
Qu membuang nafas untuk membuang segala beban yang ada dalam hatinya, juga berusaha menyembunyikan rasa groginya satu langkah telah dirinya lewati telah berkenalan dengan pimpinan manajer di sini Alhamdulillah begitu baik dan terbuka untuk segala masalah dan kendala yang akan dirinya hadapi saat menjalani yang namanya bekerja pada saatnya nanti.
Qu mulai menyalakan komputer mencari tahu dulu perusahaan ini yang judulnya bergerak di bidang ekspor impor antar negara. Semua ditelusurinya dalam hatinya semoga semua orang baik pada dirinya yang akhirnya Quinna betah kerja di sini menjadi tempat pertama menimba pengalaman di dunia kerja sesuai pendidikan yang di gelutinya.
Pertama struktur kepemimpinan seorang berkewarganegaraan asing yang menjadi pimpinan di tempat ini, Qu membacanya sekilas lanjut kepada dewan pimpinan direksi manajemen manajer umum dan manajer unit sampai ke bawah, Qu mencari tahu bekerjanya seperti apa peraturannya seperti apa semua itu membuat dirinya asyik tanpa sadar satu ketukan di pintu membuyarkan lamunannya.
"Mbak! dipanggil Pak Irawan di tunggu di lobby karena pimpinan sudah datang dan langsung ke aula rapat mari Aku antar," ucap seorang cleaning service atau OB atau apalah memanggil Qu dan menungguinya di depan pintu.
"Baik," jawab Qu pendek lalau mematikan komputer dan AC lalau menghampiri seorang berpakaian cleaning service yang berdiri dekat pintu itu dan mengekornya ke mana Dia berjalan membawanya.
"Eh, kenalan dong biar manggilnya enak, Aku Quinna, ucap Qu setelah mereka berhadapan dan cleaning service itu balik badan ke hadapan Qu.
"Oh, eh Aku Ina, Mbak Quinna."
Qu tersenyum sambil berjalan mengekor Ina lagi setelah bersalaman Ina yang jalan mepet ke tembok.
__ADS_1
Pak Irawan tersenyum melihat Qu datang didampingi pekerjanya yang lain yaitu Ina dan langsung mempersilahkan untuk masuk mengikutinya ke aula karena mungkin semua sudah datang.
Pak irawan mempersilahkan Quinna duduk di salah satu kursi dan sebagian anggota rapat sudah hadir menempati kursi masing-masing Qu tersenyum pada semua sambil menyatukan tangan di dada memberi salam sebagai salam perkenalan dan Pak Irawan sendiri duduk mungkin itu kursi dan tempatnya.
Rapat masih belum di mulai karena yang disebut pimpinan belum datang juga seperti biasa seorang pimpinan selalu datang belakangan itu yang menjadi ciri khas sebuah struktur padahal apa salahnya memberi contoh yang baik bagi karyawan lainnya coba kalau seorang pimpinan datang duluan pasti anak buahnya akan merasa malu dan akan memperbaiki keterlambatannya.
Satu pelajaran yang Qu ingat pelajaran dari kedisiplinan seorang pekerja betapa pun disiplinnya seorang anak buah kalau pimpinan terlambat dan tidak menerapkan disiplin akhirnya sama saja akan mengikuti pola yang ada.
"Mbak Qu, semoga betah di sini karena citra Aku juga nanti yang akan di pertaruhkan, tapi dari rekam jejak yang sudah-sudah semua pada betah... semoga saja ya? hanya karena kendala pribadi dan keluarga bukan dari masalah pekerjaan dan waktu juga kedisiplinan yang Kami terapkan yang menjadi kendala karyawan resign ya seperti itulah gaya menikah ikut suami hamil dengan ingin total mengurus keluarga."
"Oh ya Mbak Qu, pimpinan baru Kita nanti katanya lama kerja di perusahaan ini yang berada di luar negeri, mungkin karena prestasinya yang bagus maka direkomendasikan juga untuk memimpin di anak cabang perusahaan itu di sini."
Qu mengangguk mengerti. mungkin seorang pimpinan itu usianya paruh baya pasti cukup di segani karena prestasi nya sudah sampai pada Pak Irawan.
Akan seperti apa memimpin rapat pertamanya?
__ADS_1
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏