
Efek minum obat mungkin atau memang suasana nyaman membuat Qu tertidur.
Seseorang masuk setelah mengetuk pintu yang tak tertutup rapat. Langsung melempar tas ke sofa dan memanggil Sultan.
Yang di panggil tidak ada lalu berkeliling ruangan yang terlihat begitu rapi dan sekilas menengok ke dalam kamar tertegun melihat satu sosok perempuan tertidur di tempat tidur Sultan.
Sampai ke kamar mandi semua di bukannya berharap satu sosok yang di carinya ada di situ tapi nihil. Sekali lagi melongokkan kepalanya ke dalam kamar terlihat Qu masih tetap tidur dengan pulas nya sambil memeluk guling.
Akhirnya duduk di depan menunggu karena keyakinannya Sultan yang di carinya tidak pergi jauh.
Sambil menelepon yang tak pernah aktif akhirnya diam dan memandang sekeliling dengan perasaan heran dan mencoba menebak siapa wanita Asia itu? perasaan belum pernah melihatnya.
Oh, mungkin itu Adiknya Sultan atau saudaranya sampai pada suara Sultan datang mengagetkan keduanya.
"Joanna?" sapa Sultan sambil sedikit panik.
"Ya, hai Aku cari Kamu nggak muncul-muncul Aku kangen Kamu Sultan. Apa Kamu tidak merasakan itu dan Aku butuh Kamu kenapa tidak masuk kuliah beberapa hari ini?" ucap Joanna yang di panggil Sultan dengan panggilan itu.
"Aku sibuk ada keluarga dari Indonesia, eh dan itu ada saudaraku lagi sakit." sahut Sultan sambil melongok kepalanya ke dalam yang sepi.
"Oh, itu yang tidur saudaramu?"
"Dia tidur? oh eh iya! itu saudaraku lagi sakit." jawab Sultan sedikit gugup takut Qu mendengarnya.
"Sultan Aku kangen."
"Tidak di sini Joan! dan seperti yang Aku sampaikan waktu itu Kita hanya suka saling suka semua tidak Kita rencanakan semua sudah berakhir!" ucap Sultan menghindar dari pelukan Joanna.
"Apa? berakhir? semua sudah berakhir? bagiku semua baru dimulai Sultan bagiku tidak ada kata berakhir karena Aku merasa mulai mencintaimu! itu semua nyata Sultan di mana perasaanmu setelah semua Kita lakukan walau atas dasar suka sama suka!" ucap Joanna pada Sultan.
"Kenapa Kamu jadi menuntut perasaanku? Aku tidak merasakan apa-apa!" ucap Sultan dengan ucapan keras.
"Oh no Sultan! semua tak seperti itu, Aku menyukaimu walau semua hanya iseng saja Aku menuntut dengan serius kalau Aku mulai mencintaimu!" Joan mulai bicara serius.
"Tidak Joan! semua terjadi di luar dugaan dan keinginanku sorry banget anggap itu sebuah kejadian biasa saja!"
Lutut Qu lemas seperti tak bertenaga dan air matanya begitu deras mengalir dari pipinya mendengar pembicaraan yang namanya Joan dengan Sultan dari mulai Sultan datang Qu sudah ingat dan bangun lalu mendengar pembicaraan dengan diam.
__ADS_1
Hati Qu hancur luluh lantak tak bersisa mendengar affair Sultan dan Joanna itu yang Qu tahu setelah Christy yang diakui Sultan memang punya hubungan dan pernah terjalin cinta antara keduanya.
Semua seakan hadir di hadapannya lalu siapa lagi yang pernah dekat dengan sultan setelah Joanna?
Hati Qu sakit dan marah tapi pada siapa? mungkin Jihan temannya di Indonesia ngakak mendengar pengalaman liburannya kali ini. Mending liburan ke Bromo bersama Agung dan Jihan mungkin terasa nyaman dan damai di sana tidak harus memperjuangkan cintanya datang ke Australia ini yang hanya mengiris jantung dan perasaannya.
Sakit rasa tak terkira perasaan Quinna mendengar pengakuan Sultan hubungan luar dalam bersama Joanna dianggapnya kejadian biasa saja padahal bagi Qu itu sudah aib dan melampaui batas pergaulan remaja pada umumnya.
Balik Qu membenci Sultan dan memutuskan besok harus pulang apapun yang terjadi, mungkin Sultan yang dirinya cintai tapi bukan yang terbaik bagi Dirinya.
Qu merapikan sweater nya dan berjalan ke depan bermaksud pulang ke huniannya tak ingin bertegur sapa lagi dengan Sultan, Sultan tidak lagi target harapannya, bukan lagi target impiannya juga bukan target masa depannya, pergaulan Sultan sudah melampaui batas norma sudah melakukan hubungan yang jauh di luar aturan orang timur. Begitu mudah Sultan terkontaminasi tidak berpegang teguh pada aturan yang sebenarnya bisa saling menjaga.
Dengan mengusap airmatanya Qu berjalan gontay melewati Sultan dan Joanna yang tetap bersitegang tak sadar Qu telah mendengar semuanya.
"Qu? Kamu tidur sudah bangun?" sapa Sultan dan Joanna hanya memandang Qu tanpa bereaksi apa-apa.
Qu tak menjawab hatinya sakit tak ingin mendengar apapun penjelasan cukup semua yang didengarnya yang akan menjadi rahasia runtuhnya mahligai cinta yang selama ini dirinya jaga terhadap orang yang paling dicintainya.
"Qu mau ke mana? ini Joan temanku juga," ucap Sultan Sabil meraih tangan Qu.
"Jangan sentuh Aku! kemarin Kita jadian anggap sekarang Kita tak ada apa-apa lagi! Aku sakit dan terluka juga kecewa mendengar pembicaraan kalian dari awal. Kalau mau rahasia ini Aku jaga tolong urus kepulanganku sama Mamaku besok!" ucap Qu dengan perasaannya sendiri.
"Qu, Aku bisa bicara dan menjelaskan semuanya. Semua tidak seperti yang Kamu kira Aku menjamin bisa menjelaskan Aku sama Johanna tidak ada perasaan apapun."
"Tapi kenapa Joanna menuntut perasaanmu kalau belum terjadi apa-apa diantara kalian?"
"Itu semua hanya sebuah ketidak kesengajaan Qu, Aku bisa menyelesaikan semuanya percayalah," ucap Sultan berusaha meyakinkan Qu.
"Cukup Sultan Ali! Aku muak mendengarnya tidak sengaja atau di sengaja semua telah terjadi Kamu telah menodai perasaanku juga!"
"Qu Kamu orang mengerti tolong mengertilah Aku untuk kali ini saja."
"Apa penjelasan Joanna belum jelas sebagai pengakuan buruknya moral kalian?"
"Ah Qu! Aku tidak seperti itu! itu hanya kecelakaan dan Aku di jebak teman."
"Baik, apa semua Aku sampaikan pada Mamamu atau urus kepulanganku besok?"
__ADS_1
"Oke kalau itu maumu, tapi yang Aku cintai hanya Kamu Qu akan Aku buktikan kalau Aku bisa memilikimu dengan apapun caranya Aku akan membuatmu mencintaiku lagi."
"Bullshit! betapapun Kamu mencintaiku tapi Aku sudah membencimu playboy brengsek!" ucap Qu sambil berjalan keluar.
"Qu!"
Quinna tak menghiraukan lagi panggilan Sultan yang berjalan tergesa ngejarnya tapi Qu juga berlari dan masuk ke dalam huniannya lalu menutup pintu dan menguncinya.
Qu menumpahkan semua perasaannya di tempat tidur semua menjadi saksi kesedihannya.
Udara dan angin dingin di musim semi masuk lewat jendela yang mengarah ke luar menerpa Qu yang lagi menangis sambil membereskan semua barang miliknya dan milik Mamanya ke dalam koper masing-masing hatinya pedih mendapatkan kenyataan orang yang di cintainya seperti itu, sungguh di luar prediksinya.
Sultan terus saja menggedor gedor pintu dan berteriak, tapi Qu sudah terlanjur sakit dengan suara pengakuan Joanna tadi yang tak di bantah oleh Sultan sendiri.
Sultan telah melakukan hubungan bebas dengan Joanna mungkin dengan wanita lain juga atau dengan Christy. Dan Sultan sendiri menganggap itu biasa saja.
"Qu Sayang, buka dong pintunya nanti Mamamu datang mereka jadi heran," ucap Sultan sambil tetap menggedor pintu.
Qu tak tahan akhirnya pintu di buka. Sultan masuk dengan rahang terkatup dan sorot mata memerah saking marahnya. Tapi Qu tidak gentar balik menatap Sultan dengan beringas sama marahnya.
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1