Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Malam kenangan


__ADS_3

Quinna membisikkan sesuatu pada Agung disambut tepukan tangan temannya. Semua temannya jadi mengerti kalau mereka berdua ada apa-apanya bukan hanya sebatas teman seperti pada yang lainnya.


Agung mengangguk sambil tersenyum, mulai duduk sambil mengambil nada yang diinginkannya memetik perlahan gitar dan meresapi setiap nadanya, pandangannya hanya tertuju pada Qu yang ada sedikit di depannya.


Agung mengagumi segalanya selain cantik juga penampilan Qu dianggap begitu sempurna di mata Agung.


Qu mencoba meraih mix sambil tersenyum melirik Agung yang lagi tersenyum padanya dan mengangguk sekali lagi.


"Satu lagu tentang kesetiaan persembahan dari Kla Project" suara empuk Qu memecah diam semua yang ada di situ. Serius fokus satu sosok cantik tinggi semampai dengan suara menghipnotis mata yang memandangnya, Jihan mengangguk dengan senyum juga tepukan tangan.


Bulan merah jambu luruh di kotamu


Ku ayun sendiri langkah langkah sepi


Menikmati angin menabur daun daun


Mencari kembaranmu di waktu lalu


Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi


Tercipta nelangsa merenggut sukma


Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud


Aku tak bisa pindah pindah ke lain hati


Begitu lelah sudah ku harus menepi


Biduk tlah ditambatkan berlabuh di pantai mu


Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi


Tercipta nelangsa merenggut sukma oh..


Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud


Aku tak bisa pindah pindah ke lain hati (oh oh)


Pindah ke lain hati (oh oh)


Pindah ke lain hati


Sungguh kuakui (tak bisa ke lain hati)


Sungguh kuakui (tak bisa ke lain hati)


Sungguh kuakui (tak bisa ke lain hati)


Mengingatmu mengenang mu


Menggapai paras wajahmu


Sendiri

__ADS_1


Oh....


Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi


Tercipta nelangsa merenggut sukma oh


Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud


Aku tak bisa pindah pindah ke lain hati (oh oh)


Pindah ke lain hati (oh oh)


Pindah ke lain hati (oh oh)


Pindah ke lain hati oh oh (oh oh)


Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati


Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati


Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati


Suara merdu Qu membius semua teman yang mendengarkannya, sampai Qu selesai membawakan semua lirik lagu itu merasa heran apa ada yang salah dengan lagu yang Aku bawakan?


Kenapa semua orang pada diam? Sampai Qu selesai dengan bait terakhir dan petikan gitar penutup dari Agung yang mengiringinya.


Jihan menghampiri Qu sambil meminta mikrofonnya.


"Luar biasa Qu, semua terbius oleh suaramu, sampai Aku juga tak bisa berkata-kata, akhirnya komunitas ini punya seorang penyanyi." Tepuk tangan dan sambutan meriah di tujukan pada Qu. Dengan hati yang menghangat dan sedikit malu Qu berdiri dan membungkuk memberi hormat.


"Ampun deh Jihan beri Aku waktu buat bernafas," sahut Qu merasa nggak enak apalagi Dirinya masih baru berada di tengah tengah komunitas yang sekarang dirinya ikut serta di kegiatannya.


"Baiklah Qu, tapi lain kali tampil lagi ya, jadilah pasangan duet yang serasi!" goda Jihan merasa bangga dan merasa kalau Qu akan betah bersama Dirinya.


Akhirnya Qu bisa bernafas begitu lega, Agung mengajaknya berjalan-jalan di pinggir pesisir pantai dengan bulan bersinar temaram seusai acara kebersamaan di lanjutkan acara masing masing.


Dingin malam angin pantai membuat Qu menaikkan kerah jaketnya. Berjalan di samping Agung tanpa kata.


Berdua sibuk dengan


pikirannya masing-masing. Hanya hati Agung yang begitu melambung, penuh dengan bunga yang bermekaran.


"Agung, suaraku memalukan ya tadi?" suara Qu membuat Agung melirik dan menatapnya dengan sorot cinta.


"Sebaliknya Qu, Aku senang banget dengar dan bisa mengiringi suara emas Kamu." Jujur Agung dengan semuanya.


"Jangan berlebihan deh, Aku jadi malu," tukas Qu merasa tak percaya semua sambutan teman teman barunya begitu antusias dan menyanjungnya di rasa Qu berlebihan.


"Tapi serius, Aku suka. Suara Kamu bagus banget," Agung meraih tangan Qu dan menggandengnya berjalan bersisian tanpa jarak.


"Makasih, Kamu juga pintar banget memetik gitarnya, kayak profesional saja, Aku juga suka banget petikan Kamu begitu sempurna."


"Biasa kelas Anak nongkrong ya begitulah. Qu, kenapa Kamu pilih lagu itu seperti Kamu punya kenangan yang tak bisa kamu lupakan?" tanya Agung penuh selidik, tapi selebihnya memang jujur hanya bertanya sekedar topik pembicaraan saja.

__ADS_1


"Oh, eh itu lagu yang ada di otakku saja spontan Aku memilihnya, Aku suka semua genre tapi asal enak di bawakan nya," jawab Qu. Sebenarnya itu satu lagu yang di maknai Qu sebuah dambaan kehadiran seseorang di dalam hidupnya.


"Saking groginya ya?"


"Hehe …."


Mereka melewati malam itu dengan mengukir kenangan baru di hati masing masing, dan bagi Qu sekaligus mulai mengikis sedikit sedikit kenangan masa lalunya.


Betapapun setiap apa yang di lakukannya selalu di bayangi satu sosok seseorang yang tak pernah hilang dari hati dan otaknya.


'Bisakah Aku berjalan dan jalin satu hubungan tanpa beban seorang Sultan di hatiku?'


Satu perjuangan panjang mungkin akan Qu jalani dan harus bisa, tak akan membiarkan hidupnya sia-sia hanya menunggu satu ketidakpastian yang entah sampai kapan.


Hanya satu pertanyaan Qu, apa Mamanya juga Mama Sultan Tante Rossa juga tidak tahu kalau dirinya kini telah dewasa dan seiring kedewasaan itu menjadikan perasaan juga berubah.


"Qu, apa pendapatmu tentang hobi seperti ini?" tanya Sultan sambil tetap menggenggam sebelah tangan Qu.


Qu sedikit kaget karena dirinya lagi melamun.


"Aku? apa ya?" jawab Qu sambil belok berjalan ke arah semua karena sudah terlalu jauh mereka menyusuri pesisir pantai di benderang sinar rembulan pertengahan bulan.


"Iya, Aku ingin Kamu bukan hanya sekedar menikmati, dan mengabadikan dalam jepretan kamera saja tapi bisa menyerap manfaat di dalam semua kegiatannya," jelas Agung mengikuti langkah Qu yang berbalik.


"Aku mungkin hanya baru bisa menikmati saja Dan untuk meresapi semuanya hanya ada kenyamanan dan ketenangan saja apalagi ada Kamu di sampingku!" tutur Qu jujur dengan semuanya membuat Agung tertawa dan menarik tangan Qu dan memeluk tangan itu.


"Itu semua sudah memaknai artinya Qu, kalau pandanganku begini, Aku bisa menyalurkan waktu luang ke dalam hal yang bermanfaat otak dan pikiran sepulangnya dari sini akan menjadi fresh lagi siap dengan kegiatan dan rutinitas sehari-hari. Apalagi Aku sudah di haruskan mulai terjun di dunia usaha keluarga sekedar perkenalan awal sama orangtuaku," panjang cerita Agung membuat Qu dengan seksama mendengarkan ceritanya.


"Mungkin Aku juga pada dasarnya ingin melepas kejenuhan dan merefresh otak dan pikiranku dari kegiatan sehari-hari."


"Aku malah selalu menghindar kalau Ibuku atau Bapakku sudah bicara datanglah ke kantor Bapak sekali kali selalu saja begitu, tapi Aku mau menikmati hidup dulu kalau semua itu nanti ada saatnya."


"Tak ada salahnya sekali-kali Datang dong buat senang hati kedua orangtuamu, biar tertanam kepercayaan dari mereka," saran Qu merasa itu hal wajar bagi setiap Anak.


"Betul juga ya, Aku merasa belum menyenangkan hati kedua orangtuaku, apalagi sambil bawa Kamu Qu mungkin mereka tambah senang."


"Oh, eh ya ampun Agung di suruhnya kamu pengenalan dunia kerja dan usaha keluargamu bukan malah bawa Aku?" Qu merasa Agung terlalu serius orangnya.


Bersambung ….


******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2