
"Qu Sayang, kira-kira bulan ini musim apa di Australia sana mungkin Qu tahu?" Mama Andin menatap Quinna yang lagi beres beres barang kebutuhannya. Qu terlihat banyak diam mungkin mengingat-ingat apa kebutuhannya nanti sesampainya di sana.
Qu termasuk orang yang cukup simpel dengan tidak ribet kelihatannya dengan semua dandanan yang membuat orang lama menunggu, jadi kelihatannya enjoy dengan dandanan apa adanya.
"Mam, Australia adalah negara sekaligus benua yang sangat unik, Iklim Australia sangat bervariasi di delapan negara bagian dan wilayahnya, kebanyakan wilayah Australia memiliki empat musim walau mungkin tak semua sama, sementara musim kering dan hujan berlangsung di wilayah tropis di utara benua hampir sama kayak di negara Kita, jadi Kita akan berada di wilayah mana kan belum tahu walau Sultan kuliah di salah satu wilayahnya," jawab Qu panjang lebar.
"Jadi kita bawa baju apa sebaiknya Qu?" Mama Andin menatap putrinya.
"Yang Kita suka aja dan yang Kita nyaman memakainya Mam, karena Kita hidup biasa di daerah tropis jadi pakaian Kita yang biasa Kita pakai di sini saja, mungkin pakaian Kita akan lebih enak dipakai di sana, Kita kan tak biasa memakai pakaian dingin karena di Kita tidak ada musim itu, Jadi kalau memang pas Kita datang ke sana lagi musim dingin ya beli aja di sana barang beberapa tapi bawa baju hangat juga seperlunya aja dari sini jangan berlebihan takutnya kan Kita harus beradaptasi dengan cuaca di negara orang yang semua serba tidak terprediksi." Qu menjawab dengan bijaksana pertanyaan mamanya.
Mama Andin tersenyum berarti Kita tidak usah terlalu memilih pakaian dan pontang-panting menyesuaikan musim karena Australia juga punya musim yang sama seperti di negara Kita. Konon katanya sama saja karena musim di sana sudah nggak tepat waktu lagi.
"Iya Sayang Mama nggak repot jadinya mikirin bawa pakaian seperti apa," ucap Mama Andin merasa lega nggak harus. ari dulu pakaian yang sesuai di sana nanti.
"Mudah mudahan lagi musim semi atau musim gugur, karena diantara musim Aku paling menyukai musim itu," gumam Qu seakan menerawang seperti apa nanti liburannya.
Qu banyak membaca mitos tentang keajaiban musim-musim dengan keistimewaannya, seperti berkah di musim hujan dan do'a begitu mustajab kala di panjatkan saat hujan turun. Begitu juga kala musim semi di saat semua tumbuhan mulai bertunas kembali tumbuh cabang dan ranting juga daun baru seperti harapan baru di setiap hati semua insan akan masa depan yang lebih baik lagi, begitu ingin Qu berdoa di kala musim semi seperti ingin menyampaikan suatu pesan harapan akan cinta dan masa depannya.
"Mama sudah packing pakaiannya cuman satu koper saja, Kamu sudah selesai semua Nak?" tanya Mama Andin sambil menatap bola mata Qu yang mukanya menyiratkan sorot kebahagiaan.
"Sudah Mam."
"Sultan tinggal di mana sih di Australia nya Qu juga kuliahnya?" Mama Andin mau tahu sejauh mana Qu tahu soal Sultan tentang kehidupannya. Karena terlihat Qu cuek dan nggak mau tahu selama ini dalam pandangannya.
__ADS_1
"Sultan kuliah di Universitas Curtin, Ngambil bisnis internasional Kampusnya itu terletak di Perth Mam, Universitas dengan motto “Make tomorrow better” dengan kuliah di Curtin University tampaknya bukan hanya sekedar kata-kata tanpa makna. Curtin University sebagai universitas top dunia benar-benar dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi lulusannya. Tapi kalau tinggalnya Qu nggak tahu mungkin dekat kampus atau malah jauh beda wilayah dengan alasan tertentu," jawab Qu seperti ada kebanggan juga dalam ucapannya. Karena memang pada dasarnya Sultan sulit di mengerti.
"Semoga Sultan jadi orang yang berhasil dan sukses nantinya. Melihat Sultan serasa Mama melihat Anak sendiri, seperti Mama Rossa juga melihat Qu di sini terasa melihat Anaknya sendiri katanya jadi kalau Kangen Anaknya sudah bertemu Qu jadi terobati." Qu merasa senang saat bertemu Tante Rossa walau kadang malu juga. Mamanya sama Mama Sultan begitu cocok berteman dari dulu semenjak menempati rumah cluster di sini sama cantik dan sama lembutnya juga sama punya satu Anak bedanya hanya Sultan laki-laki dan Qu perempuan.
Qu hanya mengangkat alisnya mendengar penuturan Mamanya.
Berarti Kita terbang ke Perth ya Sayang?" tanya mama Andin lagi.
"Iya Mam, Kampus Curtin terbesar berlokasi terletak di kota Bentley, sekitar enam kilometer tenggara Perth pusat, kalau nggak salah, Qu juga kan belum kesana hanya tahu dari baca hehehe ..." Qu tersenyum sama Mamanya.
Mamanya punya satu kesimpulan yang bisa disimpulkan ternyata selama ini Qu juga menggali soal Australia walaupun tidak dibilang karena Sultan minimal Qu tahu tentang Australia karena punya alasan tersendiri.
Berada dekat dengan segala yang ditawarkan Perth, Perth menawarkan 116 hektar arsitektur yang terletak di antara taman-taman yang indah. Semua orang mendambakan berwisata ke sana.
Hati Qu ingin membuktikan keindahan bukan hanya cerita dan dokumentasi saja. Walau mungkin Sultan tak punya banyak waktu leluasa untuk bersamanya ke sana ke mari selain kegiatan kuliah yang berbeda jadwal liburnya dengan di Indonesia Sultan juga kerja dan satu lagi Sultan punya pacar.
Semua objek yang paling banyak diminati ada di kota itu Qu mau tahu ke mana Sultan mengajak Dirinya nanti di kota itu, akankah ke pantai indah Australia yang sangat disukai Qu?
Atau ke tempat yang belum pernah Qu dengar sebelumnya?
Akankah Sultan saat jalan bareng dirinya akan mengajak pacarnya? mungkin saat terberat yang harus Qu jalani. Tapi Qu sudah terbiasa menelan pil pahit yang seperti itu. Qu akan berusaha tegar dan manis di hadapan semua orang Sultan Mamanya juga Tante Rossa. Qu tak ingin merusak suasana liburan yang Mamanya juga tentu Rossa idamkan begitu lama.
Mamanya menghilang entah ke mana, Qu masuk kamar dan Qu merebahkan tubuhnya di tempat tudur terbayang wajah tampan Agung yang selalu menatapnya penuh cinta dan begitu berharap kalau liburan kali ini bisa melewati bersama.
__ADS_1
Terlihat kecewanya raut muka Agung saat Qu mengatakan kalau dirinya akan liburan ke luar negeri bersama saudaranya walau akhirnya Agung maklum mungkin karena Qu sudah merencanakan jauh jauh hari nggak adil Dirinya kalau harus maksa membatalkan agenda yang sudah di persiapkan Qu bersama keluarganya.
Agung hanya menggenggam tangan Qu berharap Qu pulang dengan kerinduannya seperti dirinya yang selalu merindukannya.
'Aku akan kirim bunga keabadian nanti walau belinya di tempat budi daya bukan di puncak gunung yang ditaklukan.'
Mereka berpisah setelah berkali-kali Qu meminta maaf walau hatinya sakit dan tak ingin menyakiti tapi kenyataan hatinya seperti itu. Mungkin suatu saat Qu akan berterus terang atau tak mengatakan sama sekali pada Agung setelah pulang dari liburannya karena liburannya kali ini akan Qu jadikan titik di mana keberaniannya di uji di hadapan Sultan.
Bersambung ….
******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
__ADS_1
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏