
"Jeng! Jeng Andin...!"
"Ya, ada apa Jeng?"
"Aku sudah bicara habis habisan sama Sultan karena kelihatan mereka habis berantem tadi. Pokoknya saja nanti mereka bisa meluruskan semuanya dan keduanya bisa terbuka."
"Maksudnya apa?"
"Jeng, Sultan sepertinya menyadari dan mengerti apa yang Aku sampaikan semuanya, bagaimana sehabis Aku omongin ke kamar ini mengajak Qu keluar kan?" ucap Mama Rossa dengan antusias.
"Oh ya? kok Jeng bisa langsung dapat kesempatan gimana itu? Iya Qu ditarik paksa tadi entah ke mana Aku lihat ke luar dari balkon depan malah mereka menyebrang tapi tak kelihatan lagi."
"Sehabis makan tadi sepertinya mereka berdua diam-diaman Aku curiga ada ketidak beresan di antara mereka ternyata waktu mereka ngobrol di balkon Sultan mengadu kepada Qu kalau Dirinya lagi masalah sama pacar bulenya, dari situ kelihatan Qu tidak menerima mungkin bosan dengan curhatan Sultan selama ini yang mengadu dengan masalah yang sama sejak dulu, ketidak cocokan dengan pacarnya, selalu masalah, banyak perbedaan akhirnya Qu marah karena mungkin merasa Dia tidak suka nggak enak baru datang sudah disodorkan permasalahan tentang ulah Sultan sendiri sampai makan mereka diam-diaman. Akhirnya Aku panggil Sultan semua di sampaikan sampai curhatan Qu pada dairy nya. Semoga setelah ini ada perubahan di antara mereka pada yang lebih baik seperti harapan Kita Jeng." panjang Jeng Rossa memberitahukan pada Mama Andin.
Mereka berpelukan dengan kata-kata saling support dan kebahagiaan yang tak terhingga.
"Semoga liburan kali ini jadi awal hubungan baik mereka yang tertunda begitu lama," ucap Mama Rossa sambil tetap mereka berpegangan tangan.
"Kita lihat apa ada keterusterangan dari mereka nanti?" jawab Mama Andin sambil duduk.
"Biarlah dulu Jeng mereka adaptasi jadi kekasih dulu setelah sekian lama jadi sahabat baik pasti perlu adaptasi kan? pokoknya Kita lihat saja nanti," ucap Jeng Rossa kelihatan raut mukanya begitu senang.
Lagi ngobrol ke sana kemari pintu di ketuk dan Qu membukanya langsung masuk diantar Sultan yang berdiri di tengah pintu sambil tersenyum lebar. Mendapatkan Mamanya juga mama Rossa lagi pada ngobrol bersama, Qu nggak mau mengganggunya hanya Mama Andin menyapa putrinya yang baru datang.
"Sudah pulang Sayang? dari mana sampai malam apa nggak capek?" Mama Andin sambil menarik selimut dan menepuk-nepuk bantal kebiasaan kalau mau tidur. karena malam sudah agak larut juga kantuk mulai datang menyerangnya.
"Dari taman kota depan saja Mam menikmati udara malam," jawab Qu sambil mengambil gelas dan menuang air lalu meminumnya. Menuang lagi dan membawakan ke depan pintu memberikan pada Sultan.
Sultan langsung meminumnya dan mengucapkan terimakasih. Qu langsung balik lagi ke belakang menyimpan gelas dan membiarkan Mamanya menyapa Sultan dan sedikit ngobrol.
"Masuk dulu Nak Sultan, Tante sudah ngantuk tapi karena Kalian belum pulang jadi Kami ngobrol aja tuh Mamamu sudah selimutan kayaknya lelah," ucap Mama Andin sambil tersenyum melihat Qu menyimpan gelas dan langsung masuk ke kamar mandi.
"Maaf ya Tante jadi menunggu dan cemas juga, Aku habis ajak Qu melihat keramaian taman kota dan menikmati udara malam di akhir musim gugur, Aku langsung istirahat ya Tante Mam selamat malam!" jawab Sultan sambil melirik bad Mamanya yang sudah berselimut dan tak bergerak Sultan lalu balik badan menutup pintu.
Qu keluar kamar mandi dan membuka syal yang asalnya dikenakan Sultan lalu membersihkan mukanya tanpa banyak bicara, Mama Rossa sudah bergulung selimut juga dari tadi kelihatan matanya sudah ingin tidur mungkin sudah tidur sekarang juga atau hanya mendengar mereka bicara dan Mama Andin juga bersiap siap tidur tinggal Qu yang masih mengoleskan cream malam ke mukanya dan melihat-lihat ponselnya.
__ADS_1
Ponsel Qu bergetar Sultan manggilnya, Qu melihat Mamanya juga Tante Rossa kelihatan sudah tidur karena takut mengganggu Qu pindah duduk di sofa ruang tamu.
"Hai? ada apa?" Qu tahu yang telepon itu Sultan.
"Nggak ada apa-apa Aku jadi nggak ngantuk aja, Kamu ngantuk nggak Sayang?" jawab Sultan.
"Enggak, tapi Aku takut bangunin Mama sama Tante jadi pindah ke sofa ini," jawab Qu hati-hati dan pelan bicaranya.
"Ya sudah Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam dan selamat istirahat jangan lupa mimpi Aku ya!" ucap Sultan diakhiri tertawa.
"Aku malah ingin cepat hari esok biar cepat bisa melihat keindahan yang akan Kita kunjungi besok," jawab Qu sambil membayangkan raut muka senang Sultan saat tertawa.
"Aku malah nggak mau tidur maunya memeluk Kamu semalaman, sampai Kamu bisa tidur di dadaku," jawab Sultan. begitu dewasa ucapannya.
"Ish! ngomongnya 17 plus banget!"
"Tapi itu kenyataannya."
"Ya sudah Aku tidur ya, Kamu juga tidur," ujar Qu merasa nggak enak sama mamanya juga Tante Rossa yang mungkin sudah tidur.
"Jadi maunya apa?"
"Aku mau tanya apa perasaanmu saat ini?" tanya Sultan begitu terdengar ringan suaranya.
"Aku seneng banget Sayang karena Aku bisa mencintai dan di cintai Kamu," jawab Qu jujur kalau hatinya bahagia. Semua yang jadi bebannya selama ini semua telah terjawab jadi satu harapan yang penuh dengan bunga yang bermekaran.
"Ah, Qu Aku juga sama satu lagi pertanyaanku bagaimana perasaanmu setelah Aku cium?"
"Ih, kok begitu pertanyaannya? mungkin sama seperti perasaanmu Sayang!" jawab Qu sambil melirik tempat tidur Mamanya juga Tante Rossa yang tanpa pergerakan sama sekali sudah pulas kelihatannya.
"Tapi Aku mau tanya soal itu!"
"Pokoknya nggak enak!"
"Bener nggak enak, tapi kenapa merem?"
__ADS_1
"itu reflek aja, masa orang di cium matanya melotot? ya menikmati dan meresapi lah!" jawab Qu begitu ilmiah.
"Hahaha... Aku suka jawabanmu Sayang, ya sudah bobo ya besok kita berpetualang merayakan awal jadian Kita, jadikan satu momen yang tak Kita lupakan dan Aku pasti merindukan Kamu besok pagi Qu."
"Love you Sultan Ali!"
"Love you too Quinna Qatrunada Sayang!"
Hati Qu begitu menghangat kenapa tak dari dulu pembicaraan mereka seperti ini? mungkin akan berbeda malam malam yang dilaluinya tanpa airmata, tanpa galau, cemas hati dan cemburu yang tak beralasan.
Qu menutup teleponnya setelah mendapat suara kecupan sayang dari Sultan. Lalu membuka diary nya mencoret pembatas semua curhatannya selama ini.
goodbye little childhood welcome love!
Qu membaringkan tubuhnya buang terasa begitu penat tapi hari ini adalah hari yang begitu indah baginya rangkaian dari mulai playing dan landing sampai di bandara dan bertemu Sultan juga makan malam dan dari semua itu yang paling bermakna adalah cintanya bersambut dan Sultan juga ternyata sama mencintainya terlalu dalam.
Qu mengusap bibirnya dan untuk pertama kalinya hanya Sultan yang menyentuhnya dan semua jiwa raganya hanya untuk cintanya yaitu Sultan saja.
Pelukan hangat Sultan dan ciuman sayangnya juga belaian dan usapan di kepalanya begitu Qu rasakan hangat dan nyaman menentramkan, melambungkan hati Qu yang lelah dan di buai rasa kantuk lalu mengantarkan Qu pada mimpi indah bersama Sultan.
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏