Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Sentuhan di hati Quinna


__ADS_3

Area camping yang dituju kali ini adalah objek pantai, tetapi agak jauh dari pemukiman. Semua anggota antusias karena pantai ini merupakan pantai yang belum banyak terjamah dan tereksplorasi keberadaannya dari pariwisata juga jadi objek wisata pada umumnya.


Semua terasa akan semakin indah dan syahdu memuaskan dahaga para petualang pecinta alam dan pejuang hijau lingkungan dan lestari nya hutan pantai gunung dan kekayaan lainnya.


Agenda telah rapi di susun biar tidak mengacak kemana-mana jadi semua yang dijalankan adalah menurut agenda yang sudah terkonsep oleh panitia karena semua berdasarkan atas azas gotong royong kekeluargaan dan kebersamaan.


Merasa sudah seperti saudara saja walau karena kedekatan ada juga yang jadian karena cinta lokasi juga karena hobi yang sama.


Datang ke area adalah 3 mobil jadi total ada sekitar 16 orang dengan cewek 6 dan cowok 10. Ada yang berpasangan sebagai pasangan kekasih ada juga yang masing-masing semua mereka adalah pecinta alam yang sangat menyukai alam dan keindahannya. Penikmat suasana yang sangat natural sesuatu banget berada di pinggir pantai yang tidak terlalu terjamah menjadikan semuanya begitu antusias menikmati pemandangan menikmati suasananya.


Suguhan kenikmatan pemandangan yang sangat indah mereka mendirikan tenda di kebun kelapa menghadap ke lautan yang sangat luas membentang. Pohon-pohon pandan pantai menghiasi setiap ujung-ujung tepi pantai menjadikan suasana hati menjadi nyaman damai dan tenang.


Kadang Quinna berpikir orang yang survey tempat duluan begitu jago mencari objek indah dan begitu mengesankan.


Suara camar laut di sela debur ombak, menjadikan Kita kecil diantara luasnya garis pantai yang tak bertepi.


Suasana pantai dengan bau air asin yang khas dengan pengunjung bisa di hitung jari menjadikan suasana pantai begitu nyaman.


Agenda pertama mendirikan tenda, kebanyakan kaum cowok yang punya peranan dominan dalam hal ini. Ceweknya santai istirahat sambil bikin minuman instan panas dan dingin.


Untuk mandi cuci kakus ada mushola kecil di ujung kampung sekalian izin RT setempat. Agung menjadikan organisasi yang dipimpinnya begitu rapih dalam segala dan komunikasi juga musyawarah menjadi dasar kepemimpinannya sehingga Agung begitu disegani di antara teman-temannya.


Agenda kedua setelah istirahat berjalan-jalan santai di pinggir pantai sambil mengumpulkan kayu bakar untuk api unggun nanti malam.


Agenda selanjutnya yaitu istirahat makan bersama menikmati suasana senja dan sore hari menjelang malam di depan tenda yang melingkar membentuk aula luas di tengah tengahnya.


Di terangi sang rembulan dan kelip taburan berjuta bintang membuat suasana malam menjadi lain dari biasanya.

__ADS_1


Sebelum acara selanjutnya Qu sama Jihan tiduran di dalam satu tenda berdua, yang berada di tengah tenda yang lainnya. Sengaja tenda cewek di tempatkan di area tengah karena tahu cewek itu harus dilindungi dan sebagian besar adalah penakut. Ceritanya istirahat sambil ngobrol.


"Qu, apa kesan pertama Lo berada ditempat seperti ini?" tanya Jihan pada Qu yang lagi melihat ponselnya.


"Jujur Gue senang banget jauh dari bayangan Gue dulu camping masa-masa sekolah. Ternyata kalau Kita menikmati dengan hati dan semua diresapi tentu hati Kita begitu tertarik dan Gue pasti ketagihan. Rasanya ingin segera mengabadikan setiap pemandangan dan momennya di esok hari." Qu begitu antusias dan kelihatan begitu senang membuat Jihan merasa optimis Qu akan keluar dari permasalahan yang selama ini jadi bebannya.


"Hehe... Lo belum merasakan kalau Lo isi saat seperti ini dengan seseorang yang Lo cintai, semua akan berbeda," celetuk Jihan seperti mengingatkan Qu kalau dirinya itu masih jomblo dan harusnya punya seseorang sandaran untuk bisa berbagi dalam hal apapun.


"Gue isi dengan sahabat dan teman semuanya itu sudah luar biasa Jihan. Gue merasa keluar dari rutinitas yang selama ini Gue jalani semua terasa bahagia di hati Gue. Mungkin lembat laun Gue bisa enjoy dengan kegiatan yang satu ini," jawab Qu menangkap kalau Jihan sahabatnya ini punya niat baik sepertinya aja akan bahagia seandainya dirinya jadian dengan Agung yang sahabatnya juga.


"Agung itu naksir Lo, terus seperti apa kira-kira hati Lo?" tanya Jihan langsung pada pokok permasalahan. Membuat Qu sedikit grogi untuk menjawab.


"Apa Lo yakin, Dia suka sama Gue?" Qu balik tanya.


"Ya ampun Qu, Dia itu merayu Gue bolak-balik ke rumah Gue, di kampus juga, berharap Gue bisa ajak bawa Lo ke sini, Dia orangnya serius Lo berdua sama-sama jomblo apa salahnya kalian dekat dulu." Jihan begitu blak-blakan menanggapi keinginannya melepas masa kesendirian Qu.


"Begitu dong! jangan terus selalu memupuk diri dengan harapan yang tidak pasti, pandanglah yang bukan impian dan khayalan Agung di depan mata Lo itu kenyataannya Dia seneng banget Lo ada di sini, yang nyata nyata saja. Kalau kamu tidak bisa membuka hati untuk pria lain selain cowok yang Lo cinta itu mana mungkin Kamu bisa menemukan rasa cinta itu sendiri?" lanjut Jihan dengan segala nasehatnya.


"Terimakasih Jihan, mungkin Lo yang telah membuka hati Gue, walaupun sampai saat ini pikiran Gue masih ngambang." Kenyataanya hati Qu memang


begitu.


"Berbahagialah dengan cinta, jangan bahagia dengan khayalanmu saja Qu, yang pasti Agung yang akan bahagia banget." Senyum Jihan mengembang kalau Qu sudah berucap akan mencoba membuka diri itu satu fase peningkatan luar biasa.


Hati Qu merasa takut, takut tidak bisa mencintai dengan sepenuh hatinya, karena jauh di lubuk hatinya hanya ada satu nama hanya ada satu sosok, hanya ada satu orang yang mengisi di setiap hari-harinya yaitu seorang Sultan. Sampai saat ini juga belum bisa tergantikan atau hapuskan oleh siapapun. Tapi Sultan sendiri tidak tahu kalau dirinya begitu mendamba, begitu menginginkan, mengharap satu pernyataan cinta yang dinyatakan pada dirinya bukan pernyataan cinta dari orang lain.


Tapi support semangat dan dukungan dari Jihan membuatku Qu juga tidak bisa mengabaikan begitu saja perjuangan teman dekatnya adalah sesuatu yang patut dihargai dan perlu

__ADS_1


Qu pikirkan.


"Jihan, gimana kalau Agung nanti menembak Gue? sebenarnya itu sah-sah saja tetapi beri Gue waktu untuk bisa belajar menenangkan hati dan kesiapan mental, maksudnya biar Gue bisa melihat karakter kebiasaan dan hal lainnya di diri Agung begitu juga sebaliknya Agung boleh menyelami hati Gundul," jawab Qu begitu datar


memperlihatkan senyumnya.


"Itu harus Jihan tapi kalau agung sepertinya sudah lama memperhatikan Lo."


Ahm


Bersambung ….


*****


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu

__ADS_1


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2