau Sultan seenaknya memperlakukan dirinya walau Qu juga sama hatinya lagi begitu seneng.
"Eh, jangan sembarangan begitu dong malu tahu!" Qu gusar dan mendorong Sultan menjauh.
Tapi sultan malah terkekeh sendiri.
"Qu, Aku hanya mengecup bibir tak ********** itu biasa di Australia. Tenang saja bukan pelanggaran moral yang sangat berat itu tanda Sayang," ucap Sultan memandang Qu di sampingnya.
"Aku bukan orang Australia hanya berkunjung ke sini jadi Aku belum biasa dan masih orang Timur Sultan!" jawab Qu sambil memandang wajah Sultan.
"Oke Sayang, maaf ya habis Aku gemes banget lihat Kamu begitu cantik dan kini jadi kekasihku anggap saja itu momen hari pertama Kita jalan jalan setelah jadi kekasih. Nant Kita menyelam berdua dan bikin momen paling tak terlupakan Aku mau mencium Kamu di dalam air hahaha...." Sultan tertawa sambil mengusap pipi Quinna yang cemberut di sampingnya.
Sultan menarik bahu Qu dan menyandarkannya di bahunya rasa tak percaya juga di rasa Qu semua terasa indah dan begitu mudah kalau sudah sampai pada waktunya.
Menikmati kebersamaan dengan orang yang di cintai semua akan terasa berbeda.
Melewati waktu semua begitu berarti dan jadi satu kenangan yang tak terlupakan.
Harapan indah terbentang jadi satu pandangan yang menghias hati dan perasaan mereka kebahagiaan impian ada di depan mata mereka.
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏