
Sampai rumah Quinna langsung tidur merindukan kamar guling dan bantal kesayangannya.
Lain lagi dengan Mamanya yang langsung mencoba semua barang-barang yang dibelinya bersama tante Rossa di Australia kemarin dan membereskannya di lemari pajangan.
Menyimpan semua cenderamata yang banyak di belinya yang padahal kata Quinna itu sebagian diimpor dari pengrajin Indonesia tapi Mamanya dan Tante Rossa begitu bangga bisa membawanya pulang ke Indonesia.
Sayang cobain dong sweater nya nih itu Mama sengaja belinya couple sama Sultan lho hanya beda warna doang biar tidak tertukar suatu saat kalian bisa pakai bersama.
Qu tak menjawab karena terlihat sudah lelap.
Mamanya melongokkan kepalanya ke dalam kamar memandang putrinya yang tidur pulas di kamarnya dari pintu dan melempar tas goninya dengan sembarangan.
Mama Andin menghela nafas berat sebenarnya apa yang terjadi dengan Quinna semua begitu drastis berubah tak seperti saat datang terlihat kebahagiaan di mukanya dan saat bertemu Sultan sepertinya ada yang begitu serius tadinya Mama Andin dan Mama Rossa sudah begitu senang dan bahagia tapi semua berubah mendung lagi hanya dalam hitungan hari pertemuan dan perpisahan mereka.
Itu yang tak pernah di bahas serius dengan Jeng Rossa mungkin Jeng Rossa tahu masalahnya dan secepatnya semua di selesaikan jangan sampai berlarut larut.
Mama Andin tak ingin melihat hubungan putrinya dan Sultan jadi renggang walau mereka tidak jadi pacaran tapi setidaknya tetep bersahabat sampai kapanpun sampai mereka pada berumah tangga dan memiliki keturunan masing-masing.
__ADS_1
Mama Andin melihat saat terakhir Sultan memakaikan syal di leher Qu yang tidak menolak menandakan masih besar cinta mereka tapi mungkin terganjal masalah diantara mereka yang Mama Rossa dan Mama Andin tidak tahu.
Mama Andin langsung menelepon Suaminya mengabarkan kalau Dirinya sudah sampai kembali di tanah air dan baru saja tiba.
"Senang banget Pa, pokoknya kalau suatu saat kita bisa pergi sekeluarga mungkin akan lebih bahagia dan bisa lebih lama dan banyak lagi objek yang bisa di kunjungi," jawab Mama Andin saat Papanya Qu bertanya senang nggak yang habis liburan.
"Ya syukurlah kalau sudah selamat dan senang, maaf ya Papa masih harus berlayar bukanya tidak mau cepat berkumpul dan melepas kangen sama kalian orang yang paling Papa cintai terutama Qu Anak Papa yang cantik, di mana sekarang tak terdengar suaranya Mam? biasanya merebut ponsel Mama dan langsung laporan segala hal," tanya Papanya Qu pada Mamanya.
"Kok sepertinya kangen Papa banyakan pada Qu sih? tuh orangnya lagi ngorok nggak perduli apapun datang-datang langsung lempar tas dan melempar tubuhnya ke tempat tidur."
"Hahaha... jelas kangen Papa banyakan sama Qu Anak tersayang Papa. Mama kan hanya mantan!" ujar Papa Qu sambil terdengar terkekeh di ujung jauh sana.
"Iya maaf, Mama kan mantan pacar Papa yang kini dan selamanya jadi ratu di hati Papa dan di keluarga Kita, sudah jangan marah Papa tahu Kita saling merindukan tapi semua ini Papa jalani demi masa depan yang lebih baik lagi ya kan Mam?" Suara Papa Qu begitu menenangkan hati Mama Andin.
"Pa, berapa tahun lagi Kita seperti ini berpisah terus? materi buat apa terus di kumpul-kumpul kalau hati Kita gersang dan Kasihan Qu tak banyak mendapat perhatian seorang Papa, Qu sudah tumbuh dewasa kalau ada masalah Mama suka sedih hanya diam sendiri di kamar keluar matanya bengkak habis nangis kadang Mama juga bingung."
"Sudahlah Mam jangan di didramatisir Papa sudah mengajukan pensiun mungkin tahun ini paling cepat 6 bulan dan paling lama setahun baru bisa berhenti total, Papa mungpung masih ada tenaga dan lumayan menambah tabungan Kita untuk buka usaha nanti, Qu gimana kuliahnya Mam?"
__ADS_1
"Kan libur sekarang Pa, sebentar lagi lulus dan Papa juga cepet pulang ya Qu pasti merindukan Papa!"
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏