
Di satu sisi Qu begitu bangga bisa duduk di samping Agung yang kata Jihan temannya sudah ganteng pintar jago basket dan tajir juga jadi apalagi dan siapa yang bisa menyaingi Agung? semua aspek terpenuhi dan kini Quinna duduk di sebelahnya membuat orang lain ngeces melihatnya dan ingin berada di posisinya.
Naik mobil SUV hitam membuat banyak mata di kampus gagal fokus pada pandangan cantiknya Quinna dan tampannya Agung banyak hati iri pada keberuntungan mereka tapi Qu merasa biasa saja, walau hatinya kadang merasa takut dengan perasaanya sendiri yang masih belum bisa keluar dari masa lalunya dan kisah bersama Sultan. Pantaskah Dirinya untuk Agung sedang hatinya masih gamang dengan hatinya sendiri.
"Mamamu galak nggak?" tanya Qu pada Agung.
"Hahaha...masa ada seorang Mama galak sih yang bener aja?"
"Kali aja Aku dapat bocoran lebih awal jadi masih ada waktu untuk mengundurkan diri!" jawab Quinna kedengaran bercanda membuat Sultan tersenyum.
"Mamaku baik, cantik, lembut dan penuh pengertian kayak Kamu!"
"Ah gombal! Aku aslinya tidak seperti itu. Kalau Bapakmu gimana?" tanya Qu lagi.
"Kalau Papaku bijaksana, tegas dan banyak mengalah sama Anaknya termasuk memilih pendamping. Papaku idolaku dan paling baik penuh pengertian percis Aku," seloroh Agung dengan mendelik pada Qu.
"Bagaimana kira-kira pandangan mereka terhadapku?" tanya Qu terus saja bertanya pada Agung sambil menenangkan hatinya.
"Pasti sangat suka dan mungkin karena Mamaku menyuruh Aku mengajak Kamu ke rumah karena mereka ingin cepat-cepat melihat calon menantunya!" jawab Agung dengan pedenya.
"Ah, terlalu cepat bicara calon menantu!"
"Mau berapa tahun lagi? satu tahun dua tahun mau berkarir di mana? kerja saja di perusahaan keluargaku pasti semua akan bangga, Aku tak bisa menolak keinginan orang tuaku yang ingin segera mewariskan dan estafet kan kepemimpinan perusahaan kepadaku dan Mamaku selalu saja menyuruhku untuk mencari pasangan menikahlah dulu supaya tenang dan bisa menjalani semuanya selalu seperti itu yang mereka ucapkan." Agung menirukan ucapan Mamanya.
__ADS_1
Kelihatan keluarga Agung begitu serius merencanakan masa depan anak-anaknya sedemikian rupa sampai pada jodohnya juga diatur minimal sudah punya pendamping saat Anak mau di bebankan tanggung jawab.
Saat Agung pembelokan mobilnya ke sebuah rumah yang sangat megah di kawasan elit kota itu hati Qu semakin deg-degan saja merasa dirinya tidak sebaik yang diharapkan Agung ataupun keluarganya.
Agung membunyikan klakson dan seorang ART keluar dengan terburu buru, Agung melirik Qu dan menggenggam jemarinya sekedar memberikan support supaya Qu tenang.
Pintu terbuka dan mobil melaju masuk dan parkir di halaman.
Agung turun duluan lalu membuka pintu bagi Qu dengan perasaan sulit di gambarkan. Qu menenangkan hati dan perasaannya sendiri.
"Den Agung, Ibu sama Non Dinda lagi keluar mungkin belanja. Den Agung sama temannya mau minum apa nanti Bibi bikinkan dan dibawa ke mana?" ucap ART sambil berdiri di hadapan Qu dan Agung yang duduk di ruang tamu nan sangat mewah.
"Qu, mau minum apa?"
"Apa aja deh Bi soalnya Kami habis minum tadi, bawa ke atas ya Bi," jawab Agung sambil menarik tangan Qu diajak ke atas.
Qu tak sempat mengagumi semua interior dan isinya furniture yang segala isinya dengan nuansa modern di padukan dengan klasik dan minimalis dengan tangga yang begitu elegan. Qu serasa tak menapak berjalan di tangga dengan karpet empuk Agung menuntunnya ke atas entah mau ke mana.
Agung masuk membawa Qu ke studio musiknya yang di dalamnya komplit alat musik untuk ukuran satu group band bahkan lebih.
Qu bengong melihatnya dan celingukan karena dirinya juga suka musik dan menyanyi melihat alat musik jadi langsung tertarik.
Waw ... luar biasa Kamu Gung pantesan petikan gitarmu spesial banget pendukungnya di sini semua ada."
__ADS_1
"Hanya teman duetnya baru datang sekarang!" jawab Agung sambil tertawa.
"Ah, Kamu bisa aja!"
"Tunggu di sini ya Aku ambil kejutan yang di janjikan tadi."
Agung keluar dan Qu melihat dan memegang semua alat musik yang ada dan ruangan unik kedap suara dengan ukuran cukup luas.
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏