
Habis minum obat Qu langsung tidur seperti biasa tak bicara apapun pada siapapun termasuk pada Mamanya. Bangun pagi lumayan badan terasa enteng tapi masih puyeng dan sedikit panas.
Qu sadar semua akan lebih merasa kaku dan terganggu dengan sakit dirinya, jadi Qu berusaha menyehatkan dirinya walau terasa masih lemas.
Kebahagiaan liburan Tante Rossa juga Mamanya akan berantakan hanya karena masalah dirinya dan Sultan. Qu tak bisa menerima perlakuan bebas Sultan dan Christy di depan matanya kalau mereka masih punya hubungan spesial.
Salahnya Qu tak bertanya dan langsung saja jadian merasa mereka saling cinta padahal Qu menginginkan hubungan tanpa sisa cinta yang lain di hati Sultan.
Qu juga merasa kelewat bahagia tak terpikirkan kalau Sultan yang dirinya cintai seorang yang punya banyak penggemar bahkan mengejarnya dan mungkin punya hubungan dengan beberapa wanita selain Christy. Qu meyakini itu.
Qu berusaha bangun dan mandi pagi berharap memberi kebahagiaan bagi Mama dan Tante Rossa walau Qu sungguh merasa tak enak dengan badannya sendiri.
Tapi Qu tidak egois dengan kemarahan hatinya, tetap berusaha menekan perasaannya walau sakit.
Qu ingin memberi dan menciptakan rasa tidak cemas dan khawatir pada Mamanya juga Tante Rossa bisa bangun duduk dan sarapan bersama di pagi itu. Semua itu tak terlihat sangat di paksakan.
Qu berusaha menepis semua menganggap seakan tak terjadi apa-apa padahal hatinya sakit diawal hubungan yang baru jadian Sultan telah menggoreskan lika di hatinya tapi Qu berusaha sabar karena Sultan orang yang dirinya cintai.
Qu merasa bodoh tak berpikir kalau saat Sultan bicara sedang tidak baik-baik saja dengan Christy berarti mereka masih terikat satu komitmen, satu hubungan spesial dan belum ada kata bubar.
"Gimana perasaannya Sayang sudah baikan? Kamu bikin Tante cemas saja," ucap Tante Rossa sambil menggeser kan box roti dan makanan makanan lainnya juga berbagai selai ke hadapan Qu.
Qu hanya tersenyum saja, berusaha menelan semua makanan yang di kunyahnya lalu minum obat.
Sultan yang sejak tadi diam hanya melihat Qu dengan perasaannya sendiri, mengerti kalau Qu marah sama Dirinya.
"Mam jadi mau ke pusat kerajinan dan oleh-oleh sekarang?" ucap Sultan sambil melirik Mamanya juga tante Andin yang lagi mengocek minumannya.
"Gimana Jeng jadi aja ya? kelihatan Qu sudah baikan dan biar Kita pergi berdua saja sama Mr Joe. Qu di temani Sultan di rumah istirahat biar baikan dulu sebelum Kita pergi bersama nanti kalau Qu sudah benar benar sehat gimana?" ujar Mama Rossa memberi solusi. Mama Rossa melirik Mama Andin yang hanya diam saja.
"Gimana Jeng?" tanya Mama Rossa lagi.
__ADS_1
"Sayang, kalau Mama sama Tante pergi boleh nggak? karena Mama lihat Kamu sudah baikan hanya perlu pemulihan saja, sama Mas mu di sini atau bisa jalan jalan ke luar sambil berjemur," ucap Mama Andin bertanya perasaan Qu sekalian minta izin.
Qu hanya mengangguk sambil melihat-lihat ponselnya.
"Ya sudah pagi sudah minum obat jangan lupa siangnya minum lagi jangan lupa ingetin ya Nak Sultan ya lalu tidur istirahat bangun nanti segeran pasti!" ucap Mama Andin pada Sultan dan Qu yang hanya diam diaman saja.
"Baik Tante, Aku sudah telepon Mr Joe Tante sama Mama siap-siap saja," Sultan mandang Qu yang tak meliriknya sama sekali.
"Qu Mama pergi dulu ya Kamu benar nggak apa-apa?" tanya Mama Andin sekali lagi sambil mengusap rambut putrinya.
"Ya Mam Qu dah baikan paling hanya perlu istirahat saja kok, Mama sama Tante pergi aja," Qu baru buka suara menjawab dan meyakinkan Mamanya mengangguk sambil tersenyum.
"Oke kalau begitu Mama sama Tante jadi tenang, baik-baik di sini ya istirahat usahakan." Mama Andin masih saja dengan nasehatnya saat mereka berjalan ke arah luar.
Qu sama Sultan mengantar Mama Rossa sama Mama Andin sampai mereka pergi bersama Mr Joe.
Qu berjalan buru-buru masuk lagi ke huniannya Sultan mengejarnya saat Qu mau menutup pintu Sultan menahannya dan Qu membiarkan Sultan masuk.
"Aku salah selama ini Sultan, memasuki kehidupan kalian dan menjadi parasit diantara hubungan kalian." Qu bicara seakan malah dirinya yang salah.
"Qu maafkan Aku Aku tidak jujur dari awal kalau antara Aku sama Christy memang ada hubungan tetapi seperti yang Aku ucapkan dan bicarakan waktu Kita pertama bertemu dan ngobrol di balkon sudah begitu banyak ketidakcocokan. Dan Aku berharap semua berakhir tanpa meninggalkan kesan buruk diantara Kami karena Aku meyakini seandainya terus berjalan hubungan sudah tidak ada keharmonisan dan kenyamanan lagi," ucap Sultan sambil duduk di samping Qu.
"Aki memaafkan mu Sultan tapi haruskah Aku yang jadi penyebab kalian putus? Aku tidak mau. Aku bukan orang yang seperti itu, silahkan selesaikan dulu masalah kalian jangan libatkan Aku dalam masalah yang tidak ada kaitannya sama Aku," ucap Qu begitu dewasa dengan jawabannya.
"Baiklah Qu, tapi Aku minta Kamu jangan marah marah lagi Aku janji semua akan baik baik saja dan kita lanjutkan liburan kali ini jangan sakit lagi ya?" ucap sultan dengan mimik muka serius.
Qu hanya diam saat Sultan menarik kepalanya dan menyandarkannya di pundaknya.
"Qu, Aku mencintaimu melebihi apapun Aku sedih saat membuat Kamu menangis Sayang, Kita isi liburan kali ini kembali pada keceriaan Kamu seperti waktu kita di pantai Cottesloe," ucap Sultan sambil mencium rambut Qu.
Kebimbangan kini melanda hati Qu di satu sisi bahagia tapi di sisi lain Qu melihat jejak kurang baik yang masih Sultan perlihatkan di depan matanya.
__ADS_1
Haruskah Qu kecewa pada kenyataan dengan mendapatkan Sultan dan cintanya masih seperti dulu saat dirinya mengenal Sultan disadari setelah dirinya dewasa.
Hatinya menjadi bimbang dengan perasaan yang sepenuh hatiku Qu persembahkan buat cintanya.
"Jalan jalan yuk ke luar cuaca nya enak banget sambil Kita menikmati angin di musim gugur."
"Aku mau istirahat."
"Istirahatnya nanti saja."
Qu menggeleng dan berusaha mau ke tempat tidur lagi, tapi Sultan menghalanginya.
"Qu kalau kamu memaafkan Aku ayo ke tempatku kalau nggak mau jalan jalan, Aku punya sesuatu yang istimewa buatmu mau ya?" Sultan dengan nada memelas.
Akhirnya Qu mengangguk. Sultan tersenyum bahagia. Menuntun Qu keluar melewati beberapa pintu kondominium lainnya.
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏