Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Egois


__ADS_3

''Sudah Gue katakan kalau Lo jalan sama siapapun tak akan tenang karena itu hanya muka yang menghadap tapi hati Lo tetap berpaling ke Gue!' Sultan bermonolog sendiri dalam mobilnya.


Qu pulang diantar Agung dan berantem, Qu maksa mau turun dan akhirnya Agung juga turun menemani Qu dan menghalangi langkahnya.


Sultan ngikuti dari jauh di belakangnya sampai mereka berpisah dan Agung menjalankan mobilnya dengan berbelok arah.


"Naik cantik! panas begini ngapain berantem yang akhirnya jalan kaki?" ucap Sultan sambil tersenyum memepet Qu yang berjalan kali menutupi mukanya dengan tas goni dekil. Sultan dengan kendaraannya mengimbangi Qu berjalan.


"Bukan urusan Lo!" jawab Qu merasa tambah keki dan mengira Sultan mengintainya sampai tahu dirinya berantem dan cekcok segala sama Agung. Dari mana tahu kalau bukan mengukutinya.


"Kini jadi urusan Gue kalau Lo kepanasan, kecapekan, kehausan naiklah Gue kasih solusinya!"


Qu masih saja berjalan dan Sultan perlahan berusaha tenang mendampinginya dengan melambatkan mobilnya di samping Qu berjalan.


"Rumahnya masih jauh lho kenapa berantemnya saat sudah dekat rumah saja? naiklah orang cantik tak baik marah-marah nanti cepet tua," ucap Sultan lagi.


"Males banget bicara sama Lo sok tahu!"


"Tapi Lo suka kan karena Gue ganteng!"


"Ganteng-ganteng percuma kalau playboy, bikin sebel dan banyak ikut campur!"


"Hahahaha ... tapi Lo nggak bisa lupain Gue!"


"Ih, bikin tensi darah naik saja! Lo jalan duluan deh nggak usah urusin orang lain!"

__ADS_1


"Makanya naik ayo nggak Gue makan kok paling di cium dikit kalau Lo ikhlas, Gue jaga jaga saja nanti ada gosip se-komplek masa sama tetangga nggak care?"


Qu berhenti dan menatap wajah Sultan yang menyebalkan tapi tetap ganteng.


Sultan menghentikan kendaraannya dan membuka pintu mobil lalu keluar merentangkan tangannya membuka pelukan bagi Qu tapi Qu membuang muka sepertinya malas bicara lagi sama orang yang tetap ada dan entah kenapa semakin kuat saja bertahta mengisi ruang hatinya.


"Yuk jangan bandel naik!" Sultan menarik tangan Qu dan tersenyum saat Qu menepisnya tapi Qu tetap naik dengan muka di tekuk lima belas.


"Dari mana saja Lo jalan sama pacar Lo itu?"


"Apa urusannya?"


"Urusannya Gue mencintai Lo, jangan jadikan cowok itu alasan kalau hati Lo tetap bisa melupakan Gue jujurlah pada hati Lo!"


"Gue sudah jujur tapi hati Gue tetap benci Lo!"


"Pede dan yakin banget Lo?"


"Karena dengan Lo Gue bisa yakin."


"Eh, kenapa jadi belok lagi ke jalan raya? nggak deh Gue turun di sini!" Qu melotot sama Sultan di sampingnya. Tapi Sultan malah mengunci semua pintu dari pintu utama dan tetap menjalankan kendaraannya bukannya ke arah rumah mereka tapi malah ke arah jalan raya entah mau ke mana tujuannya.


"Gue cuma mau jalan jalan sebentar dan tanya apa Lo di cium cowok Lo barusan?"


"Kalau Gue di cium kenapa memang?"

__ADS_1


"Gue nggak ikhlas dan mau suruh cowok itu balikin lagi! karena Lo hanya milik Gue! tapi Gue yakin Lo nggak habis ciuman karena saat pulangnya Lo berantem!"


Mungkin kata-kata itu akan Qu dengar dengan hati merekah penuh dengan bunga kalau dikatakan saat mereka dalam keadaan saling percaya dan penuh cinta, tapi ini dalam keadaan bertolak belakang.


"Lo egois ya ternyata jelas pengen menang sendiri. Sudah gue mau turus di sini berhenti dan buka pintu!"


"Gue ajak Lo ke sekolahan Kita dulu karena Gue pengen teriak kalau Gue sama Lo akhirnya saling cinta dan Lo harus akui kalau Lo mulai ada hati sama Gue saat sekolah di sini kan?"


"Sultan Lo gila ya?"


"Gila karena mencintai Kamu Quinna!"


********


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2