
"Mam kok Papa belum pulang juga kan Agung mau kenalkan Qu pada Papa?" ucap Agung sama Mamanya.
Lain kali juga masih bisa kalau memang sudah sore mau mengantar Nak Quinna pulang antar lah saja dulu nanti Mamanya cemas apa sudah bilang mau pergi dulu sama Nak Agung?" tanya Mamanya Agung sama Qu.
"Belum Tante, karena habis kuliah biasanya langsung pulang tapi nanti Qu sampaikan saat sudah pulang biar Mas Agung saja yang bilang nanti," jawab Qu dengan sejujurnya.
"Ya sudah kalau nggak telpon saja dulu takut Mamamu cemas," sahut Mama Agung lagi.
"Iya Tante nanti Qu kabari dulu Mama."
Mamanya Agung tersenyum dan mengangguk. Qu berjalan ke teras mau telpon diikuti Agung. Mereka duduk di kursi teras dan Qu mengajak Agung untuk pulang.
"Nggak makan dulu di sini?"
"Ih, Aku malu masa sampai makan segala?"
"Malu sama siapa? justru biar cepat akrab," jawab Agung sambil tertawa.
"Aku kan baru di rumah ini masa lancang begitu? yuk ah pulang lain kali saja ketemu Papamu karena mamaku tak bisa di hubungi," ucap Qu sambil mencolek lengan Agung.
Agung nggak bisa menolak karena Qu sudah lama juga di sini bersama dirinya.
"Sebentar ya sebelum, pamit Mama Aku ambilkan dulu buket bunganya," sahut Agung sambil berlari ke dalam menaiki tangga masuk ke ruang studio di mana tadi dirinya memberikan buket bunga pada Qu.
__ADS_1
"Mam, Qu mau pamit dulu lain kali bisa bertemu Papa atau mungkin nanti Agung ajak Qu kali kali ke kantor Papa," ucap Agung sambil menggandeng Qu yang habis bersalaman dengan mencium tangan Mamanya Agung.
"Makasih Tante Qu permisi dulu," ucap Qu sambil membungkuk dan tersenyum pada Mamanya juga Adinda Adiknya Agung.
Qu sama Agung diantar Mamanya keluar sampai mereka naik kendaraan dan Agung menjalankannya dengan perlahan.
"Makasih ya Qu," ucap agung setelah mereka berada di jalan raya dan Agung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Makasih untuk apa? bukankah Aku yang udah di kirim oleh-oleh liburanmu?" sahut Qu sambil melirik Agung di sampingnya yang lagi menyetir.
"Makasih untuk bisa datang ke rumahku dan bibirmu juga ciuman pertama Kita," ucap Agung sambil tersenyum.
Qu jadi memerah mukanya dan malu tapi bukan Qu kalau tidak bisa menjawabnya.
"Hahaha... memang kalau suka sama suka harus ada persetujuan dulu?" tanya Agung sambil terkekeh merasa lucu dengan jawaban Qu.
"Iya lah bahkan harus ada izin tertulis dulu!"
"Dasar calon sekretaris semua harus serba izin, oke kalau Aku Bos nya mungkin tak harus minta izin kali?" seloroh Agung sambil mengusap pipi Qu.
"Agung sudahlah, itu Adikmu lucu juga ya? Aku seneng jadi merasa punya Adik kelas berapa Dinda?"
"Kelas dua SMA, kadang lucu kadang juga banyak ngatur dan menyebalkan banyak ikut campur urusan orang lain," sahut Agung sambil tersenyum.
__ADS_1
"Jangan begutu sama Adik sendiri harus disyukuri Kamu masih memiliki Adik sedangkan Aku tidak ada orang lain lagi sebagai teman berantem teman curhat atau sekedar teman ngobrol," ucap Qu menyadari suka dukanya sebagai anak tunggal.
"Kan ada Aku sekarang dan jangan sedih lagi, Kita ciptakan dunia yang berbeda suatu saat nanti, dunia yang ramai dengan tawa dan tangis juga suka duka kehidupan."
Agung mungkinkah semua harapanmu bisa terealisasi sedangkan sampai saat ini hatiku masih saja galau dengan dunia yang berbeda yang ingin Kamu ciptakan bersamaku.
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1