
'Perth Airport' menjadi saksi pertemuan kali ini dan dag dig dugnya hati Qu, saat Sultan yang bersweeter abu-abu melambaikan tangannya dengan senyuman khasnya, begitu menawan!
Pelukan Sultan pada Mamanya yang paling pertama, cium tangan pada Mama Andin dan terakhir Sultan juga merangkul Qu yang berdiri terpaku tanpa ekspresi dengan rasa yang entah seperti apa. Hanya Qu sendiri yang tahu bagaimana situasi dalam hatinya.
Qu merasa tak percaya menginjakkan kaki di mana Sultan hidup dan menuntut ilmu dan terbiasa di sini. Akhirnya Qu akan tahu tempat Sultan kesehariannya, kesibukannya juga tempat terindah yang selalu Sultan ceritakan lewat chating dan email juga lewat pesan aplikasi.
Qu tak bisa berkata apa-apa, hanya senyum dan tatapan juga tatapan aneh Sultan yang tak bisa Qu artikan. Sumpah Qu melihat tatapan aneh yang seperti tatapan nakal yang meneliti dari ujung kepala sampai ujung sepatu Qu.
Memeluk Qu sekilas mengusap punggungnya dan langsung melepaskannya lagi, itu juga membuat darah Qu berdesir hebat. Tungkainya terasa lemas dan kaku untuk di langkahkan. Qu tak mengira kalau Sultan akan memeluknya kali ini atau mungkin hal seperti ini sudah jadi hal yang wajar bagi Sultan yang hidup di negeri dengan kultur yang berbeda.
Sosok menjulang putih dengan senyum termanis menurut Qu juga suara yang begitu lembut saat bertutur kata semua begitu mempesona dan jadi daya tarik siapa saja. Itulah Sultan dengan semua daya tariknya.
"Akhirnya Lo datang juga ke sini!" sapa Sultan begitu dekat di telinga Qu sambil tetap memperlihatkan sorot mata sumringah bahagia.
"Kan Gue punya teman Lo yang merantau di sini," jawab Qu agak terbata dan tak berani menatap senyum lebar itu.
"Hehehe ... iya ya. Kalau Gue kuliah di Bandung pasti liburannya ke Bandung," kekeh Sultan memandang wajah Qu lalu merengkuh pundaknya dan mengambil alih koper Qu menjadi tugas tangan kanannya.
Quinna hanya tersenyum saat Sultan mengambil alih koper di tangannya mengajak rombongan kecilnya menuju rental mobil di parkiran yang sudah di pesannya.
Mereka berjalan beriringan, Sultan begitu manja sama Mamanya, sepanjang menuju mobil Sultan merengkuh bahu Mama Rossa juga dan melepaskan bahu Qu karena Qu sedikit menjauh dengan mesranya Anak sama Mama jalan berdempetan mungkin karena kangen atau karena rasa sayangnya.
Sultan memberitahukan alamat para sopir taksi itu, dan disambut dengan anggukan kepala tanda paham dan mengerti ucapan Sultan.
"Qu, mau kemana saja liburannya?" tanya Sultan memalingkan mukanya ke belakang di mana Qu duduk di samping Mamanya dan diapit Mama Rossa. Sultan sendiri duduk di jok depan sendiri di samping sopir taxi.
"Dih! Gue kan nggak tahu, kemana Lo mau ajak ya Gue ikut asal jangan tinggalin Gue aja di suatu tempat," jawab Qu. Membuat Mama Rossa sama Mamanya juga Sultan tersenyum.
__ADS_1
"Biarin, biar Tante jewer kupingnya kalau sampai tinggalin Kamu Qu." Mama Rossa membantu menjawab juga.
Rasanya terlalu kalau Sultan sampai meninggalkan Qu kalau tanpa sebab apapun misal berantem atau beda pandangan.
"Hahaha ... tapi kadang kangen juga jeweran Mami," sungut Sultan lucu sambil mengerling pada Qu lalu ngakak sendiri.
"Pantai Cottesloe dekat nggak dari tempat Kita berada nanti?" Qu bertanya pada Sultan. Hanya pertanyaan iseng aja walau sebenarnya Qu suka pantai tapi masa iya pergi ke pantai jauh jauh ke Australia? sepertinya pantai sama saja pasir, panas, air, angin dan gelombang juga orang ramai.
"Lumayan deket, mau ke pantai? boleh banget. Kita kesana menikmati matahari tenggelam di kota Perth." jawab Sultan sambil melirik lagi pada Qu yang ada di belakang.
"Kalau Mama sama Jeng Andin yang paling penting bagi ibu-ibu adalah tempat membeli aksesoris dan oleh-oleh khas negara ini tak ada tempat lain, ya kan Jeng Andin?" Mamanya Sultan melirik mamanya Qu. Disambut dengan senyuman dan anggukan.
"Tenang saja Mam, kemanapun Sultan antar kalau masih di wilayah Perth, Kalau keluar Perth mesti di agendakan dulu melihat skedul kuliah dan kerjaku," janji Sultan.
"Tapi rekomendasi dong selain pantainya." Qu menimpali.
Qu tersenyum, mendengar kesiapan Sultan juga Mama Andin dan Mama Rossa merasa senang karena mereka sudah mempersiapkan budget khusus buat shopping di Australia ini.
"Pantai Cottesloe adalah salah satu objek wisata populer dan tempat wisata terkenal di Perth, Australia Barat. Pantai ini memiliki suasana pedesaan dan warisan bahari di balik pasir keemasannya. Pantai ini cocok untuk liburan bersama keluarga dan menikmati indahnya suasana matahari terbenam. Selain itu, pantai ini menjadi favorit untuk berenang, berselancar, dan menyelam. Lo bisa punya pengalaman baru berenang dan menyelam di pantai Cottesloe semua nanti Gue realisasikan." Sultan memulai merekomendasikan tempat yang ingin disinggahi Qu.
Qu menyimak apa yang disampaikan Sultan dengan suasana hati tak menentu, Berenang dan menyelam bersama Sultan? sungguh satu keromantisan yang tak pernah Qu bayangkan sebelumnya.
"Kata sejarah selama lebih dari 100 tahun wisata pantai Cottesloe mempunyai gaya hidup yang tak begitu banyak berubah, santai dan menjadi destinasi wisata liburan tepi pantai yang populer bagi penduduk setempat dan wisatawan. Selain itu, air sejernih kristal dan ombak yang indah menambah kesan keindahan tempat wisata terkenal di Perth ini. Asyik pokoknya tapi Mama sama Tante Andin belanja saja ya nanti kalau sudah puas tinggal kabari Aku kemanapun Mama sama Tante pergi nanti di jemput satu transportasi yang sudah Aku carter selama di sini."
"Emang ada yang bisa begitu?" tanya Qu sambil melirik Sultan yang duduk di depan.
"Ada Qu! ini Australia tak ada yang sulit apapun juga tinggal jadi member semua bisa di tangani dengan praktis semudah Kita punya transportasi sendiri," jawab Sultan.
__ADS_1
"Berarti kemanapun Gue bisa pergi sendiri tanpa Lo ya misal Lo sibuk?"
"Bisa! tapi masa iya Lo pergi sendiri minimal sama Mama juga Tante lah Gue nggak rela Lo kayak Anak hilang di sini hanya karena pengen tahu satu objek, Gue usahain semua bisa di atur biar Lo Mama sama Tante merasa puas liburan di sini."
"Masih lama ini sampainya Nak?" tanya Mama Rossa sambil melihat lihat pemandangan dan jalan mulus empat jalur yang begitu besar.
"Itu di depan sampai Mam dikit lagi."
Bersambung ….
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1